Merasa sedih, kehilangan semangat, atau kelelahan setelah menjalani hari yang panjang merupakan hal yang wajar. Namun, jika perasaan tersebut terus berlangsung hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya kamu mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental.
Depresi bukan sekadar perasaan sedih sesaat atau akibat terlalu banyak pikiran. Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi suasana hati, pola tidur, nafsu makan, energi, hingga hubungan dengan orang lain.
Sayangnya, gejala depresi tidak selalu mudah dikenali. Sebagian orang menganggap dirinya hanya sedang kelelahan, kurang istirahat, atau mengalami masa sulit. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak dini bisa membantu seseorang mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.
Lantas, apa saja perubahan yang perlu diwaspadai? Berikut enam gejala yang bisa berkaitan dengan depresi.
1. Merasa sedih terus-menerus
Dalam situs resmi Anxiety and Depression Association of America disebutkan, sering merasa sedih salah satu ciri utama depresi. Di beberapa kasus, perasaan sedih kerap disertai keinginan untuk bunuh diri. Mengalami perasaan gelisah dan rasa bersalah yang kerap menghantui pikiran juga menjadi ciri Anda tengah mengidap depresi.
2. Tidur tidak nyenyak dan sulit istirahat
Kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur, sama-sama berpotensi sebagai gejala depresi, seperti dilansir di situs resmi Mayo Clinic. National Institute of Mental Health mencatat, orang-orang yang mengalami depresi kerap terbangun di malam hari dengan pikiran yang kacau. Ada pula yang kemudian dapat melanjutkan tidurnya, namun tidak merasa nyenyak.
3. Gairah seksual menurun
Hati-hati, depresi juga dapat mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan. Huffington Post mencatat, kehilangan ketertarikan terhadap kegiatan sehari-hari, termasuk juga kehilangan antusiasme terhadap hobi, pasangan, hingga seks.
4. Mudah lelah dan kurang motivasi
Orang-orang dengan depresi kerap merasa seolah mereka tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari. Tubuh terasa lemah dan kurang motivasi. Jangankan melakukan aktivitas berat, menonton televisi saja mereka sulit untuk fokus.
5. Perubahan nafsu makan
Depresi dapat berpengaruh terhadap rasa lapar yang dirasakan seseorang. Terkadang depresi membuat nafsu makan meningkat, terkadang pula semakin merosot. National Alliance on Mental Illness melansir, perubahan nafsu makan dapat menyebabkan penurunan berat badan, sehingga di banyak kasus kerap ditemukan pasien depresi dengan tubuh kurus kering karena merasa tidak enak makan.
6. Gangguan fisik
Psikosomatis adalah kondisi dimana seseorang merasa sakit di bagian tubuh yang berawal dari stress. Contoh kasus psikosomatis yang banyak terjadi ialah mendadak sakit perut saat akan mengerjakan soal ujian atau menjelang interview kerja. Situs resmi National Institute of Mental Health mencatat, kondisi psikosomatis pada pasien depresi seringkali berupa sakit perut, pusing kepala, hingga dada terasa sesak.
Kapan Sebaiknya Mencari Bantuan?
Enam tanda di atas dapat muncul pada orang yang mengalami depresi, tetapi tidak semua orang akan merasakan gejala yang sama. Gejala tersebut juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan lain.
Secara umum, depresi perlu dicurigai ketika suasana hati yang buruk atau hilangnya minat terhadap aktivitas berlangsung hampir setiap hari selama setidaknya dua minggu, terutama jika disertai perubahan tidur, nafsu makan, energi, konsentrasi, atau munculnya perasaan tidak berharga.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami perubahan tersebut, cobalah berbicara dengan orang yang dipercaya dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Jangan menunggu sampai kondisi terasa semakin berat untuk mencari bantuan. Depresi merupakan kondisi yang bisa ditangani, dan mendapatkan pertolongan bukanlah tanda kelemahan.