LambeTurahBali - Jika belakangan ini masyarakat Bali mulai bertanya-tanya mengapa Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta jarang terlihat mendampingi Gubernur Wayan Koster saat turun langsung mengecek SPBU di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM), jawabannya akhirnya datang dari pihak yang bersangkutan.

Setelah menghadiri Rapat Paripurna ke-55 DPRD Provinsi Bali, Senin (26/10/2026), Giri Prasta menjelaskan bahwa absennya dirinya bukan karena menghindari tugas, melainkan hasil pembagian peran dan tanggung jawab yang sudah ditentukan sejak awal. "Kalau berbicara masalah pembagian tugas, memang kami sudah diarahkan sama Pak Gubernur. Dan Pak Gubernur bagi saya selaku Wakil Gubernur Bali beliau dan selaku masyarakat Bali, beliau sudah melaksanakan di atas out of the box," katanya.

Menurut Giri Prasta, sebagai Wakil Gubernur, ia menjalankan tugas sesuai dengan arahan dari Koster, baik dalam urusan pemerintah maupun kemasyarakatan. Ini tidak berarti dirinya harus selalu hadir di setiap kegiatan lapangan yang dilakukan oleh gubernur.

Yang menarik adalah, Giri justru membuka cerita tentang kronologi awal krisis BBM ini, sebuah informasi yang belum banyak diketahui publik. Ia mengungkap bahwa sebelumnya pernah mendampingi Koster dalam rapat pertama penanganan krisis tersebut.

Pada saat itu, pihak Pertamina dan Migas memberikan jaminan bahwa situasi akan segera pulih. "Yang pertama ketika rapat pertama kami mendampingi, bahkan dari Pertamina dan Migas menyampaikan nggak apa-apa, besok aja clear. Akhirnya Pak Gubernur juga menyampaikan hal seperti itu, akhirnya di-prank, Gubernur kita di-prank pada saat itu, ternyata tidak seperti itu," ujarnya.

Perkataannya penting bagi warga Bali karena menjelaskan kenapa krisis BBM terkesan tiba-tiba meskipun sudah dibahas sejak rapat awal. Informasi yang diterima oleh pemerintah daerah saat itu ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dari pengalaman ini, Giri Prasta mengusulkan solusi jangka panjang berupa pembuatan cadangan depo BBM di Bali. Langkah tersebut menurutnya sangat penting agar pulau ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar yang rentan meleset dari prediksi.

Terlepas dari hal tersebut, Giri menjelaskan bahwa relasinya dengan Koster tetap dalam batas kewenangan gubernur. Sejumlah agenda yang ia jalankan, baik di tingkat pusat maupun urusan adat, disebut sebagai penugasan langsung oleh Koster. "Dan saya sadar betul sebagai Wakil Gubernur, kita harus sebagai wakil daripada Pak Gubernur. Visi dan misi pun tidak ada visi dan misi Wakil Gubernur, visi dan misi itu karena visi dan misi Gubernur, kami mendukung sepenuhnya," tuturnya.

Dengan penjelasan ini, Giri berharap pembagian tugas antara dirinya dan Koster tetap berjalan seiring sambil terus mencari solusi jangka panjang atas masalah BBM yang sempat membuat warga Bali resah beberapa waktu lalu.