Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berhasil mencatat getaran banjir lahar di wilayah tersebut. Getaran banjir lahar ini berlangsung selama enam jam pada Senin (2/11).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Agastya Rajendra menyatakan bahwa banjir lahar terjadi selama enam jam akibat hujan intensitas tinggi. Rajendra mencatat adanya satu kali gempa getaran banjir di wilayah tersebut.

"Pada periode pengamatan Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan lama gempa 21.600 detik atau enam jam," kata Agastya Rajendra dalam pernyataan tertulis.

"Selain getaran banjir, kata Rajendra, aktivitas kegempaan selama enam jam terakhir terekam satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 115 detik. Lalu, 14 kali gemppa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-25 mm dan lama gempa tercatat selama 31-153 detik."

"Pengamatan secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut, serta suhu udara sekitar 19-21 derajat Celcius," jelasnya.

"Rajendra mengatakan dalam pemantauan visual, Gunung Semeru tetutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati." terangnya.

Sejauh ini, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, dengan jarak 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, Rajendra juga memperingatkan masyarakat yang berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan untuk menghindari aktivitas. Hal ini dilakukan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegasnya.

Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu ke puncak Gunung Semeru. Khususnya di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, masyarakat harus mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.