JatimLambeTurah - Cuaca panas yang terasa menyengat pada siang hari, lalu tiba-tiba berubah menjadi hujan deras pada sore atau malam, mulai menjadi perhatian masyarakat Jawa Timur.
Kondisi ini merupakan salah satu karakteristik masa peralihan musim atau pancaroba.
Di tengah perubahan cuaca tersebut, masyarakat diminta tidak lengah.
Selain menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah sakit, warga juga perlu mengantisipasi hujan lebat, petir, hingga angin kencang yang bisa datang sewaktu-waktu.
Potensi cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Sementara awal musim hujan di Jawa Timur diprediksi berlangsung secara bertahap.
Sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada November, sedangkan mayoritas wilayah diperkirakan menyusul pada Desember 2026.
Cuaca panas juga bisa berdampak pada kesehatan.
Rasa haus berlebihan, pusing, lemas, sakit kepala, hingga mual perlu diwaspadai sebagai tanda tubuh mengalami gangguan akibat panas.
Jika mengalami keluhan tersebut, segera hentikan aktivitas, pindah ke tempat yang lebih sejuk, dan minum air.
Apabila kondisi memburuk atau muncul gejala berat seperti kebingungan maupun pingsan, segera cari pertolongan medis.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar saat hujan turun.
Hindari melintasi genangan atau arus banjir, menjauhi pohon dan baliho yang rawan roboh, serta tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang terganggu.
Dengan menjaga kesehatan dan rutin memantau informasi cuaca, masyarakat diharapkan bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca selama masa pancaroba.
Agar aktivitas tetap berjalan lancar, ada 7 langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghadapi perubahan cuaca.
Jangan tunggu haus untuk minum.
Saat cuaca panas, tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat.
Karena itu, biasakan minum air putih secara berkala dan jangan menunggu sampai merasa haus.
Gunakan pelindung saat beraktivitas di luar.
Pakai topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Pilih pakaian yang ringan, longgar, dan nyaman agar tubuh tidak semakin kepanasan.
Kurangi aktivitas berat saat matahari terik.
Jika memungkinkan, atur kegiatan di luar ruangan pada pagi atau sore hari.
Hindari aktivitas fisik berat ketika matahari sedang menyengat.
Siapkan payung atau jas hujan.
Jangan hanya mengandalkan kondisi langit saat berangkat.
Bawa payung atau jas hujan agar tidak kehujanan ketika cuaca berubah mendadak.