Penyidik Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Satreskrim Polres Madiun Kota sedang meneliti tiga lokasi yang diduga terkait kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4).

Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengungkap hubungan antarlokasi sekaligus mengumpulkan bukti-bukti penting dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama menjelaskan bahwa tiga lokasi yang diperiksa mencakup sebuah hotel di Kota Madiun, rumah di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, serta rumah terduga pelaku Dwi Bagus di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

"Pemeriksaan dilakukan bersama tim Laboratorium Forensik Polda Jatim sebagai bagian dari penyidikan gabungan," ujar Kapolres Rizki kepada wartawan dikutip dari Antara.

Kasus ini pertama kali muncul setelah keluarga melaporkan hilangnya Dini dan anaknya. Selanjutnya, polisi menemukan beberapa petunjuk yang mengarah pada identifikasi terduga pelaku.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV dari hotel yang pernah disinggahi korban serta terduga pelaku menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan kasus tersebut.

Salah satu titik pemeriksaan yang mendapat perhatian adalah area di belakang rumah di Jalan Kunir, yaitu sebuah tungku yang diduga berkaitan dengan upaya untuk menghilangkan jejak setelah kedua korban dibunuh.

Berdasarkan informasi sebelumnya, jasad korban diperkirakan telah dibakar sebelum dimasukkan ke mesin penggilingan. Penyidik masih mengecek keterangan dari terduga pelaku serta memperoleh bukti-bukti dari beberapa lokasi lainnya.

Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menguji kesaksian yang sudah dikumpulkan oleh penyidik dan menjelaskan hubungan antara berbagai lokasi yang sedang diteliti.

Meski demikian, hasil pemeriksaan forensik terbaru maupun temuan bukti fisik tambahan belum dapat dipastikan karena informasi yang tersedia masih terbatas. Oleh sebab itu, kesimpulan tentang olah TKP masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian.

Beberapa pertanyaan penting tetap muncul dalam proses penyidikan setelah pendalaman di tiga lokasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini mencakup jenis bukti apa saja yang ditemukan di masing-masing tempat kejadian perkara dan bagaimana hubungan antarlokasi berdasarkan hasil pemeriksaan.

Selain itu, polisi juga ingin memperjelas sejauh mana bukti-bukti forensik dapat menjelaskan kronologi peristiwa pembunuhan tersebut.

Penyidik masih terus mendalami keterangan dari terduga pelaku, termasuk rangkaian peristiwa serta kemungkinan upaya menghilangkan jejak.

Polda Jawa Timur telah menyatakan bahwa penyidikan kasus ini sedang dalam proses pengembangan. Termasuk di dalamnya adalah pengecekan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain yang mungkin terkait dengan kejadian tersebut.

"Hasil pemeriksaan TKP dan barang bukti diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap perkara secara lebih utuh, sekaligus memastikan rangkaian kejadian berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya