Polda Jatim secara resmi meluncurkan Operasi Patuh Semeru 2026 hari ini. Pelaksanaannya dimulai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono sebagai inspektur upacara. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026, difokuskan pada peningkatan kepatuhan dalam berlalu lintas, pengurangan angka kecelakaan, serta menekan jumlah korban fatal di jalan raya.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Dekananto menyatakan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 merupakan respons terhadap meningkatnya kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Jawa Timur.

Melalui operasi ini, Polda Jatim mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin mematuhi peraturan lalu lintas serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan angka kecelakaan dan korban fatal dapat ditekan.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim periode Januari hingga September 2026, jumlah kasus kecelakaan meningkat sebesar 23 persen atau bertambah sebanyak 4.766 kasus dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas juga naik sekitar 25 persen, dengan penambahan sejumlah 94.895 pelanggaran.

"Data ini menjadi dasar dilaksanakannya Operasi Patuh Semeru 2026. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas, termasuk korban meninggal dunia dan luka berat," kata Irjen Pol Dekananto.

Operasi ini dilaksanakan dengan pendekatan tiga tahap: preventif sebesar 50 persen, preemtif 20 persen, dan represif 30 persen. Ketiganya diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak Polda Jatim menginstruksikan seluruh personel agar lebih fokus pada edukasi dan pencegahan, dengan penegakan hukum hanya dijadikan sebagai langkah akhir jika upaya persuasif dinilai tidak efektif. Personel juga diminta untuk menerapkan pendekatan humanis dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Selain itu, ditekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, serta pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan operasi ini. Pengawasan dan tindakan akan dilakukan secara intensif di ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas yang tinggi.

"Sinergitas lintas instansi tidak boleh sebatas ditunjukkan saat apel gelar pasukan, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan nyata di lapangan sebagai bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya dinilai dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas. Kesadaran untuk mematuhi aturan serta mengutamakan keselamatan menjadi tujuan utama operasi ini.

"Operasi ini merupakan ikhtiar kemanusiaan. Kita ingin menyelamatkan masyarakat Jawa Timur agar tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Saya berharap seluruh personel dapat bekerja secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas," pungkasnya.