LambeTurahBali - Turunan tajam di jalanan Bali memang dikenal menguji nyali, apalagi bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan medannya.

Rabu (21/10/2026) siang, sebuah perjalanan di Jalan Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, berakhir tragis. Sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Lilik Prianto (47), warga Jatiasih, Kota Bekasi, bersama penumpangnya Faisal Syachori (47), warga Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, menabrak pohon besar di sisi jalan setelah diduga mengalami rem blong.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA di Banjar Dinas Tukad Juwuk, Desa Selat.

Motor yang melaju dari arah selatan menuju utara itu memasuki ruas jalan yang menurun tajam. Di titik itulah diduga rem motor tidak berfungsi normal, membuat kendaraan oleng dan akhirnya menghantam pohon besar di sisi barat jalan.

"Keduanya mengalami pendarahan dari hidung dan telinga. Setelah dibawa ke RS Parama Sidhi Singaraja, keduanya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga," ujar Yohana, Kamis (22/10/2026).

Kedua korban berasal dari luar Bali, jauh dari rumah, yang membuat kecelakaan ini terasa lebih menyayat. Apa yang mungkin dimulai sebagai perjalanan menikmati medan berbukit Buleleng, berakhir di titik yang sama sekali tidak direncanakan siapa pun.

Turunan tajam seperti di Desa Selat memang kerap jadi titik rawan, terutama bagi kendaraan yang kondisinya tidak sepenuhnya prima atau pengendara yang belum terbiasa dengan karakteristik jalan menurun panjang. Satu detik kegagalan sistem pengereman, di medan seperti itu, bisa berakibat fatal.

Satlantas Polres Buleleng saat ini masih mendalami penyebab pasti kegagalan rem motor tersebut. Jenazah kedua korban sendiri telah diserahkan dan dibawa pulang oleh pihak keluarga.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Yohana.