Pemerintah terus mempercepat pembenahan sistem pendidikan nasional melalui dua program strategis selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Kedua program tersebut berjalan beriringan untuk mengatasi kesenjangan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.
Pemerintah memperbaiki fasilitas fisik sekolah agar kegiatan belajar berlangsung lebih aman dan nyaman, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,
Ia menekankan bahwa kedua program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas dan penyediaan perangkat teknologi.
Manfaatnya ditargetkan menjangkau peserta didik di 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, serta 6.481 kecamatan di seluruh Indonesia.
Hingga 28 September 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 38.586 satuan pendidikan.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan pelaksanaan program pembenahan fasilitas sekolah sepanjang tahun anggaran 2026.
Digitalisasi Pembelajaran Diperluas
Selain memperbaiki kondisi fisik sekolah, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
Kemendikdasmen menghadirkan perangkat digital untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapan guru dan siswa menghadapi perkembangan teknologi.
Laporan kementerian pada September 2026 mencatat sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digital sejak 2025.
Bantuan tersebut mencakup Papan Interaktif Digital (PID) atau interactive flat panel (IFP), laptop, serta media penyimpanan eksternal.
Papan Interaktif Digital dihadirkan untuk membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif dan mendorong keterlibatan siswa selama pembelajaran.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perangkat tersebut dapat mendukung proses belajar yang lebih menarik dan kreatif.
"Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif," ujar Mu’ti.
Meski demikian, pemanfaatan perangkat digital membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Ketersediaan listrik yang stabil dan jaringan internet yang baik menjadi faktor penting agar teknologi pembelajaran dapat digunakan secara optimal.
Pemerintah pun mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi keterbatasan akses listrik dan jaringan telekomunikasi, terutama di sekolah-sekolah pelosok.
Dukungan infrastruktur tersebut diperlukan agar perangkat digital benar-benar membantu kegiatan belajar mengajar.
Kemendikdasmen juga memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik. Melalui berbagai pelatihan, guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif dan mengintegrasikannya ke dalam metode pembelajaran.
Penguasaan teknologi dapat membantu guru membangun interaksi kelas yang lebih dinamis. Pemanfaatan perangkat digital juga diharapkan mendorong daya nalar kritis siswa dan mengurangi ketergantungan pada metode pembelajaran yang monoton.
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan
Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran menjadi dua program yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik. Perbaikan fisik menyediakan ruang belajar yang aman dan layak, sedangkan teknologi membuka peluang penerapan metode pembelajaran yang lebih beragam.
Pemerintah berharap integrasi kedua program tersebut dapat memperluas pemerataan kualitas pendidikan, termasuk di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Dengan demikian, siswa di daerah terpencil memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh fasilitas dan pengalaman belajar yang berkualitas.
Keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah sekolah yang selesai direnovasi atau perangkat digital yang telah disalurkan. Dampak terhadap kualitas pembelajaran, kemudahan guru dalam mengajar, serta pengalaman siswa di ruang kelas juga menjadi aspek penting dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.