Unggahan tentang perjalanan mendaki Gunung Rinjani menimbulkan tuduhan serius dan telah ditonton sebanyak tujuh juta kali.
Seorang perempuan dengan inisial S asal Sulawesi Selatan menceritakan pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengklaim mengalami pelecehan seksual oleh rekan pendakinya saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Agustus 2026. Klaim ini berasal dari unggahan S dan belum terverifikasi.
Dalam unggahannya, S menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya. Menurutnya, ia diajak mendaki oleh seorang pria asal Makassar yang dikenalnya melalui media sosial.
Selama perjalanan dari Makassar menuju Lombok, S mengaku mengalami tindakan yang diduga mengarah pada pelecehan. Kejadian pertama terjadi di kapal rute Makassar-Surabaya pada 22 Agustus 2026.
S menulis bahwa ia sering disentuh oleh pelaku dan bahwa pelaku mencoba tidur di dekatnya. Pada pelayaran berikutnya menuju Lombok, ia mengaku dipeluk secara paksa hingga memilih pindah dan tidur di mushola kapal.
Ia juga mengungkap adanya dugaan kekerasan fisik, pemaksaan, dan ancaman di basecamp Rinjani. Selama perjalanan menuju puncak, S mengaku ditinggalkan dalam keadaan kedinginan dan diintimidasi agar tidak menceritakan kejadian tersebut.
"Saya korban pelchan dari kapal sampai di bc (basecamp) Rinjani dan di jalur (pendakian) terjadi penyerangan verbal abuse dengan membawa fisikku," tulis S di akun Instagram miliknya, Selasa (3/11/2026).
Dalam kronologi di keterangan unggahan, S menyebut adanya pelecehan verbal dan pengancaman saat turun dari puncak. Ia mengaku menanggung biaya perjalanan yang tidak sesuai kesepakatan awal, dengan total pengeluaran Rp3.724.000.
Unggahan tersebut menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet. Videonya kini telah mencapai 7 juta tayangan.
Upaya konfirmasi kepada S melalui pesan langsung (direct message) belum dibalas hingga berita ini ditulis. Identitas pria yang disebut dalam unggahan tidak diketahui, dan belum ada tanggapan darinya.
Belum diketahui apakah kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian.
Dalam unggahan Instagram Story terbaru, S berterima kasih kepada warga Lombok yang membantunya.
"Terima kasih untuk warga Lombok, terima kasih untuk para guide Gunung Rinjani yang menolong saya di jalur, dan untuk Bapak di klinik yang dengan tulus membantu memesankan tiket pesawat saat saya masih terbaring diinfus. Kebaikan kalian tidak akan pernah saya lupakan," tulisnya.
"Lihat postingan di Instagram"
Unggahan ini menimbulkan perhatian luas terhadap isu pelecehan seksual dalam aktivitas pendakian. Kasus ini masih dalam proses verifikasi dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa ke pihak berwenang jika terjadi.