Masyarakat dewasa ini semakin mudah mengakses berbagai produk pembiayaan digital, mulai dari pinjaman online (pinjol) hingga layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL). Menanggapi kondisi yang ada, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dan mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil pinjaman.
Kemudahan layanan keuangan digital memang memungkinkan masyarakat mendapatkan pembiayaan dengan proses yang lebih cepat. Namun, tanpa pemahaman yang memadai mengenai risiko dan kewajiban pembayaran, kemudahan tersebut berpotensi mendorong pengguna mengambil pinjaman melebihi kemampuan finansial.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menegaskan bahwa kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi keuangan yang baik. Menurut dia, masyarakat perlu memahami risiko serta memastikan mampu memenuhi kewajiban pembayaran sebelum memanfaatkan layanan tersebut.
“Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,
Agusman menjelaskan, perkembangan teknologi telah mempercepat proses penilaian kelayakan pembiayaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama. Kini, penyelenggara pembiayaan dapat memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta machine learning untuk menganalisis data calon peminjam.
Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan,
Selain mempermudah kebutuhan pembiayaan masyarakat, teknologi keuangan juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan modal. Layanan tersebut dapat memperluas jangkauan pembiayaan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sulit mengakses layanan keuangan konvensional.
Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital,