Martha Amalia Iflahah mengungkap isi percakapannya dengan Dwi Bagus Martono, suaminya, saat bertemu dalam rangka rekonstruksi kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berusia empat tahun di Madiun.
Dalam konferensi pers di Hotel Mercure pada Senin (2/11/2026), Martha menjelaskan bahwa ia meminta Dwi untuk berani menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya.
"Kalimat pertama yang saya ucapkan adalah, ‘Brave ya, Yah. Brave.’ Saya ingin suami saya berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukan," kata Martha.
Martha juga menyampaikan bahwa Dwi pernah bertanya tentang respons orang tua Martha setelah kasus tersebut terungkap.
Ia menjawab bahwa kedua orang tuanya telah memaafkan tindakan Dwi. Mendengar jawaban itu, Dwi disebut langsung menangis dan meminta maaf.
Martha menyatakan bahwa orang-orang di sekitarnya mendorong dirinya untuk memaafkan Dwi dan mendoakannya agar proses hukum berjalan lancar.
"Saya sangat bersyukur di lingkungan saya semuanya justru meminta saya untuk memaafkan suami saya dan meminta mendoakan suami saya agar dibukakan hatinya sehingga bisa menjalani proses hukum dengan lancar," tuturnya.
Selain meminta Dwi bertanggung jawab, Martha mengaku menyampaikan pesan agar suaminya tidak takut menghadapi kematian maupun putusan hukum yang akan dijatuhkan.
Ia bahkan secara khusus mengingatkan Dwi agar tidak mengakhiri hidupnya selama dalam tahanan. Martha menegaskan bahwa Dwi masih memiliki kesempatan untuk bertobat.
"Saya sampaikan, 'Kamu jangan takut mati, semua manusia mati, aku pun. Aku mati lebih dulu itu juga mungkin terjadi, artinya apa pun putusan hukumnya nanti, putusan-Nya nanti ya diterimalah,'" ungkapnya.
Martha kemudian melanjutkan pesan agar Dwi tidak melakukan tindakan bunuh diri.
"Saya sampaikan juga, 'Kamu jangan bunuh diri di sana. Kalau kamu bunuh diri nanti kamu tidak akan terlahir kembali sebagai manusia, kamu masih punya kesempatan hidup untuk bertobat,'" lanjutnya.
Pengakuan Martha tentang percakapan dengan Dwi menambah gambaran mengenai pertemuan emosional keduanya setelah rekonstruksi kasus yang menarik perhatian publik.
Sebelumnya, momen pertemuan Martha dan Dwi setelah rekonstruksi pada Selasa (27/10/2026) sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, Dwi terlihat menangis hingga bersimpuh di hadapan Martha.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur sebelumnya menyebut Martha berusaha memperkuat Dwi agar menerima perbuatannya dan bertanggung jawab.
"Intinya, sudah, semua sudah terjadi, terima aja, sabar, banyakin salat," kata Jumhur.
Dwi Bagus Martono merupakan tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya. Kasus tersebut masih dalam proses hukum di kepolisian.