JatimLambeTurah - Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan turut memberikan andil terhadap inflasi Jawa Timur pada Oktober 2026. Menariknya, bukan hanya cabai merah dan cabai rawit, ikan bandeng atau ikan bolu juga masuk dalam daftar komoditas yang mendorong kenaikan harga.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar 0,07 persen pada Oktober 2026.
Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan sejumlah komoditas pangan memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi selama periode tersebut.
Komoditas yang tercatat memberikan andil terhadap inflasi bulanan antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam, serta ikan bandeng atau yang dikenal masyarakat sebagai ikan bolu.
"Masuknya ikan bandeng dalam daftar komoditas penyumbang inflasi menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada kelompok sayuran dan bumbu dapur, tetapi juga komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat," kata Herum dalam pemaparan perkembangan inflasi BPS Jawa Timur dalam lamannya, Senin (2/11/2026).
Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dijumpai di pasar tradisional maupun pasar modern di Jawa Timur.
Perubahan harga ikan bandeng turut menjadi perhatian dalam pemantauan inflasi karena komoditas ini menjadi bagian dari kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Selain ikan bandeng, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan labu siam juga memberikan andil terhadap inflasi bulanan Oktober 2026.
Pergerakan harga berbagai komoditas tersebut memperlihatkan bahwa kondisi pasokan dan distribusi pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Herum Fajarwati, sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang belum mendukung produktivitas pertanian turut memengaruhi ketersediaan sejumlah komoditas hortikultura.
"Keterbatasan pasokan air dan kondisi cuaca yang tak mendukung berpengaruh signifikan terhadap produktivitas hasil panen petani," tambahnya.
Meski begitu, faktor cuaca tersebut terutama berkaitan dengan produktivitas komoditas hortikultura. Sementara itu, penyebab spesifik kenaikan harga ikan bandeng masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada BPS maupun pelaku usaha perikanan.
Secara keseluruhan, inflasi bulanan Jawa Timur pada Oktober 2026 mencapai 0,07 persen. Adapun inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) tercatat sebesar 3,09 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 4,70 persen dengan andil sebesar 1,30 persen terhadap inflasi umum.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas lain, seperti bensin, angkutan udara, beras, daging sapi, dan minyak goreng, memberikan andil terhadap inflasi tahun kalender Januari hingga Oktober 2026.
Perkembangan harga tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan, termasuk komoditas perikanan yang menjadi salah satu kebutuhan konsumsi masyarakat.