Bukan sekadar bertambah usia, Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 menjadi pengingat bahwa sejarah dan budaya Madura punya akar panjang yang perlu terus dirawat.

Tepat pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Kabupaten Bangkalan memperingati hari jadinya.

Di balik perayaan tersebut, ada jejak sejarah yang menghubungkan masyarakat masa kini dengan para leluhur yang membangun peradaban di Madura Barat.

Dikutip dari laman RRI, penetapan Hari Jadi Bangkalan berkaitan dengan tanggal 24 Oktober 1531, saat Raden Pratanu dinobatkan sebagai Panembahan Lemah Duwur.

Penetapan tanggal tersebut dilakukan melalui proses kajian sejarah dan keputusan DPRD Bangkalan pada tahun 1992.

Jejak sejarah itu juga membawa perhatian pada kawasan Arosbaya, yang memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Plakaran dan perkembangan pemerintahan Bangkalan pada masa lampau.

Menjelang peringatan tahun ini, kegiatan ziarah makam leluhur turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan.

Radio Republik Indonesia (RRI) memberitakan bahwa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melaksanakan ziarah ke Kidemung Plakaran dan Pesarean Makam Agung pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diisi dengan penghormatan kepada leluhur, doa bersama, dan tabur bunga.

Selain menjadi agenda peringatan, ziarah juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengusung tema "Mari Kita Wujudkan Bangkalan Ramah Investasi, Aman dan Berbudaya" dalam peringatan tahun 2026.

"Tema tersebut menempatkan budaya sebagai salah satu unsur penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Tantangannya bukan hanya menjaga peninggalan sejarah, melainkan juga memastikan nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman,", kata Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Momentum Hari Jadi Bangkalan ke-495 pun dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi muda, menghidupkan kegiatan kebudayaan, dan mendorong masyarakat ikut menjaga identitas Madura.

"Sebab, merawat sejarah bukan hanya soal mengenang masa lalu. Lebih dari itu, sejarah menjadi pijakan untuk membangun masa depan tanpa kehilangan jati diri,", tambahnya.

Raden Pratanu merupakan tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Bangkalan, Madura, yang dikenal dengan gelar Panembahan Lemah Duwur. Ia adalah putra Raden Pragalba, penguasa Madura Barat yang berpusat di kawasan Plakaran, Arosbaya.