Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menarik perhatian pengguna jalan pada Selasa pagi (20/10/2026). Enam aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi pemanjatan Monumen Patung Selamat Datang untuk menyuarakan kegelisahan mereka tepat dua tahun masa jabatan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Melalui aksi tersebut, Greenpeace Indonesia meminta pemerintah lebih serius dalam menghadapi krisis iklim yang dinilai semakin mengancam kualitas hidup masyarakat. Dua spanduk besar dibentangkan dari atas Patung Selamat Datang di Bundaran HI. Pesan pada spanduk menyoroti hubungan antara krisis iklim, ancaman bencana meningkat, dan beban biaya hidup warga.

Spanduk pertama bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup". Spanduk ini dibentangkan menghadap ke arah utara menuju Istana Merdeka. Sementara itu, spanduk kedua bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" dan menghadap ke arah selatan Bundaran HI.

Aksi tersebut mendapat respons cepat dari aparat kepolisian yang datang ke lokasi untuk mengamankan situasi. Petugas berkoordinasi dengan tim penyelamat guna menurunkan para aktivis dari monumen tersebut.

Kepolisian meminta aktivis segera menghentikan aksi pemanjatan demi mencegah terjadinya kecelakaan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung memimpin pengamanan dan menyatakan keselamatan peserta aksi menjadi prioritas utama.

'"Saat ini tentu yang kami utamakan adalah keselamatan jiwa raga dari teman-teman Greenpeace yang enam orang itu,"', kata Reynold.

Reynold menjelaskan bahwa kelompok aktivis terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki. Setelah proses evakuasi, keenam aktivis diamankan oleh polisi ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, kepolisian belum menentukan langkah hukum yang akan diambil terkait aksi tersebut. Reynold mengungkapkan petugas masih memprioritaskan keselamatan para aktivis sebelum membuat tindak lanjut.

'"Nanti kita lihat, yang utama itu adalah keselamatan bagi mereka dulu,"', ujar Reynold.

"Sementara itu, polisi akan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mendalami kronologi aksi, termasuk waktu dan cara para aktivis berhasil naik ke atas Patung Selamat Datang."

'"Tentu nanti akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan audit kepada pihak-pihak terkait,"', kata Reynold.

Tanggapan Gubernur Jakarta turut datang dari Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta. Ia menyatakan bahwa ia menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di negara demokrasi namun menekankan agar aksi tetap berlangsung tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum.

'"Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi,"', kata Pramono di Jakarta.

Menurut Pramono, penyampaian aspirasi adalah bagian penting dari kehidupan demokratis yang perlu diberi ruang. Masyarakat memiliki hak untuk memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah termasuk soal lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan demonstrasi harus memperhatikan ketertiban umum serta keselamatan semua pihak. Ia menyebutkan risiko keselamatan yang mungkin dialami para aktivis selama berada di atas monumen.

Pramono mengharapkan keenam aktivis Greenpeace Indonesia segera turun dari monumen untuk menghindari risiko tidak diinginkan. Menurutnya, keselamatan peserta aksi menjadi hal utama yang perlu diperhatikan sambil menjaga ketertiban di kawasan Bundaran HI.

'"Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan segera untuk turun karena kalau tidak kan kalau ada apa-apa nanti apa, jangan sampai ketertiban kita terganggu,"', jelas dia.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah memberi perhatian terhadap pelaksanaan aksi di ruang publik, terlebih lagi jika kegiatan melibatkan aktivitas di ketinggian.

Bundaran HI merupakan salah satu kawasan penting di Jakarta sebagai pusat aktivitas masyarakat dan memiliki nilai simbolis sebagai ruang publik ibu kota. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi di lokasi ini harus tetap mempertimbangkan aspek keamanan serta kenyamanan warga.

Kepolisian masih dalam proses evaluasi mengenai langkah hukum yang akan ditempuh terhadap keenam aktivis tersebut. Reynold menyatakan bahwa pihaknya sedang fokus pada keselamatan para peserta aksi sebelum membuat penentuan tindakan lebih lanjut.

Tim Advokasi Greenpeace Indonesia juga sedang bersiap untuk memberikan pernyataan resmi terkait aksi mereka dan menegaskan hak masyarakat untuk berdemo secara aman dan tertib.

Pemerintah daerah tetap mendukung penyampaian aspirasi namun dengan syarat kegiatan harus dijalankan sesuai aturan agar tidak mengganggu ketertiban umum serta memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Kepolisian akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses evakuasi para aktivis dilakukan dengan baik tanpa menyebabkan risiko tambahan bagi peserta maupun warga sekitar.

Tim Advokasi untuk Demokrasi mendatangi markas kepolisian untuk mendampingi para aktivis selama menjalani pemeriksaan. .

Perwakilan tim advokasi, Daniel Winarta, menyatakan kondisi fisik keenam aktif dalam keadaan baik meski mulai kelelahan akibat lamanya proses pemeriksaan. .

""Iya, semuanya aman, sehat. Cuma karena proses berlarut, jadi mereka juga lelah dalam menunggu proses," kata Daniel kepada wartawan." .

"Daniel menjelaskan, pemeriksaan medis yang dijalani para aktivis mencakup pengecekan refleks dan pengukuran tekanan darah. Namun, ia menyayangkan minimnya fasilitas istirahat yang layak bagi kliennya selama menjalani pendataan." .

""Karena memang ini sudah berlangsung dalam waktu yang panjang, mereka membutuhkan istirahat. Sehingga beberapa di antara mereka kini sedang beristirahat, namun dengan kondisi seadanya karena kondisi di dalam tidak cukup baik untuk beristirahat," ujarnya." .

"Daniel juga mempertanyakan dasar hukum tindakan polisi membawa dan menahan para aktivis tanpa kejelasan status hukum sejak pagi hingga petang. Menurut dia, aparat seharusnya memberikan kejelasan mengenai dasar tindakan tersebut." .

""Tidak ada dasar hukum mengenai apa yang dilakukan oleh polisi saat ini. Menahan-nahan orang tanpa status yang jelas, itu tidak ada dasar hukumnya," kata Daniel." .

"Anggota tim advokasi lainnya, Airlangga Julio, menilai aksi pemanjatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan secara damai. Ia menyebut keenam aktivis sebagai pembela hak asasi manusia (HAM) di bidang lingkungan." .

""Dan aksi ini, rekan-rekan, adalah aksi dalam rangka untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik, dilindungi oleh berbagai instrumen hukum internasional maupun nasional. Mereka, enam orang aktivis Greenpeace Indonesia, adalah pembela HAM lingkungan," kata Airlangga." .

Enam Aktivis Dipulangkan pada Malam Hari .

Setelah menjalani proses klarifikasi selama kurang lebih delapan jam, keenam aktivis akhirnya dipulangkan pada Selasa malam. .

Daniel mengonfirmasi bahwa para aktif sudah meninggalkan kantor kepolisian sekitar pukul 20.30 WIB. .

""Sudah, jam 08.30 (malam)," kata Daniel saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026)." .

"Daniel menjelaskan, pemeriksaan yang dijalani para aktivis mencakup pendataan identitas dan kronologi kejadian. Ia juga memastikan mereka tidak menjalani penahanan lanjutan setelah proses tersebut selesai." .

""(Pendataan mencakup) kronologi dan identitas," sambung Daniel." .

Pemulangan tersebut mengakhiri rangkaia pemeriksaan terhadap keenam activ yang aksinya menyita perhatian warga Jakarta sejak pagi. Mereka selanjutnya dapat kembali ke kediaman masing-masing. .

Bentangkan Spanduk Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup .

Momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pun dimanfaatkan Greenpeace untuk menyuarakan tuntutan agar pemerintah memperkuat langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim. .

Keenam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Patung Selamat Datang dan membentangkan dua kain berukuran besar berisi pesan kritik. .

Spanduk pertama yang menghadap ke arah utara, menuju kawasan Istana Merdeka, memuat tuntutan terkait penanganan krisis iklim dan penurunan beban hidup masyarakat. .

Sementara itu, spanduk kedua yang membentang ke arah selatan kawasan Bundaran HI berisi sindiran mengenai dampak bencana lingkungan dan kinerja birokrasi. Pesan tersebut ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar pemerintah memprioritaskan keselamatan lingkungan. .

Petugas menurunkan spanduk pertama sekitar pukul 08.50 WIB dengan bantuan peralatan dari armada pemadam kebakaran. Sekitar 30 menit kemudian, petugas menurunkan spanduk kedua pada pukul 09.20 WIB sehingga kedua kain tersebut tidak lagi membentang di monumen. .

Melalui aksi di salah satu ruang publik ikonik Jakarta itu, Greenpeace Indonesia menyoroti keterkaitan antara kerusakan hutan, cuaca ekstrem, dan meningkatnya beban pengeluaran rumah tangga. .

Mereka juga mengingatkan pemerintah agar menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan dan ekonomi jangka panjang.