Warga Jawa Timur perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca pada Rabu (4/11/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota selama periode 2 hingga 9 November 2026.

Potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan angin puting beliung hingga hujan es.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer.

"Salah satunya aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, terdapat pola pertemuan angin atau konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan," kata Taufiq dikutip dari laman BMKG.

Kondisi tersebut diperkuat suhu muka laut di perairan Selat Madura yang cukup hangat serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Kombinasi faktor tersebut dapat memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif sehingga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG Juanda mengingatkan cuaca dapat berubah secara mendadak.

Wilayah yang sebelumnya cerah berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang.

Potensi cuaca ekstrem tersebut juga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

Hujan lebat dalam durasi tertentu dapat memicu genangan, banjir, hingga banjir bandang.

Sementara angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, lereng curam, dan sekitar tebing juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor.

Pengguna jalan diimbau berhati-hati saat hujan turun karena permukaan jalan menjadi licin dan jarak pandang dapat berkurang.

BMKG Juanda meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Warga juga diharapkan segera mengantisipasi kondisi lingkungan masing-masing apabila hujan deras disertai angin kencang berlangsung.

Dengan meningkatnya potensi hujan pada awal November, masyarakat Jawa Timur sebaiknya tidak mengabaikan perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan antardaerah.

Berdasarkan peringatan dini BMKG Juanda, 21 daerah yang masuk wilayah kewaspadaan meliputi Kabupaten Probolinggo.

Kota Pasuruan merupakan salah satu wilayah yang perlu diwaspadai.

Kabupaten Pasuruan juga termasuk dalam daftar 21 kabupaten/kota yang berpotensi menghadapi cuaca ekstrem.

Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kabupaten Lumajang juga masuk dalam daftar tersebut.

Kota Kediri termasuk dalam wilayah kewaspadaan BMKG.

Kabupaten Kediri perlu memperhatikan ancaman cuaca ekstrem.

Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu wilayah yang berisiko tinggi.

Kabupaten Trenggalek juga dimasukkan dalam daftar 21 daerah.

Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam daftar yang perlu diwaspadai.

Kota Malang merupakan salah satu kota yang menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Kabupaten Malang juga masuk dalam daftar tersebut.

Kota Blitar termasuk dalam wilayah kewaspadaan BMKG.

Kabupaten Blitar juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kabupaten Pacitan menjadi salah satu daerah yang berisiko.

Kota Mojokerto termasuk dalam daftar 21 kabupaten/kota.

Kabupaten Mojokerto juga dimasukkan dalam peringatan dini BMKG.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai.

Kabupaten Ponorogo termasuk dalam daftar tersebut.

Kota Batu juga masuk dalam daftar 21 daerah yang berpotensi menghadapi cuaca ekstrem.

Kabupaten Magetan menjadi daerah terakhir yang termasuk dalam peringatan dini BMKG.