Krisis diplomatik dan komersial sepak bola Spanyol meledak tak terkendali di Asia setelah stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, secara resmi memboikot siaran langsung dua pertandingan La Liga pada Sabtu (31/10/2026).

Aksi 'cancel culture' berskala nasional ini muncul sebagai dampak dari lelucon viral yang dilakukan megabintang Real Madrid, Kylian Mbappe, yang menyebut mantan pemimpin Tiongkok, Mao Zedong, sebagai diktator.

Layar kaca jutaan penonton di Tiongkok tiba-tiba gelap saat saluran olahraga CCTV menolak menyiarkan pertandingan Espanyol yang mengalahkan Villarreal 1-0 serta kemenangan Atletico Madrid atas Levante.

Keputusan tersebut menjadi pukulan berat bagi para penggemar sepak bola Tiongkok yang telah menantikan pertandingan di akhir pekan.

Hingga saat ini, publik masih mempertanyakan apakah dua pertandingan tersebut sengaja dihapus dari jadwal atau sudah diboikot sejak awal akibat kemarahan otoritas setempat.

Kubu Mbappe, manajemen Real Madrid, dan petinggi La Liga telah menyampaikan permintaan maaf terbuka untuk meredakan ketegangan yang semakin memburuk.

Namun, permohonan maaf tersebut ternyata tidak cukup untuk menghapus rasa sakit hati rakyat dan pemerintah Tiongkok.

Gelombang kemarahan publik Tiongkok langsung berdampak pada ekonomi La Liga, yang mengalami kerugian besar.

Aksi boikot oleh CCTV dan keruntuhan jaringan bisnis La Liga bermula dari unggahan video viral yang menampilkan Mbappe menertawakan meme internet yang mengedit wajahnya menyerupai Mao Zedong.

Tanpa menyadari sensitivitas budaya yang tinggi di Tiongkok, Mbappe menyebut Mao Zedong sebagai diktator, yang menimbulkan reaksi keras.

China Media Group (CMG), yang mengelola CCTV, mengumumkan penghentian siaran La Liga sejak awal pekan sebagai bentuk protes.

Lembaga penyiaran tersebut menegaskan bahwa klarifikasi resmi dan permintaan maaf mendalam dari pihak terkait adalah syarat wajib.

Situasi ekonomi Mbappe semakin parah setelah perusahaan Tiongkok besar memutus kontrak sponsor bernilai jutaan dolar secara sepihak.

Mbappe akhirnya memberikan pernyataan permintaan maaf atas komentarnya yang dianggap ceroboh, diikuti oleh pernyataan resmi dari La Liga dan Real Madrid.

Meskipun Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan serius menanggapi permintaan maaf tersebut, atmosfer diplomatik tetap membeku di balik layar.

Ketidakjelasan mengenai kapan pembicaraan bilateral akan dimulai membuat para petinggi sepak bola Spanyol panik setengah mati, mengingat China adalah pasar komersial yang sangat menarik dan juga menayangkan Liga Inggris, Jerman, Italia, dan Prancis.

Jose Mourinho akhirnya angkat bicara untuk melindungi marwah Real Madrid dan ruang ganti timnya di tengah situasi yang semakin memanas di level internasional.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menolak membiarkan klubnya terus-menerus disudutkan oleh opini publik global.

Dengan gaya bicaranya yang tegas, Mourinho langsung pasang badan membela langkah-langkah darurat yang diambil oleh manajemen klub.

Di hadapan awak media, Mourinho secara blak-blak menegaskan bahwa Real Madrid telah melakukan segala upaya maksimal sesuai koridor etika dan tanggung jawab institusi.

"Kami sudah melakukan bagian kami," kata Mourinho.

Pernyataan singkat namun sarat makna dari Mourinho menjadi sinyal tegas bahwa klub enggan terus-menerus disandera oleh rasa bersalah atas kelalaian personal satu pemain.

Sang manajer ingin memastikan fokus skuad tidak terpecah belah oleh intrik politik internasional saat menghadapi jadwal kompetisi domestik dan Eropa.

Meski Mourinho telah menunjukkan sikap tegas di hadapan media, tekanan batin yang menggelayuti Mbappe diyakini belum surut.

Isu liar beredar di kalangan suporter bahwa insiden ini memicu keretakan internal di kamar ganti Santiago Bernabeu.

Kekhawatiran terhadap dampak finansial yang merembet ke rekan-rekan setim juga muncul.

Bagi masyarakat setempat, Mao Zedong bukan sekadar figur sejarah biasa, melainkan ikon nasional yang sangat dihormati.

Sejarawan sering mengaitkan kebijakannya dengan era kelaparan massal di masa lalu, tetapi penghormatan terhadapnya tetap utuh.

Menggunakan nama sang tokoh di ruang publik dianggap sebagai tabu terbesar yang memicu pemboikotan tanpa ampun.

Sikap tegas otoritas penyiaran Tiongkok menjadi alarm bagi pesepak bola modern untuk menjaga lisan dan etika di era media sosial yang tanpa batas.

Tudingan miring terhadap bintang sepak bola Eropa yang dianggap arogan dan buta wawasan geopolitik kini menjadi pelajaran mahal bagi Mbappe.

Nasib siaran La Liga di Tiongkok kini berada di persimpangan jalan yang sangat genting dan penuh ketidakpastian.

Publik sepak bola dunia hanya bisa menanti apakah diplomasi tingkat tinggi mampu meredakan tensi yang membara, atau boikot ini menjadi awal pemutusan hubungan permanen antara Tiongkok dan sepak bola Spanyol.