Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jawa Timur tidak hanya melibatkan tim Search and Rescue (SAR) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendirikan dapur lapangan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Brimob Polda Jatim dalam memberikan bantuan kemanusiaan di tengah penanganan karhutla.

Dapur lapangan tersebut didirikan pada Senin (26/10/2026) di Desa Jatiarjo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memastikan kebutuhan pangan warga sekitar dapat dipenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Personel Satbrimob menyiapkan sedikitnya 300 paket makanan yang terdiri dari nasi, mi goreng, tahu penyet, telur ceplok, dan kerupuk. Paket-paket itu kemudian dibagikan ke beberapa lokasi seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta kantor desa setempat.

Kehadiran dapur lapangan mendapatkan respons positif dari kepala desa beserta perangkat Desa Jatiarjo. Mereka mengharapkan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama situasi darurat masih berlangsung.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa Satbrimob terlibat dalam penanganan karhutla melalui beberapa upaya, termasuk operasi SAR dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya fokus pada tindakan di lapangan tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan dasar penduduk sekitar wilayah terdampak. "Melalui pengerahan tim SAR dan dapur lapangan, Brimob Polda Jatim berupaya hadir langsung menjawab kebutuhan riil di lapangan. Kami berharap bantuan logistik ini dapat meringankan beban masyarakat," ujar Kombes Pol Abast.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap warga yang mengalami dampak dari bencana adalah bagian dari komitmen Polri dalam memberikan layanan, perlindungan, serta pengayoman kepada seluruh rakyat Indonesia.

Di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko karhutla, Polda Jatim mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menjaga lingkungannya. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan atau lahan.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitarnya. "Sinergi antara petugas dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tegasnya.

Melalui pengerahan tim SAR serta pendirian dapur lapangan, Brimob Polda Jatim terus mendukung upaya penanggulangan karhutla sambil membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dalam menghadapi bencana dan memperkuat kesadaran warga tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Keterlibatan Satbrimob menunjukkan bahwa Polri selalu siap memberikan dukungan penuh baik secara operasional maupun sosial kepada masyarakat, khususnya saat sedang mengalami situasi darurat.