Di dunia mode, panggung runway kerap dikaitkan dengan wajah-wajah muda dan energi muda. Namun, pada Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, terjadi perubahan signifikan ketika tujuh perempuan berusia antara 30 hingga 70 tahun tampil dengan percaya diri di atas catwalk. Mereka adalah para finalis dari ajang pencarian model bertajuk Miracle Models 2026, yang hadir sebagai bentuk kampanye inklusif untuk menunjukkan bahwa usia bukan batas, melainkan peluang bagi perempuan Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang secara pribadi maupun profesional.
Proses menua memang membawa berbagai perubahan fisik, termasuk pada kondisi kulit. Berdasarkan sejumlah penelitian, produksi kolagen dalam kulit mulai menurun sejak memasuki usia 20-an, dengan penurunan rata-rata sekitar 1 persen per tahun. Penurunan ini berdampak langsung pada elastisitas kulit, sehingga tanda-tanda penuaan seperti keriput dan kekencangan mulai tampak di wajah. Meski perubahan fisik ini nyata, tekanan psikologis yang muncul justru sering kali lebih berat dari perubahan itu sendiri.
Kekhawatiran terhadap usia sering kali dipengaruhi oleh stereotip sosial dan keraguan internal. Banyak perempuan merasa harus menyerah pada ambisi atau keinginan baru ketika usia bertambah, seolah kreativitas dan peluang hanya milik generasi muda. Padahal, masa-masa setelah usia 30-an justru sering kali menjadi momen di mana seseorang memiliki lebih banyak waktu, pengalaman hidup, dan keberanian untuk mengejar mimpi yang selama ini tertunda.
Dari kesadaran inilah kampanye bertajuk "Transform to Transcend" lahir sebagai respons terhadap narasi yang sering kali membatasi perempuan berdasarkan usia. POND's Age Miracle mengusung pesan bahwa perawatan diri bukan sekadar ritual kosmetik, melainkan bagian penting dari perjalanan membangun kepercayaan diri yang abadi, tanpa batasan usia. Pesan ini diperkuat melalui kolaborasi dengan JFW 2027 sebagai wadah publik untuk menunjukkan realitas baru dalam dunia mode.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui ajang Miracle Models 2026 yang dibuka secara terbuka melalui media sosial. Program dimulai dengan pendaftaran digital melalui platform My Miracle Transformation, disusul pertemuan dengan para alumnus dari edisi sebelumnya. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa banyak perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, usia 30 hingga 70 tahun, tertarik untuk ikut serta. Setiap peserta diminta menceritakan pengalaman hidup mereka dalam menghadapi batasan usia dan mematahkan prasangka yang melekat.
Dari lebih dari 500 pendaftar, panitia melakukan seleksi ketat hingga menyisakan 25 semifinalis. Mereka kemudian menjalani serangkaian tahapan evaluasi secara tatap muka, termasuk seminar wawancara, sesi pemotretan profesional, dan uji keterampilan berjalan di atas catwalk. Setelah melalui penilaian oleh dewan juri yang kompeten, tujuh perempuan akhirnya terpilih sebagai finalis resmi yang berhak tampil di panggung utama JFW 2027. Mereka juga mendapatkan pelatihan intensif bersama tim profesional dan alumni peragawati untuk mempersiapkan penampilan mereka secara maksimal.
Tujuh finalis tersebut berasal dari berbagai latar belakang usia dan kehidupan, menunjukkan keragaman yang kaya: Sandra Gunawan (70 tahun), Tanisa Rizki (44 tahun), Niken Paramita Kusuma Wardani (39 tahun), Yocta Pratrista (36 tahun), Loemongga (35 tahun), Yosi Twentiarani (35 tahun), dan Sheila Kanti Perucha Tejena (30 tahun). Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa semangat berkarya, tampil di depan umum, dan mengejar keindahan tidak terbatas oleh angka kelahiran atau kategori usia.
Di atas panggung, para finalis didampingi figur publik Jennifer Bachdim, seorang model ternama yang telah lama dikenal dengan profesionalisme dan gaya hidup sehat. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik serta perawatan kulit secara rutin, terlepas dari kesibukan sehari-hari. Baginya, usia yang bertambah bukan alasan untuk berhenti mencoba hal baru, melainkan momentum yang tepat untuk meraih peluang dengan optimisme dan semangat baru.
Jennifer menyampaikan "Menjelang usia 40 tahun, saya justru semakin excited untuk mengejar passion dan mencoba hal-hal baru. Pastinya excitement ini harus diiringi dengan konsistensi merawat diri, termasuk kulit wajah, sebagai bentuk investasi agar kita terus percaya diri menghadapi berbagai tantangan," dalam sesi diskusi yang berlangsung pada acara tersebut. Ia menekankan pentingnya bagi perempuan Indonesia untuk tidak hanya fokus pada penampilan yang lebih muda, namun juga berupaya menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Menurutnya, transformasi ini harus dimulai dari dalam, bukan sekadar tampilan luar yang diubah secara instan.
"Inilah makna Transform to Transcend bagi saya: terus berevolusi dan berani melampaui batasan usia dengan penuh keyakinan," ujar Jennifer, menekankan bahwa keberhasilan sejati bukanlah tentang mempertahankan usia muda, melainkan tentang pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Ia menyampaikan pesan ini sebagai bentuk dukungan terhadap perempuan yang ingin tumbuh secara emosional, mental, dan spiritual.
Koleksi Memento yang dipamerkan dalam peragaan busana ini merupakan hasil kolaborasi antara perancang busana haute couture Hian Tjen dengan merek ready-to-wear Josephine Anni. Koleksi bertajuk Memento ini menampilkan desain yang menggabungkan keahlian tingkat tinggi dalam proses pembuatan pakaian dengan siluet modern yang tetap fungsional untuk digunakan sehari-hari.
Josephine Anni menjelaskan bahwa koleksi ini terinspirasi dari filosofi 'Transform to Transcend'. "Koleksi ini mengeksplorasi bagaimana keindahan bunga Calla Lily yang lembut dapat ditransformasikan menjadi siluet yang tegas dan penuh kekuatan, sehingga mampu memancarkan kepercayaan diri bagi setiap perempuan yang mengenakannya," katanya, menunjukkan bahwa tujuan utama dari desain adalah membantu pemakai melampaui batas-batas diri mereka sendiri melalui pakaian yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna secara emosional.
"Pada akhirnya, Memento memaknai transformasi sebagai perjalanan untuk terus tumbuh dan berkembang. Melalui perhatian mendalam terhadap siluet, fit, volume, dan detail, setiap busana dirancang untuk terus disimpan, dikenakan kembali, dan menjadi bagian dari koleksi yang tak lekang oleh waktu." tambahnya, menegaskan bahwa setiap potongan busana dalam koleksi ini dirancang untuk mencerminkan perjalanan hidup dan transformasi pribadi. Desain yang diusung tidak hanya menekankan estetika, tetapi juga nilai-nilai keberlanjutan dan kedalaman makna.
Salah satu ciri khas dari koleksi Memento adalah semangatnya yang bertahan terhadap tren sesaat. Pakaian dirancang untuk disimpan dan dikenakan kembali dalam berbagai momen penting dalam hidup, sehingga menjadi bagian dari kenangan pribadi. Dalam era konsumsi cepat, pendekatan ini dianggap relevan bagi perempuan yang menginginkan lemari pakaian yang tahan lama dan tetap nyaman digunakan di berbagai acara.
Kontras antara kelembutan bunga Calla Lily dan siluet busana yang tegas menjadi simbol dari para finalis yang tampil di runway. Mereka datang dengan latar belakang dan kisah unik, namun mampu melangkah di atas panggung dengan keyakinan yang kuat. Bagi penonton, momen ini terasa lebih berkesan dibanding sekadar detail teknis dari busana yang dipakai.
Shakina Dharma, sebagai Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Lead untuk Skin Care Unilever Indonesia, menyampaikan bahwa setiap tahap kehidupan merupakan kesempatan bagi perempuan untuk terus berkembang dan mengeksplorasi potensi diri. "Kami percaya, dengan investasi perawatan kulit yang konsisten dan keyakinan pada potensi diri, setiap perempuan dapat menjalani transformasi yang bermakna di setiap fase kehidupannya," ujarnya, menekankan pentingnya memandang usia bukan sebagai batasan, melainkan sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
Penyelenggara acara berharap pesan pemberdayaan perempuan ini dapat tersebar lebih luas. Keberanian dalam merawat diri dianggap sebagai fondasi penting untuk membangun ketahanan mental dan rasa percaya diri, terlepas dari usia atau kondisi sosial.
Merawat diri tidak harus melibatkan prosedur kompleks. Beberapa kebiasaan sederhana yang direkomendasikan oleh lembaga kesehatan dapat dimulai kapan saja. Melindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya berlabel broad spectrum dan SPF minimal 30, serta mengoleskannya ulang setiap dua jam saat berada di luar ruangan, merupakan langkah penting. Tidur yang cukup—7 hingga 9 jam per malam—disebut oleh Kementerian Kesehatan sebagai pilar kesehatan yang seimbang dengan nutrisi dan olahraga. Aktivitas fisik rutin juga membantu menjaga kebugaran tubuh dan kualitas tidur. Intinya, rasa percaya diri di setiap usia bukan hanya soal penampilan luar, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kebiasaan harian.
Tujuh perempuan yang tampil di runway JFW 2027 menjadi pengingat bahwa panggung dan kehidupan tidak memiliki batas usia. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, namun sama-sama berani menghadapi tantangan untuk tampil dan berkarya. Bagi perempuan yang merasa ragu karena angka di KTP, kisah mereka menjadi bukti bahwa kesempatan untuk tumbuh dan berkembang selalu terbuka, tanpa batas waktu.