Komedian Oki Rengga mendapat perhatian setelah terlibat dalam perdebatan dengan suporter klub sepak bola PSMS Medan. Oki bahkan mengungkapkan bahwa dirinya nyaris menjadi korban pembunuhan akibat menyampaikan kondisi Indonesia saat ini.

Dalam sebuah video yang menyebar di media sosial, Oki Rengga terlihat telanjang dada saat menyaksikan pertandingan PSMS Medan melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Selasa (3/11). Kebiasaan pertandingan berubah menjadi menegangkan saat seorang suporter memasang spanduk bertuliskan 'Stop Karhutla'.

Spanduk yang diduga merupakan bentuk aspirasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut kemudian diminta untuk diturunkan oleh Oki Rengga. Pemain film Agak Laen ini terlihat emosional saat meminta spanduk tersebut untuk diangkat.

'"After match (setelah pertandingan), mau kita bentang di mana saja silakan! Saat ini, kita dukung PSMS saja! Dengar ya! Kita semua benci, tapi tugas kita cuma dukung PSMS sekarang,"' ujar Oki Rengga seperti dalam video yang ditayangkan Lambe Turah, dikutip Jumat (6/11/2026).

Oki Rengga mengaku nyaris dibunuh oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa dirinya hampir menjadi korban karena menyuarakan isu karhutla.

'"Aku hampir dibunuh pemerintah, biar kau tahu, gara-gara ini. Biar kau tahu, aku hampir dibunuh pemerintah gara-gara ini. Bukan cumin kau! Ku bilang, kita jangan masukkan ini di pertandingan, biar kau tahu, ya,"' tegasnya.

Video tersebut langsung menjadi viral dan mendapat kritik tajam. Oki Rengga bahkan dikritik karena melarang pembentangan spanduk tersebut.

Banyak netizen yang merasa kecewa dengan sikap Oki Rengga yang justru terlihat mempromosikan film terbarunya di spanduk yang dibawa. Pada spanduk tersebut, terdapat tulisan 'PSMS Enggak Ada Matinya', yang juga menjadi judul film terbarunya.

'"Kalo lu PENAKUT, paling enggak jangan melarang mereka yang PEMBERANI. lu gak pernah lucu,"' komentar @ojolali***.

'"Izin bang oki kami bobotoh biasa menyuarakan ketidak adilan dan isu kemanusiaan. Oh prestasi kami king persib tidak mempengaruhi kami untuk tidak bersuara,"' tulis @fbaharudi****.

'"Halo oki rengga yg hebat, terkenal dan yg paling paham sepakbola. Kno Fans yg bersuara utk kerhutla lo larang dan marah2? Tindakanmu ini lebay. Klu bersuara demi kebaikan dikasih sangsi sm pssi saya akan demo ke pssi Yakinlah fans PSMS yg tua spt sy pasti marah dgn tindakan kau yg lebay ini. Coba kau tinggal di kalimantan saat karhutla kmrn pasti kau marah. Miris sy lihat sikapmu yg over acting ini,"' ujar @umar_hasib****.

'"Harusnya Oki Rengga bisa belajar dari Uus atau Bimo. Cukup Nyetadion, nikmati atmosfer, ikuti aturan tribun yang ada. Nggak perlu bawa perlakuan khusus sebagai artis apalagi"' 'sok ngatur' ". Sebagai komika yang juga mengikuti sepak bola, harusnya juga Oki paham. Tribun jadi ruang menyuarakan keresahan, perjuangan, dan perlawanan. Banner Karhutla dipermasalahin, tapi banner" 'Gak ada Matinya' "ini malah berasa jadi materi promosi film lo. Diunggah media official pula,"' kata @mendadak.men****.

Oki Rengga akhirnya meminta maaf setelah video tersebut viral. Ia menjelaskan bahwa situasi yang terjadi tidak sesuai dengan narasi yang beredar di media sosial.

Komedian berusia 39 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya sempat berdiskusi untuk memasang spanduk 'Stop Karhutla'. Ia bahkan menawarkan diri untuk memasang spanduk tersebut sendiri.

'"Sampai pada akhirnya ada orang yang datang dan bilang sama aku sambil nangis,"' 'Bang, tapi memang udah banyak kali korbannya.' "Nah, itu adalah orang yang kepalanya kupegang, yang narasinya bilang aku mencekik orang,"' kata Oki.

'"Kepalanya kupegang. Kupegang kepalanya, aku bicara di depannya."' 'Aku tahu Bang. Abang tahu? Bahkan aku sampai hampir dibunuh pemerintah gara-gara ini. Aku mau dibunuh pemerintah karena ini.' "Itu yang kubilang,"' sambung Oki.

Oki kemudian meminta maaf karena pemilihan kata yang digunakan justru menjadi perdebatan. Ia mengakui ucapan tersebut terlontar karena sedang emosi.

Di sisi lain, Oki Rengga juga menyatakan bahwa pemilihan kalimat tersebut terkait dengan tindakan pemerintah yang sering mengancam masyarakat. Ia meminta maaf karena tidak mampu mengontrol ucapannya.

'"Aku mau minta maaf mungkin mengeluarkan statement yang jadi bikin bola liar di luar sana. Aku bicara kayak gitu mungkin karena emosi atau adrenalinku ya. Yang selama ini ketika aku bersuara, banyak aja tuh ancaman, makian, omongan-omongan nggak baik yang datang ke aku,"' tegasnya.

"Lebih lanjut, Oki Rengga menegaskan dirinya akan tetap menyuarakan isu yang terjadi di Indonesia. Ia berharap pernyataan ini bisa memberi sedikit penjelasan kepada masyarakat atas apa yang terjadi sebenarnya."

"Jadi sekali lagi aku minta maaf. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sedikit penjelasan sama apa yang sebenarnya terjadi. Dan aku pastikan aku selalu ada di barisan teman-teman yang selama ini bersuara," tuturnya.

"Buat teman-teman yang tahu bagaimana selama ini aku bersuara, terima kasih banyak. Aku tidak akan pernah berhenti untuk menyuarakan itu. Buat teman-teman yang mungkin tidak tahu, aku nggak papa. Nggak papa. Aku minta maaf karena kalian merasa aku selama ini diam saja," pungkasnya.

Berdasarkan aturan PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis), larangan diberlakukan kepada seluruh suporter untuk menggunakan atribut yang mengandung unsur SARA, politik, provokasi, diskriminasi, atau penghinaan selama pertandingan. Aturan ini tercantum dalam Pasal 56 Regulasi Liga 1 serta Pasal 70 Kode Disiplin PSSI 2023.