Kabar mengejutkan datang dari garasi MotoGP ketika Alex Marquez harus segera dilarikan ke meja operasi di Madrid setelah mengalami rasa sakit yang sangat menyiksa sejak seri balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Keputusan ini langsung mengguncang ketenangan paddock kejuaraan dunia dan memicu banyak pertanyaan dari penggemar balap motor terkemuka.
Selama beberapa hari terakhir, atmosfer di sekitar pembalap asal Spanyol ini terasa sangat tegang. Alex tampak berjuang menahan rasa sakit yang hebat di balik helm balapnya sejak melintasi garis finis di Sirkuit Sepang pada Minggu (1/11/2026), di mana ia merasakan kondisi tubuh yang tidak normal pada lengan kanannya.
Sebelum fakta medis terungkap, berbagai spekulasi muncul di media sosial. Isu-isu negatif beredar, seperti dugaan bahwa Alex kehilangan motivasi atau mengalami konflik internal dengan tim satelit Ducati.
Pihak terdekat dan tim medis memutuskan untuk segera membawa Alex kembali ke Spanyol untuk menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid. Akhirnya, tindakan bedah darurat diambil untuk menyelamatkan kariernya.
Langkah medis ini diambil karena rasa nyeri di lengan kanan dan bahunya melebihi batas toleransi seorang atlet profesional. Tekanan mental Alex, runner-up MotoGP 2025, semakin memuncak saat dokter menyatakan perlu segera mengangkat material pengikat tulang dan merawat kerusakan jaringan sendi.
Untuk meluruskan prasangka publik, Alex akhirnya memberikan pernyataan melalui media sosial. Ia menulis, "Kemarin aku menjalani operasi di Rumah Sakit Ruber Internacional di Madrid untuk menghilangkan materi osteosynthesis dari tulang selangka kanan dan tangan kiriku. Ditambah lagi, selama prosedur bedah yang sama, mereka melakukan bursektomi arthroskopi di bahu kanan saya,", dalam laman Instagramnya pada Rabu (04/11/2026).
Pengakuan medis ini mengakhiri spekulasi bahwa Alex baik-baik saja di atas motor. Prosedur bedah pengangkatan material osteosynthesis dan bursektomi arthroskopi bukanlah hal sepele, melainkan proses yang sangat menyakitkan bagi seorang pembalap yang setiap pekan bertaruh nyawa di kecepatan 350 km/jam.
Kenyataan pahit muncul ketika Alex harus memutuskan untuk melewatkan seri MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail. Keputusan ini diambil demi memulihkan kondisi fisiknya secara penuh.
Kepala tim menunjukkan sikap tegas dengan memutuskan Alex tidak akan tampil dalam balapan bergengsi tersebut, meski keputusan ini sangat menyakitkan baginya sebagai pembalap bermental juara.
Meskipun persaingan di papan klasemen kejuaraan memanas akibat pertarungan poin yang semakin sengit di akhir musim, manajemen Gresini Racing memutuskan untuk melindungi aset berharga mereka. Tim asal Faenza, Italia, tersebut sepenuhnya mendukung agar sang pembalap fokus pada pemulihan total daripada memaksakan diri turun mengaspal dengan risiko cedera serius.
Alex menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah pada rasa sakit dan bertekad bangkit lebih kuat setelah melewati masa sulit pascaoperasi. Pembalap bernomor motor 73 itu menyatakan kondisinya kini telah membaik dan berjanji akan berusaha maksimal untuk segera mengembalikan kebugaran fisiknya ke level terbaik, tegasnya di hadapan jutaan pendukung setianya.
PENTAS PERPISAHAN EMOSIONAL: PORTUGAL DAN AIR MATA DI VALENCIA. Kini, fokus dan perhatian tercurah pada agenda comeback emosional Alex Marquez di atas lintasan. Jika proses rehabilitasi dan persetujuan dari tim medis berjalan sesuai rencana, pembalap asal Cervera ini akan kembali memacu motornya pada gelaran MotoGP Portugal di Portimao yang digelar pada 22 November mendatang.
Namun, kembalinya Alex ke grid balap bukan hanya tentang perburuan podium, tetapi juga babak penutup yang penuh air mata dan nostalgia. Setelah menyelesaikan tugas di Portugal, ia akan langsung menghadapi seri pamungkas MotoGP Valencia pada 29 November, sebuah balapan terakhir yang menjadi panggung perpisahan resmi dengan Gresini Racing, tim yang telah membantu membangkitkan kembali harga dirinya di dunia balap.
Klarifikasi mengenai operasi ini akhirnya meredakan kegaduhan di kalangan penggemar balap motor, mengubah kritik menjadi doa dan simpati. Meski harus menerima kekecewaan mengubur impian berlaga di Qatar, Alex Marquez kini menatap sisa musim dengan semangat membara dan bertekad memberikan hadiah perpisahan terbaik bagi Gresini Racing sebelum menutup kisahnya dengan tinta emas di tanah kelahirannya, Valencia.