Suasana penuh semangat menyelimuti perhelatan Mango Carnival of Indonesia di Kota Probolinggo, pada hari Kamis, 29 Oktober 2026. Acara ini menampilkan sebanyak 50 gunungan mangga yang diarak dengan iringan tarian tradisional, sebelum akhirnya menjadi sasaran antusiasme warga yang hadir untuk menyaksikan festival buah unggulan daerah tersebut secara langsung.
Kegiatan yang diselenggarakan di Stadion Bayuangga ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan terhadap produk lokal, tetapi juga menjadi momen strategis bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk memperkenalkan potensi mangga daerah secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelum dibagikan kepada masyarakat, puluhan gunungan yang berisi buah mangga tersebut diarak melintasi jalanan utama Kota Probolinggo. Tarian tradisional yang mengiringi prosesi arak-arakan menambah keceriaan suasana, sementara warga memadati tepi jalan untuk menyaksikan rombongan festival dengan penuh antusias.
Pawai gunungan mangga resmi dilepas oleh Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman. Pelepasan tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian acara yang ditunggu-tunggu masyarakat.
Acara ini turut disaksikan oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Probolinggo serta Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, dr Ir Muhammad Taufiq Ratule, yang hadir sebagai undangan utama.
Setelah prosesi arak-arakan selesai, gunungan mangga menjadi pusat perhatian utama. Warga berbondong-bondong memperebutkan buah-buahan yang disediakan dalam rangkaian festival tersebut, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal.
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, dr Ir Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mango Carnival of Indonesia. Ia menilai kegiatan ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah sekaligus memperluas kesadaran masyarakat terhadap kualitas mangga lokal.
Menurut Taufiq, penting untuk menjaga dan meningkatkan produksi mangga di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik serta membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa ekspor mangga Indonesia telah berjalan secara aktif. Oleh karena itu, pengembangan potensi produksi dan peningkatan kualitas buah lokal menjadi kunci agar produk ini dapat bersaing di pasar global.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk hortikultura nasional, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha di tingkat daerah.
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pesona Mangga Probolinggo dalam kerangka Mango Carnival of Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkenalkan mangga Probolinggo ke pasar yang lebih luas.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita berada di acara Pesona Mangga Probolinggo dalam rangka Mango Carnival of Indonesia. Ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk mempromosikan mangga Probolinggo agar bisa dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,"” kata Aminuddin, menekankan komitmen pemerintah dalam mempromosikan produk unggulan daerah.
Ia menyebut bahwa mangga Probolinggo memiliki kualitas tinggi, ditandai dengan rasa yang manis, daging buah yang tebal, serta aroma khas yang menjadi daya tarik tersendiri di kalangan konsumen.
Potensi tersebut dinilai masih bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai komoditas unggulan daerah. Pemerintah kota berharap promosi mangga tidak hanya meningkatkan popularitas produk lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.
Selain sektor pertanian, festival ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak dalam pengolahan mangga menjadi berbagai produk makanan dan minuman.
"Kalau bukan kita yang mempromosikan, siapa lagi. Mari kita dukung mangga Probolinggo menjadi ikon buah Indonesia,"” jelasnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi lokal.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Pada tahun sebelumnya, acara masih berlangsung dengan skala lokal. Namun pada tahun ini, Kota Probolinggo mendapatkan kesempatan istimewa sebagai tuan rumah Mango Carnival of Indonesia, yang menandai peningkatan signifikan dalam pengakuan nasional terhadap produk daerah.
Pemerintah Kota Probolinggo menyampaikan harapan agar festival tersebut dapat dilanjutkan hingga tahun-tahun mendatang, dengan tujuan mengembangkan acara tersebut menjadi agenda unggulan yang mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Upaya untuk memperkuat identitas Probolinggo sebagai kota mangga juga mendapat perhatian khusus dari Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani.
Menurutnya, penguatan identitas daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui penyelenggaraan festival semata. Diperlukan langkah konkret seperti pelestarian tanaman mangga, peremajaan pohon-pohon yang sudah tua, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menanam mangga.
Dirinya menekankan pentingnya memperluas gerakan penanaman mangga hingga tingkat rumah tangga agar keberadaan tanaman khas daerah ini tetap terjaga dan lestari.
"Kami dari PKK memiliki prinsip satu rumah wajib memiliki satu pohon mangga. Mulai besok akan dicanangkan gerakan menanam seribu pohon mangga," ujar Evariani.
Gerakan menanam mangga ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya alam lokal, sekaligus mendukung keberlanjutan produksi buah khas Kota Probolinggo.
Mango Carnival of Indonesia diselenggarakan selama tiga hari di Stadion Bayuangga, dengan tujuan memperkuat identitas daerah sebagai kota mangga, mengangkat potensi pertanian lokal, serta membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Antusiasme warga yang hadir menyaksikan arak-arakan hingga berlomba memperebutkan gunungan mangga menjadi salah satu daya tarik utama dari festival tahun ini.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai perayaan, tetapi juga diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal, sekaligus memperkuat posisi mangga Probolinggo sebagai kebanggaan daerah.
Dengan dukungan dari pemerintah, para petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat secara luas, mangga Probolinggo diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran warga dalam Mango Carnival menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki keterlibatan aktif dalam melestarikan budaya dan produk lokal yang menjadi ciri khas Kota Probolinggo.
Melalui inisiatif ini, diharapkan mangga Probolinggo tidak hanya menjadi simbol identitas daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya tarik wisata kota.