Pertandingan NBA 2026/2027 mengalami kejutan besar setelah Memphis Grizzlies resmi menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan setelah mengalahkan Sacramento Kings dengan skor 136-105 pada Sabtu (31/10) malam waktu setempat. Kemenangan telak di FedExForum, Tennessee, memperkuat rekor sempurna Grizzlies dalam enam pertandingan beruntun sekaligus mengingatkan pada kejayaan klub sepuluh tahun lalu.
Kondisi pertandingan awalnya penuh tekanan mengingat rekor tak terkalahkan menjadi beban berat bagi Grizzlies. Publik basket dunia sempat memprediksi rekor ini akan terpecah setelah Houston Rockets, yang sebelumnya dianggap kuat, kalah 111-116 dari Dallas Mavericks. Kekalahan Rockets secara otomatis membuat Memphis menjadi satu-satunya tim di puncak klasemen, memicu perhatian besar dari jutaan penggemar yang menantikan apakah Grizzlies mampu mempertahankan posisi mereka.
Namun, Grizzlies menunjukkan ketangguhan mereka dalam menghadapi tekanan. Mereka menghancurkan pertahanan Sacramento Kings hingga tertinggal 34 poin di paruh kedua pertandingan. Performa ini menunjukkan tekad kuat untuk memperpanjang rekor sempurna mereka.
Fokus utama dalam kemenangan ini jatuh pada Cameron Boozer, seorang pemain muda yang tampil luar biasa. Boozer mencetak 27 poin dan sembilan rebound, menunjukkan kematangan yang luar biasa untuk usianya. Kombinasi fisik dan keterampilannya menjadi kunci utama keberhasilan Grizzlies.
Dukungan kuat dari Isaiah Stewart, yang mengemas 24 poin penting, memperkuat dominasi Grizzlies. Kombinasi antara Boozer dan Stewart membuat pertahanan Kings tidak mampu menghentikan serangan cepat tuan rumah.
Selain itu, GG Jackson, seorang penembak muda, mencuri perhatian dengan performa yang luar biasa. Ia mencetak 21 poin dengan akurasi sempurna dalam lima tembakan tiga angka, memicu ledakan kemenangan Grizzlies di kuarter ketiga dengan skor 42-25.
Kemenangan ini mengulang sejarah awal musim terbaik Grizzlies pada 2014-2015, ketika mereka mencatatkan 6-0. Performa Jackson menjadi faktor utama dalam memperkuat rekor ini.
Meski mencatatkan kemenangan luar biasa, Grizzlies tengah menghadapi krisis kebugaran. Dua pemain penting, Ty Jerome dan Scotty Pippen Jr., absen karena cedera punggung, yang memicu spekulasi tentang kekuatan lini belakang mereka.
Kekurangan pemain ini justru memperkuat semangat Grizzlies untuk membuktikan ketangguhan mereka. Mereka menunjukkan bahwa kemenangan ini bukan hanya hasil dari keberuntungan, tetapi juga kerja keras dan komitmen tinggi.
Kekalahan Houston Rockets sebelumnya memperkuat posisi Grizzlies sebagai satu-satunya tim tak terkalahkan, namun tekanan untuk mempertahankan rekor ini tetap besar. Grizzlies harus menghadapi tantangan berat untuk terus mempertahankan prestasi mereka.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Grizzlies mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk cedera dan tekanan mental, untuk menciptakan sejarah baru dalam sejarah NBA.
Di tengah situasi darurat yang memicu keraguan publik, Cam Spencer tiba-tiba ditunjuk memegang kendali permainan dan dengan berani memperlihatkan keberaniannya dengan menggantikan peran para seniornya. Penampilan Spencer terbukti menjadi hantaman keras untuk membungkam tudingan miring yang sempat meremehkan kedalaman bangku cadangan Memphis.
Bermain sangat dingin dan tak kenal kompromi, Spencer menepis anggapan remeh tersebut secara blak-blakan dengan mencetak double-double fantastis berisi 10 poin dan 13 assist. Visi bermainnya yang sangat taktis membuat aliran bola Grizzlies mengalir deras tanpa hambatan, membuktikan bahwa mentalitas tim ini tak goyah meski diterpa badai cedera.
Kemenangan bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan Memphis Grizzlies musim ini bukan sekadar keberuntungan kalender laga. Sikap tegas para pemain pelapis memperlihatkan bahwa ruang ganti tim saat ini tengah diselimuti rasa lapar gelar yang teramat buas.
TRAGEDI 38 POIN DARUS ACUFF JR DAN RUANG GANTI KINGS YANG MEMANAS.
Di kubu seberang, pemandangan kontras yang sangat menyakitkan harus ditelan mentah-mentah oleh debutan berbakat Sacramento Kings, Darus Acuff Jr. Sang rookie asal Arkansas tersebut sejatinya tampil meledak dengan menjadi pencetak angka terbanyak di lapangan lewat raihan fantastis 38 poin.
Sayangnya, kegemilangan individu Acuff Jr—yang dua hari sebelumnya juga mendulang 34 poin saat ditekuk New Orleans—terasa hambar dan tak bermakna akibat minimnya kontribusi para pilar senior. Duet bintang Kings, Domantas Sabonis dan Zach LaVine, tampil lesu dan mati kutu dengan masing-masing hanya mampu menyumbangkan 11 poin saja sepanjang laga.
Kendati Sabonis masih mengais 14 rebound dan delapan assist, serta De'Andre Hunter menambahkan 19 poin, kekalahan memalukan dengan selisih 31 poin ini membuat atmosfer internal Sacramento dikabarkan memanas hebat. Para petinggi klub diyakini bakal segera buka suara mengevaluasi rapuhnya sistem pertahanan tim asuhan mereka yang kebobolan 136 angka dalam semalam.
Kini, tensi persaingan musim reguler NBA dipastikan bakal semakin mendidih saat kedua tim kembali melakoni laga penentu hidup-mati pada Senin mendatang. Sacramento Kings dituntut segera membasuh luka saat bertandang ke markas Dallas Mavericks, sementara sang penguasa tunggal tak terkalahkan, Memphis Grizzlies, bersiap mempertahankan martabat sucinya kala menjamu New Orleans Pelicans di hadapan publik sendiri.