Kabar mendukacitaan tiba-tiba mengguncang dunia bulu tangkis Tanah Air ketika pasangan ganda putra andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, terpaksa menarik diri secara tragis dari ajang Hylo Open 2026 di Jerman pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Keputusan ini langsung memicu kepanikan di kalangan para pendukung setia Merah Putih yang mulai khawatir atas kondisi fisik sang peraih medali emas Asian Games 2026 tersebut.

Rasa cemas yang tak terbendung menyelimuti para penggemar bulu tangkis yang telah lama menantikan penampilan heroik dari pasangan berjuluk The Babies ini.

Sebelumnya, Leo/Daniel sudah tiba di Saarbrücken dan menjalani sesi latihan intensif dengan penuh semangat serta kepercayaan diri tinggi setelah berhasil melaju ke babak semifinal French Open 2026 pada pekan sebelumnya.

Jadwal pertandingan babak 32 besar turnamen bertaraf Super 500 tersebut bahkan telah resmi diumumkan kepada publik, dengan pasangan Indonesia tinggal menunggu hasil pertandingan dari babak kualifikasi.

Namun, tepat saat peluit pertandingan dimulai dan genderang perang turnamen ditabuh, nama Leo/Daniel tiba-tiba dicoret dari daftar peserta.

Kenyataan pahit muncul ketika pasangan Prancis, Natan Bega/Gregoire Deschamp, dinyatakan menang tanpa pertandingan melalui status walkover (WO).

Hilangnya nama Leo/Daniel dari daftar turnamen secara tiba-tiba langsung memicu kecemasan mendalam di kalangan suporter yang mulai mencurigai kemungkinan cedera kambuhan.

Kekhawatiran publik sejatinya tidak berlebihan, mengingat Daniel Marthin baru saja ditarik mundur dari ajang Denmark Open 2026 karena cedera lengan yang menyakitkan dan membuatnya meneteskan air mata.

Menyusul meningkatnya tensi di kalangan penonton akibat berbagai spekulasi liar, pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, segera angkat bicara untuk membongkar fakta mengerikan di balik layar.

Secara terbuka, sang juru taktik mengungkapkan bahwa insiden kali ini bukan disebabkan oleh cedera lengan, melainkan rasa sakit yang sangat menusuk pada lutut kaki kiri Daniel Marthin.

Kondisi tersebut dipicu oleh fasilitas lapangan latihan di Saarlandhalle yang dinilai sangat buruk, licin, dan berpotensi membahayakan keselamatan para atlet tingkat dunia.

"Setelah menjalani latihan di practice court kemarin, Daniel Marthin merasakan nyeri pada lutut kirinya setelah berlatih di lapangan latihan yang cukup licin."

"(Penyebabnya) karena lantai lapangan menggunakan kayu tanpa karpet," jelas Antonius melalui keterangan tertulis yang dibagikan PBSI.

Insiden lantai kayu tanpa karpet tersebut segera menyalakan alarm bahaya di ruang ganti tim bulu tangkis Indonesia.

Mengingat riwayat Daniel yang pernah mengalami cedera lutut parah hingga harus absen lama dari kompetisi internasional, Antonius menolak untuk berspekulasi lebih jauh tentang masa depan karier anak asuhnya.

Tindakan penarikan diri ini juga menjadi bentuk teguran keras terhadap berbagai tuduhan miring yang sempat menyebut ganda putra Indonesia hanya mencari alasan untuk memilih-milih turnamen.

Sang pelatih dengan tegas menegaskan bahwa keselamatan fisik seorang atlet jauh lebih penting daripada seribu trofi juara.

"Dengan mempertimbangkan kondisi Daniel serta riwayat cedera serius yang pernah dialaminya, kami memutuskan untuk menarik Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando dari kejuaraan ini."

"Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk menghindari risiko cedera dan memastikan kondisi atlet tetap menjadi prioritas utama," tambah Antonius.

Beban berat ganda putra pelapis di medan perang Eropa kini semakin menggetarkan. Keputusan mundur yang diambil Leo/Daniel secara otomatis menepis berbagai isu liar mengenai adanya keretakan internal di antara kedua pemain muda potensial ini.

Namun, konsekuensi pahit dari mundurnya The Babies membuat asa Indonesia di sektor ganda putra Hylo Open 2026 kini berada dalam posisi yang sangat kritis.

Harapan Merah Putih kini beralih sepenuhnya ke pundak dua pasangan yang tersisa di medan laga.

Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan ganda profesional Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dituntut bekerja ekstra keras usai berhasil mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

Tekanan psikologis bagi kontingen ganda putra kian berlipat ganda menyusul tersingkirnya pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi yang harus angkat koper lebih awal usai ditumbangkan wakil Republik Ceko, Jiri Kral/Ondrej Kral.

Situasi ini menuntut Raymond/Joaquin dan Sabar/Reza untuk tampil spartan demi menyelamatkan marwah supremasi tepok bulu tanah air di Benua Biru.

Sikap tegasnya tim pelatih dalam menyelamatkan Daniel Marthin kini menjadi langkah awal dari proses pemulihan fisik dan mental sang atlet menuju turnamen-turnamen penentu hidup-mati berikutnya.

Seluruh pencinta bulu tangkis Indonesia kini hanya bisa berdoa agar rasa sakit di lutut Daniel segera mereda, sehingga sang monster smes dapat kembali menggelegar mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.