Amarah dan duka mendalam menghiasi kubu Persib Bandung setelah gol yang sangat berdampak pada akhir pertandingan membuat mereka kehilangan poin penting saat bertandang ke markas Madura United dalam pekan keenam Liga Super 2026/2027.
Bertindak sebagai tamu di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Kamis (22/10/2026) malam WIB, Maung Bandung harus menerima sisi buruk dari hasil laga dengan menelan kekalahan telak 0-1 karena gol dramatis Dimitar Mitkov pada menit ke-89. Hasil yang menyedihkan ini langsung menjadi pukulan keras bagi ambisi Pangeran Biru yang sedang berusaha mati-matian untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen.
Kekalahan yang sangat pedas tersebut segera memicu serentetan tudingan negatif dari publik yang fokus mengkritik konsentrasi pertahanan Persib yang dinilai lemah saat momen kritis terjadi dalam laga.
Melihat armadanya mulai diserang oleh gelombang kekecewaan suporter, pelatih asal Kroasia Igor Tolic tidak diam dan langsung menunjukkan sikapnya dengan membela perjuangan anak didiknya.
Atmosfer pertandingan di Pamekasan berlangsung sengit dan panas sejak wasit memberi aba-aba awal. Persib secara berkala meluncurkan serangan berbahaya dan menciptakan banyak kesempatan emas, namun dewi fortuna tampak enggan menghiasi hasil tersebut hingga tak ada gol yang berhasil masuk ke gawang tuan rumah.
Satu kelupaan kecil pada akhir babak kedua akhirnya menjadi bencana besar yang menimpa usaha tim tamu. Alih-alih menyalahkan anak asuhnya yang terlihat sedih di ruang ganti, pelatji berusia 49 tahun itu justru langsung memberikan apresiasi atas semangat para pemainnya.
Dengan suara penuh empati dan ketenangan saat berbicara kepada para wartawan, Tolic menegaskan bahwa para pemain telah melakukan segala upaya untuk memperjuangkan kemenangan di lapangan.
"Para pemain sudah baik, berjuang memenangi pertandingan. Kami menciptakan beberapa peluang, tetapi tidak berhasil mencetak gol," kata Tolic.
Bagi sang perancang strategi, hasil minor ini merupakan rasa sakit yang harus diterima akibat dinamika sepak bola yang sangat keras pada level tertinggi.
"Kami dihukum karena satu kesalahan dan akhirnya kalah dalam pertandingan itu," imbuhnya.
Di balik kekalahan tersebut, Igor Tolic akhirnya memberikan wawasan tentang beban fisik dan psikologis ekstrem yang sedang menghimpit pasukannya. Ia membantah isu liar bahwa timnya kehabisan energi karena kesalahan rotasi pemain, melainkan disebabkan oleh jadwal pertandingan yang dianggap tidak masuk akal.
Sang arsitek tim asal Kroasia itu menyampaikan keluhan terkait fakta menyesakkan mengenai maraton laga yang harus dilakukan Maung Bandung sepanjang bulan Oktober ini.
"Orang-orang mengatakan ada tujuh pertandingan pada Oktober, tetapi sebenarnya bukan tujuh, melainkan sepuluh pertandingan karena tiga laga berikutnya juga harus kami jalani dalam tujuh hari," tutur Tolic.
Kondisi tersebut semakin mencegat karena Persib masih wajib melewati lima pertandingan beruntun hingga 8 November mendatang dengan waktu istirahat yang sangat terbatas. Sadar bahwa masa pemulihan sangat singkat, Tolic melarang anak didiknya untuk larut dalam penyesalan yang bisa merusak konsentrasi mereka.
"Tidak ada waktu untuk terlalu lama bergembira, tetapi juga tidak ada waktu untuk bersedih. Kami hanya ingin menyelesaikan semua pertandingan ini," katanya.
Di tengah tekanan jadwal yang sangat padat, Igor Tolic menegaskan bahwa aspek mentalitas kini menjadi faktor utama untuk menyelamatkan kampanye juara Persib di Liga Super 2026/2027. Para penggawa Maung Bandung dituntut memiliki ketahanan psikologis tinggi agar tidak goyah saat menghadapi badai kekalahan di laga tandang.
Sang pelatih meminta anak asuhnya untuk segera mengubur kenangan menyakit yang terjadi di Pulau Garam dan fokus menatap setiap pertandingan dengan perhatian serius.
"Ini sangat berkaitan dengan mental pemain. Kita selalu membicarakan apakah mental pemain sedang bagus atau tidak. Namun, yang terpenting adalah fokus pada satu pertandingan, menyelesaikannya, lalu bersiap menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Tolic.
Meskipun terkena dampak kekalahan, Tolic tetap menjunjung tinggi sikap sportif dan memberikan penghargaan kepada lawannya yang berhasil meraih kemenangan dalam kondisi sulit.
"Kami sudah menampilkan permainan yang bagus, tetapi tim tuan rumah juga merupakan tim yang bagus. Mereka berada di papan atas klasemen dan memiliki banyak poin," kata Tolic.
Masa istirahat hanya tiga hari membuat skuad Maung Bandung harus cepat melupakan kekalahan dan langsung bergerak untuk mempersiapkan strategi baru.
"Kami masih memiliki pertandingan lain dalam tiga hari ke depan. Jadi, tidak ada waktu untuk terlalu lama memikirkan kekalahan ini," tuturnya.
Tanpa menghabiskan waktu di Pamekasan, tim Pangeran Biru segera menyiapkan diri melakukan perjalanan darat guna menjaga performa fisik sebelum kembali bertanding.
"Kami harus beristirahat, lalu naik bus dan bersiap menghadapi pertandingan berikutnya," imbuh Tolic.
Saat ini, suasana di ruang ganti Persib Bandung mulai tenang setelah semangat para pemain yang ingin bangkit dari sisa-sia kekalahan semakin berkobar.
Seluruh fokus armada Maung Bandung saat ini tertuju pada Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, untuk menghadapi tuan rumah Garudayaksa FC dalam laga pekan ketujuh.
Laga tandang tersebut dipastikan menjadi ujian berat bagi Igor Tolic, menurut pendukung sepak bola nasional, demi membuktikan apakah Pangeran Biru mampu memperbaiki performa atau justru terus terpuruk di papan klasemen.