Lantai kayu GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, tiba-tiba berubah menjadi medan pertarungan penuh intrik dan gengsi saat babak penyisihan IBL All Indonesian 2026 memasuki hari keempat pada Selasa (27/10/2026). Di tengah persaingan ketat antara para pemain lokal yang berjuang tanpa bantuan legiun asing, Dewa United Banten berhasil menegaskan dominasi mereka sebagai tim tak terkalahkan di Grup B. Sementara itu, posisi puncak Grup A yang sebelumnya dikuasai oleh Bogor Hornbills, sang juara bertahan, kini menghadapi ancaman serius dari upaya kudeta berdarah oleh tim-tim pesaing lainnya.
Turnamen yang berlangsung dari 24 Oktober hingga 1 November ini jauh melampaui sekadar ajang pertandingan taktik biasa. Karena tidak adanya pemain impor, setiap klub terpaksa mengandalkan kualitas mental dan kedalaman skuad lokal, sehingga menimbulkan tekanan psikologis yang sangat besar bagi para pemain bintang nasional yang diharapkan membuktikan kemampuan mereka di level tertinggi kompetisi.
Atmosfer kompetisi semakin memanas seiring munculnya nuansa rivalitas klasik antara klub-klub ibu kota dan daerah. Para pendukung yang memadati tribun terus disuguhi aksi-aksi dramatis dalam perburuan tiket menuju babak gugur, yang jumlahnya kian berkurang seiring berjalannya pertandingan.
Di balik sorot lampu stadion yang menerangi lapangan, sempat beredar isu liar mengenai kondisi fisik beberapa tim yang terpaksa menjalani jadwal pertandingan padat tanpa jeda cukup panjang. Namun, ketatnya persaingan menunjukkan bahwa hanya tim-tim dengan mental baja yang mampu bertahan dari tekanan fisik dan perang psikologis yang sengit.
Di Grup B, Dewa United Banten, yang dilatih oleh Yurifan Hosen, tampil dominan dengan kemenangan sempurna dalam tiga pertandingan awal. Tim yang dikenal sebagai Anak Dewa itu kini menduduki puncak klasemen dengan enam poin tanpa kekalahan. Kekuatan mereka terbukti saat mengalahkan Satya Wacana Salatiga dengan skor telak 63-44, sebuah hasil yang memperpanjang rentetan kekalahan bagi tim asal Jawa Tengah tersebut.
Kekalahan beruntun membuat Satya Wacana Salatiga terjebak di dasar klasemen tanpa meraih satu pun kemenangan dari tiga laga, sehingga menjadi sasaran kritik publik atas performa yang dinilai lesu dan minim daya serang. Kekalahan ini menambah beban psikologis bagi tim yang sebelumnya diharapkan bisa bersaing di level atas.
Melihat Dewa United Banten tampil begitu dominan, Pelita Jaya Jakarta tidak tinggal diam. Tim asuhan Johannis Winar alias Coach Ahang langsung merespons dengan aksi balasan yang mengguncang. Mereka berhasil mengalahkan Hangtuah JG Liem Jakarta dengan skor mencolok 81-49, menunjukkan kebangkitan setelah kekalahan sebelumnya.
Coach Ahang, yang sebelumnya sempat berusaha menjaga moral pemain pasca-insiden minor pada laga pembuka, kini bisa menghela napas lega. Kemenangan ini membawa Pelita Jaya meraih lima poin dan menempati posisi kedua klasemen Grup B. Sementara Hangtuah JG Liem harus puas berada di urutan ketiga dengan empat poin, yang kini ditekuk oleh Kesatria Bengawan Solo yang berada di peringkat keempat dan hanya kalah satu pertandingan dari mereka.
Perburuan posisi teratas di Grup B kini semakin ketat, dengan setiap tim harus berjuang keras untuk mempertahankan atau meningkatkan posisinya. Dominasi Dewa United Banten menjadi acuan bagi tim lain, sementara upaya Pelita Jaya dan Kesatria Bengawan Solo menunjukkan bahwa persaingan di IBL All Indonesian 2026 masih sangat terbuka dan penuh dinamika.
Bogor Hornbills, tim unggulan dalam kompetisi IBL 2026, kini berada di puncak klasemen sementara Grup A setelah meraih lima poin dari tiga pertandingan. Kepemimpinan mereka dipastikan usai menundukkan Pacific Caesar Surabaya dengan skor meyakinkan 73-50, sebuah kemenangan yang mengukuhkan posisi mereka sebagai pemuncak sementara meski dengan keunggulan tipis.
Kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Pacific Caesar Surabaya, yang kini terpuruk di peringkat keempat tanpa sekalipun merasakan kemenangan dalam tiga pertandingan berturut-turut. Dengan hanya mengantongi tiga poin dari tiga laga, mereka berada satu strip di atas Rajawali Medan, yang baru memainkan dua pertandingan namun tanpa kemenangan.
Meskipun berada di posisi teratas, dominasi Bogor Hornbills justru terasa sangat rapuh. Keunggulan satu poin yang mereka miliki berasal dari tiga pertandingan, sementara dua tim besar di belakangnya masih memiliki peluang penuh untuk menyalip karena belum memainkan seluruh laga.
Satria Muda Pertamina Bandung dan RANS Simba Bogor kini berada di posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing mengantongi empat poin. Kedua tim ini berhasil menjaga rekor tak terkalahkan dari dua pertandingan yang telah dimainkan, menunjukkan performa stabil dan siap menggoyahkan posisi puncak kapan saja.
Statistik resmi turnamen menegaskan bahwa persaingan di Grup A masih sangat terbuka, dengan potensi perubahan drastis sewaktu-waktu. Kedua tim unggulan memiliki kendali penuh atas nasib mereka sendiri karena masih menyimpan sisa laga yang belum dimainkan.
Ketegangan di lapangan dan sikap tegas para pelatih kepala menjadi indikasi kuat bahwa kompetisi ini tidak lagi mengizinkan kesalahan. Setiap kelalaian, bahkan sekecil apa pun, dapat berakibat langsung pada tergusurnya tim dari perburuan gelar juara All Indonesian musim ini.
Laga-laga pamungkas yang akan digelar di GOR Laga Tangkas diproyeksikan menjadi pertandingan penentu bagi sepuluh klub terbaik nasional. Tensi dalam ruang ganti kian memuncak, dengan setiap tim berusaha mempertahankan harapan untuk meraih trofi tertinggi basket Indonesia.
Klasemen sementara IBL All Indonesian 2026 hingga Selasa, 27 Oktober, menunjukkan dominasi Dewa United Banten di Grup B dengan tiga kemenangan tanpa kekalahan dan enam poin. Pelita Jaya Jakarta mengikuti di posisi kedua dengan lima poin dari tiga pertandingan.
Di sisi lain, Hangtuah JG Liem Jakarta dan Kesatria Bengawan Solo berada di tengah-tengah klasemen dengan empat dan tiga poin masing-masing. Sementara Satya Wacana Salatiga masih belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan, menempatkan mereka di dasar klasemen Grup B.
Semua tim kini berada dalam fase krusial, di mana setiap poin memiliki bobot besar. Keberhasilan mengamankan posisi teratas atau minimal lolos ke babak selanjutnya akan ditentukan dalam laga-laga pamungkas yang digelar pada 1 November mendatang.