Bagi sebagian besar selebritas Hollywood, menyembunyikan kehamilan dari sorotan publik hampir tak mungkin terjadi. Namun, Natalie Portman berhasil menemukan pendekatan khusus untuk menjaga privasi selama masa kehamilannya, dengan memilih pindah ke sebuah kota yang dinilainya jauh lebih tenang dibanding dua kota besar di Amerika Serikat yang pernah menjadi tempat tinggalnya sebelumnya.

Di bulan September tahun lalu, aktris pemenang Oscar ini secara resmi melahirkan anak ketiganya. Anak tersebut juga merupakan anak pertama yang lahir dari hubungan asmara Natalie dengan produser musik asal Prancis, Tanguy Destable. Kejadian ini menjadi momen penting dalam kehidupan pribadinya, yang kemudian diungkapkan secara emosional dalam wawancara dengan Harper’s Bazaar, seperti dikutip oleh E News pada Senin, 26 Oktober 2026.

Natalie menggambarkan kehadiran buah hatinya dengan nada yang penuh haru dan perasaan mendalam. "Penuh rasa kagum dan bahagia banget sama manusia kecil yang ajaib ini," ucapnya, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut dalam hidupnya sebagai seorang ibu.

Kelahiran anak ketiganya juga membangkitkan kenangan masa lalu terhadap dua anak sebelumnya, Aleph dan Amalia. Perjalanan menjadi ibu bagi mereka telah membentuk pengalaman yang tak terlupakan, dan kini menghadirkan perasaan nostalgia yang mendalam.

"“Itu juga membuat aku jadi semakin memperhatikan anak-anakku yang sekarang sudah besar. Soalnya aku jadi ingat lagi kalau belum lama ini, mereka sebenarnya juga makhluk kecil yang baru lahir, dan sekarang tak terasa sudah tumbuh jadi manusia-manusia keren yang punya kepribadian, selera humor, dan ide-ide yang luar biasa,"” katanya,” mengungkapkan kerinduan akan masa-masa ketika anak-anaknya masih kecil dan tumbuh dalam suasana yang lebih sederhana dan penuh kasih.

Perjalanan sebagai ibu bukan hanya soal peran, tetapi juga tentang pembelajaran berkelanjutan. Meskipun sudah memiliki dua anak sebelumnya, Natalie mengaku bahwa ia tetap aktif membaca buku-buku parenting untuk memahami dinamika baru dalam kehidupan keluarga.

"Kabar kehamilan ini sendiri pertama kali diumumkan pasangan tersebut pada April lalu. Sebagai anak dari seorang dokter kandungan, Natalie mengaku sangat memahami betapa sulitnya proses kehamilan bagi banyak orang, sehingga ia tidak pernah menganggap remeh anugerah yang diterimanya."

"Kami sangat tak sabar. Tentunya juga sangat bersyukur karena aku tahu, kehamilan ini adalah sesuatu yang istimewa dan penuh keajaiban," ujarnya,” menunjukkan kesadaran bahwa menjadi orang tua tidak pernah sepenuhnya bebas dari kesalahan, dan setiap momen adalah peluang untuk belajar lebih baik.

Bagi Natalie, proses ini bukan sekadar tentang mengasuh anak, tetapi juga tentang memahami dirinya sendiri sebagai ibu. Ia menyadari bahwa tidak ada orang tua yang sempurna, dan setiap keputusan dibuat dengan pertimbangan yang mendalam.

"Kami pasti akan melakukan banyak kesalahan sekeras apa pun usaha kita. Tapi kami juga akan melakukan banyak hal yang tepat tanpa harus riset terus. Aku merasa kalau kami tetap hadir dan memberi kasih sayang yang tulus, itu sudah jadi hal terbaik yang bisa kami lakukan," katanya,” menekankan pentingnya kesabaran dan pengertian dalam menghadapi tantangan parenting.

"Yang menarik, pilihan menjalani kehamilan ini jatuh ke Paris, kota yang sudah ditinggali Natalie selama satu dekade terakhir. Alasannya bukan sekadar soal kenyamanan pribadi, melainkan perbedaan mencolok dalam cara warga setempat memperlakukan figur publik yang sedang hamil."

"Waktu aku hamil di New York dan L.A., setiap hari ada sekitar 20 orang yang mengikutiku. Orang-orang sepenasaran itu sama perempuan hamil. Aku enggak pernah merasa se-terganggu itu. Tapi di Paris, walau mereka tahu aku hamil, aku bener-benar nggak diikutin, dibiarkan saja," ceritanya,” menunjukkan bahwa pengalaman pribadi menjadi sumber inspirasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai ibu yang lebih sadar dan bijaksana.

Pemilihan tempat tinggal yang tenang menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Di tengah tekanan media yang tak henti-hentinya mengikuti kehidupan pribadi selebritas Hollywood, Natalie memilih kota yang memberinya ruang untuk bernapas dan merasa aman secara emosional.

Keputusannya menjalani masa kehamilan dan kelahiran anak di tempat yang jauh dari sorotan publik menjadi pengingat bahwa privasi bukanlah sesuatu yang otomatis dimiliki hanya karena berpindah tempat tinggal, melainkan sebuah kemewahan yang harus dicari dengan sengaja.

Perbandingan antara budaya kota besar dunia—yang sering kali tidak menghargai ruang pribadi—dengan kota yang lebih tenang menunjukkan betapa berbedanya cara masyarakat memandang privasi. Bagi selebritas sekelas Natalie Portman, menjaga keintiman keluarga justru menjadi prioritas utama dalam masa-masa penting seperti kelahiran anak.

Keputusan ini bukan sekadar soal lokasi, tetapi juga refleksi terhadap nilai-nilai yang ingin dijaga dalam kehidupan pribadi. Dalam dunia yang serba terbuka, memilih untuk menyendiri bisa menjadi bentuk keberanian dan kemandirian yang mendalam.