Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas menyatakan bahwa penolakan terhadap konser Andrea Bocelli di Indonesia bukan didasarkan pada pertimbangan agama. Penolakan ini justru berasal dari aspek etika, moralitas, dan kemanusiaan, setelah muncul dugaan bahwa penyanyi tenor asal Italia itu turut berperan dalam penggalangan dana untuk militer Israel.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa sikap penolakan yang dilakukan oleh MUI disalahartikan sejumlah pihak sebagai bentuk sentimen keagamaan terhadap Andrea Bocelli. Hal ini menurutnya jauh dari maksud awal lembaga tersebut.
"Kami tolak bukan karena lagunya. Pun bukan karena agama yang dianutnya," tutur Sudarnoto. Menurutnya, alasan utama di balik penolakan tersebut adalah karena rekam jejak Andrea Bocelli yang diduga pernah terlibat dalam penggalangan dana untuk militer Israel melalui konser Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada tahun 2010.
MUI memandang keterlibatan Andrea Bocelli dalam hal itu sebagai sebuah masalah kemanusiaan yang tidak dapat diremehkan. Sudarnoto berpendapat bahwa seorang seperti Bocelli seharusnya menolak untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pendanaan bagi militer Israel.
"Kami tidak bisa menerima tamu yang memberikan dukungan terhadap pembunuh. Seharusnya Bocelli menolak, tapi tidak. Kalau dia mau, sebenarnya bisa ditolak," imbuhnya. Ia juga menegaskan bahwa sikap terhadap isu Palestina harus lebih dari sekadar pernyataan simpati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
"Kalau memang memihak kepada kemanusiaan, Andrea Bocelli seharusnya menolak konser itu. Dia harus tahu, IDF itu adalah mesin pembunuh yang sangat luar biasa," kata Sudarnoto. Selain pertimbangan etika dan moralitas, MUI menghubungkan penolakan ini dengan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Fatwa tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan sikap lembaga itu terhadap pihak-pihak yang dinilai mendukung Israel.
Sudarnoto menyatakan bahwa keterlibatan Andrea Bocelli dalam penggalangan dana untuk militer Israel adalah alasan utama MUI mengklasifikasikannya sebagai salah satu pihak yang memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Israel.
"Haram hukumnya orang Islam mendukung Israel dan para pendukungnya. Sedangkan Andrea Bocelli ini pendukung Israel secara langsung atau tidak langsung karena dia ikut menggalang dana yang sangat besar untuk IDF," tuturnya. Berdasarkan hal ini, MUI menyampaikan empat poin pernyataan sikap terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Pertama, mereka menolak seluruh konser penyanyi tersebut digelar di Tanah Air.
Kedua, MUI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah tegas dengan cara tidak menerbitkan izin dan membatalkan semua agenda pertunjukan musik Andrea Bocelli yang direncanakan di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penegakan prinsip-prinsip kemanusiaan serta dukungan terhadap Palestina.
Ketiga, pemerintah diminta tetap konsisten dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dinilai bebas dari afiliasi dengan zionis Israel. Langkah tersebut penting bagi menjaga kedaulatan bangsa sekaligus menjamin bahwa kegiatan ekonomi kreatif selaras dengan nilai-nilai yang mereka perjuangkan.
Keempat, MUI mengimbau manajemen Andrea Bocelli dan pihak promotor agar menghormati keputusan serta pernyataan sikap yang telah disampaikan oleh lembaga itu. Hal ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama yang lebih baik di masa depan.
MUI berkomitmen dalam setiap tindakan yang dilakukan tidak hanya didasarkan pada pertimbangan agama semata, tetapi juga melibatkan aspek moralitas dan kemanusiaan secara menyeluruh. Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli adalah salah satu contoh dari komitmen tersebut.
Penyanyi tenor internasional seperti Andrea Bocelli dinilai memiliki tanggung jawab besar sebagai tokoh publik. MUI menekankan bahwa keikutsertaan mereka dalam acara-acara tertentu harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak merugikan pihak-pihak yang sedang mengalami kesulitan atau ketidakadilan.
Dalam konteks ini, sikap MUI diharapkan dapat menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait untuk lebih memperhatikan dampak dari tindakan-tindakan mereka terhadap masyarakat luas dan nilai-nilai kemanusiaan secara umum.
MUI tetap membuka ruang dialog dan komunikasi dengan semua pihak, termasuk Andrea Bocelli dan manajemennya. Namun demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa penolakan yang telah disampaikan tidak akan berubah karena alasan-alasan yang sudah jelas dinyatakan sebelumnya.