Gempa besar mengguncang Liga Voli Putri Korea 2026/2027 setelah bintang Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, secara mengejutkan ditarik dari lapangan dan hanya mampu mencetak tujuh poin saat tim barunya, Suwon Hyundai Hillstate, kalah telak 0-3 oleh Hwaseong IBK Altos pada Selasa (3/11/2026) malam WIB. Kekalahan dengan skor 23-25, 23-25, dan 20-25 di Hwaseong General Gymnasium langsung memicu reaksi heboh dari penggemar voli di Tanah Air dan Negeri Ginseng.
Pemandangan menyedihkan terjadi di pinggir lapangan ketika Megawati ditarik keluar pada akhir set kedua dan tidak diberi kesempatan bermain di set ketiga. Keputusan pelatih yang ekstrem membuat penggemar terkejut dan tidak percaya melihat pevoli berjuluk
itu hanya bisa duduk lesu di bangku cadangan sambil menyaksikan rekan-rekannya kalah tanpa perlawanan.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Hyundai Hillstate yang langsung turun ke peringkat keenam klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari SOOPers yang terpuruk di posisi terbawah. Di sisi lain, IBK Altos melonjak ke peringkat ketiga dengan tiga poin penuh, bersaing ketat dengan GS Caltex dan Pink Spiders di papan atas.
Catatan tujuh poin Megawati terasa sangat aneh dan memicu pertanyaan besar dari publik voli internasional. Sebelumnya, saat membela Red Sparks pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, ia selalu mencetak poin dua digit di laga pembuka musim.
MISTERI BANGKU CADANGAN: MEGATRON KENA PARKIR! Keputusan memarkir Megawati di set ketiga yang krusial memicu drama internal di ruang ganti yang kini jadi perbincangan netizen. Publik mengkritik adanya masalah kepercayaan diri dan chemistry yang belum terbangun antara Megawati dengan setter utama Hyundai Hillstate.
Menghadapi desakan suporter, tim pelatih segera bertindak untuk melindungi mental sang atlet dari kritik negatif yang menyebutnya kehilangan ketajaman serangan. Manajemen klub juga berusaha menenangkan isu liar tentang konflik taktik di ruang ganti terkait pembagian peran di lini serang.
Penarikan Megawati dianggap sebagai tindakan darurat pelatih untuk mencari variasi serangan yang sebelumnya mandek. Namun, keputusan ini justru berdampak buruk karena serangan Hyundai Hillstate di set ketiga semakin mudah ditebak oleh pertahanan lawan.
Kini, Megawati terlempar ke peringkat ke-20 dalam daftar top skor sementara Liga Voli Putri Korea. Kondisi ini menjadi anomali yang sangat mengecewakan bagi seorang spiker yang selama dua musim berturut-turut menjadi mesin poin terbaik di liga tersebut.
Di tengah penampilan yang kurang menonjol dari Megawati, panggung laga justru dikuasai oleh rekrutan asing anyar asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, yang mencatatkan 15 poin sebagai pencetak angka terbanyak bagi Hyundai Hillstate. Wilson tampil penuh sepanjang pertandingan dan menunjukkan serangan yang tajam serta bertenaga, meski masih memiliki kelemahan dalam passing bola pertama dan koordinasi pertahanan belakang.
Kinerja mengesankan Wilson di lini serang justru menimbulkan paradoks dalam strategi permainan tim. Meski mampu melancarkan smash mematikan, ia dinilai masih rapuh dalam menghadapi serangan lawan, terutama dalam hal passing dan pertahanan belakang yang sering kali dieksploitasi oleh lawan.
Di sisi lain, IBK Altos merayakan kemenangan mutlak berkat kontribusi luar biasa dari opposite andalan mereka, Victoria Danchak, asal Ukraina, yang menjadi top skor dengan 21 poin. Pengalaman Danchak yang memasuki musim ketiga bersama IBK Altos membantu membangun chemistry yang kuat dengan rekan-rekannya, sehingga blok Hyundai Hillstate sering kali terobosan.
Kemenangan IBK Altos semakin sempurna berkat kontribusi krusial dari middle blocker lokal, Choi Jeong-min, yang mengemas 17 poin di depan net. Kombinasi antara Danchak dan Choi memperkuat keunggulan tim dalam pertandingan ini.
Klasemen kini semakin ketat setelah para opposite kelas dunia langsung menunjukkan performa terbaik mereka sejak pekan pertama. Pengamat voli Korea mulai memperhatikan perbedaan signifikan antara Megawati dan pesaingnya dalam persaingan merebut gelar top skor.
Posisi puncak klasemen masih dikuasai oleh Gyselle Silva dari GS Caltex dengan 27 poin, diikuti oleh Laetitia Moma (Hi-Pass) dengan 23 poin dan Yensy Kindelan (Pink Spiders) yang mengumpulkan 21 poin. Evaluasi internal tim Hyundai Hillstate menyatakan bahwa Megawati perlu segera memperbaiki mental bertanding untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Kekalahan di laga pembuka menjadi peringatan bagi Megawati Hangestri dan seluruh anggota tim untuk segera bangkit dan menyatukan visi permainan. V-League 2026/2027 baru saja dimulai, dan para penggemar voli menantikan ledakan nyata dari sang Megatron untuk mengubah kritik menjadi pujian di pertandingan mendatang.
Daftar top skor Liga Voli Putri Korea 2026/2027 mencatatkan Gyselle Silva (GS Caltex) dengan 27 poin, Laetitia Moma (Hi-Pass) dengan 23 poin, Yensy Kindelan (Pink Spiders) dengan 21 poin, Victoria Danchak (IBK Altos) dengan 21 poin, dan Choi Jeong-min (IBK Altos) dengan 17 poin.
Pemain lain yang mencatatkan kontribusi signifikan antara lain Jordan Wilson (Hyundai Hillstate) dengan 15 poin, Audriana Fitzmorris (SOOP) dengan 15 poin, Tanacha Sooksod (GS Caltex) dengan 13 poin, serta Justice Yauchi (Pink Spiders) dengan 11 poin. Kwon Min-ji (GS Caltex) dan Pyo Seung-ju (Pink Spiders) masing-masing mengemas 10 poin.
Megawati Hangestri Pertiwi, kapten Hyundai Hillstate, mencatatkan 7 poin dalam pertandingan ini, bersama dengan Bae Yu-na dan Lee Yerim yang masing-masing mengumpulkan 7 poin. Kehadiran para pemain muda seperti Megawati menjadi fokus utama untuk memperkuat tim di musim mendatang.