Cut Tary mengakui memiliki tantangan khusus saat memerankan Tamara Yudapramudya dalam sinetron *Wajah Cinta Yang Lain*. Ia berusaha menciptakan sosok antagonis yang mampu menimbulkan emosi kuat pada para penonton, berbeda dengan karakter jahat lainnya yang masih bisa membuat tertawa.

Dalam cerita tersebut, Tamara digambarkan sebagai perempuan ambisi tinggi dan penuh kepentingan pribadi. Ia bahkan berupaya keras agar Pamela menjadi satu-satunya ahli waris dari kekayaan keluarga mereka.

Karakter Tamara turut memicu konflik-konflik dalam sinetron ini, sehingga alur ceritanya semakin rumit. Berbeda dengan Pamela yang diperankan oleh Andi Annisa, Tamara tidak mengandalkan sisi komedi untuk menarik perhatian penonton.

Cut Tary menyadari bahwa pendekatan dalam memainkan kedua karakter tersebut sangat berbeda. Menurutnya, Pamela masih memiliki elemen jenaka yang membuat para pemirsa sulit benar-benar membencinya meskipun ia menjadi antagonis.

"“Aku di sini antagonisnya bukan yang disukai orang. Contoh kayak Pamela, kan di sini sebenarnya antagonis tapi kocak gitu. Jadi orang mau sebal sama dia juga enggak bisa, karena masih ada komedinya. Tapi kalau aku di sini enggak bisa main yang sama," ujar Cut Tary dalam wawancara virtual dengan awak media, Kamis (22/10) sore.

Ia ingin agar sosok Tamara terasa menyebalkan bagi para penonton. Cut Tary tidak menginginkan karakter yang diperankannya terlihat lucu atau mudah mendapat simpati seperti antagonis lain yang dibuat lebih santai dan komedi.

Untuk itu, Cut Tary berusaha menampilkan sisi serius dari Tamara, khususnya saat menghadapi konflik serta kepentingan pribadinya sendiri.

Dalam sinetron *Wajah Cinta Yang Lain*, Tamara memiliki misi untuk melindungi Pamela sekaligus memastikan perempuan tersebut menjadi satu-satunya ahli waris kekayaan keluarga.

Ambisi ini membuat Tamara terlibat dalam berbagai masalah yang turut memengaruhi hidup karakter lain. Sikapnya yang selalu dipenuhi oleh kepentingan diri sendiri menjadi sumber ketegangan utama di dalam cerita.

Cut Tary ingin agar penonton merasakan kemarahan atas tindakan-tindakan Tamara. Baginya, reaksi negatif dari pemirsa adalah tantangan tersendiri dalam menghidupkan sosok antagonis ini.

Dengan pendekatan tersebut, Cut Tary berusaha memberikan kesan kuat dan menyebalkan pada Tamara Yudapramudya, sekaligus memperkaya dinamika sinetron *Wajah Cinta Yang Lain*.