Dunia seni pertunjukan Indonesia sedih atas kehilangan maestro tari Tom Ibnur yang meninggal dunia pada usia 74 tahun. Sosok asli Minangkabau ini meninggalkan warisan besar dalam pengembangan seni tari tradisional serta upayanya membawa budaya Nusantara ke panggung internasional.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh aktor Vino G Bastian lewat unggahan di media sosialnya. Sebagai keponakan dari almarhum, Vino mengenang Tom Ibnur sebagai salah satu putra terbaik Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan bagi dunia seni. Diketahui bahwa Tom Ibnur adalah adik kandung ayah Vino, Bastian Tito, seorang penulis novel legendaris Wiro Sableng.
"Innalillahi wainailaihi rojiun.. Selamat Jalan Maestro Tari Indonesia, Tom Ibnur. Salah satu putra terbaik Indonesia asal Minangkabau. Beliau juga adalah adik kandung ayah saya Alm. Bastian Tito," tulis Vino.
Kepergian Tom Ibnur tidak hanya menimbulkan sedih dalam keluarganya tetapi juga menjadi kerugian besar bagi para pelaku seni yang mengenal dedikasinya dalam melestarikan budaya Indonesia.
Selain dikenal melalui berbagai karya tariannya, Tom Ibnur pernah memberikan kontribusi di industri perfilman tanah air. Menurut Vino G Bastian, sang paman terlibat dalam produksi film Tabula Rasa sebagai pelatih dialek sekaligus penasihat budaya.
Vino pun mengenang ayah dan pamannya sebagai dua tokoh dengan kontribusi besar di bidang seni Indonesia.
"2 Kakak beradik, 2 orang hebat dalam dunia seni Indonesia. Rest In Love Om Tom," tulis Vino G Bastian.
Tom Ibnur lahir pada 15 Mei 1952 di Padang, Sumatera Barat. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai seniman yang tekun mengembangkan seni tari tradisional Melayu serta Minangkabau.
Melalui berbagai karya koreografi dan partisipasi dalam kegiatan kesenian, Tom Ibnur terus memperkenalkan keindahan tarian tradisional Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk melalui festival tari internasional.