LambeTurahBali - Perjalanan Patrice Evra dari lapangan hijau Old Trafford menuju tarian perang tradisional Manggarai merupakan transformasi yang jauh melampaui ekspektasi bagi siapa pun yang mengenalnya sebagai bek kiri legendaris Manchester United.
Melalui akun Instagram pribadinya, @patrice.evra, mantan pemain Timnas Prancis itu membagikan pengalaman liburannya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang mencakup berbagai momen budaya langka yang jarang dirasakan oleh wisatawan biasa.
Evra tampil mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam saat mengunjungi Sanggar Compang Toe di Kampung Melo, Desa Liang Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan darat dari pusat Labuan Bajo.
Di tempat tersebut, ia disambut secara adat oleh masyarakat setempat dengan penampilan Tari Caci, sebuah tarian perang yang menjadi ciri khas budaya Manggarai dan mencerminkan identitas lokal yang kental.
Momen ini jauh melampaui sekadar kunjungan wisata biasa, karena Evra tidak hanya menyaksikan dari kejauhan. Ia turut serta dalam tarian adat, bahkan berkesempatan memegang larik atau cemeti khas Tari Caci dan memecutnya ke salah satu penari.
Dalam tradisi Tari Caci, gerakan pemecutan tersebut bukan sekadar hiburan; risiko cedera nyata karena lawan dapat terluka jika gagal menangkis larik dengan perisai dari kulit kerbau kering.
Manajer Sanggar Compang Toe, Marsel, mengonfirmasi bahwa kunjungan Evra berlangsung pada 27 Oktober 2026. Ia menyatakan, "“Dia disambut dengan budaya Manggarai dan pentas caci seperti tamu lainnya,".
Unggahan berikutnya di akun Evra justru menjadi sorotan utama warganet. Dalam foto tersebut, ia tampak berpose sangat dekat dengan seekor komodo, satwa purba yang hanya ditemukan secara alami di Taman Nasional Komodo.
Postingan ini langsung mendapat ribuan like dari pengguna media sosial, jauh lebih banyak dibandingkan unggahan lainnya selama liburannya, menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan komodo tetap menjadi daya tarik utama Labuan Bajo di mata dunia internasional.
Kehadiran tokoh dunia seperti Evra di destinasi budaya dan alam semacam ini bukan sekadar soal prestise pribadi, melainkan juga bentuk promosi gratis yang nilai ekonominya sulit dihitung secara pasti.
Setiap unggahan dari akun dengan jutaan pengikut berpotensi menarik perhatian wisatawan mancanegara, baik terhadap budaya Manggarai yang selama ini kurang dikenal, maupun terhadap ikon komodo yang telah menjadi simbol utama Labuan Bajo.
Melalui media sosial, momen-momen seperti ini mampu membuka akses baru bagi destinasi-destinasi lokal yang belum banyak tersentuh oleh pariwisata global, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya dan alam yang luar biasa.
Kunjungan Evra menjadi contoh nyata bagaimana perpaduan antara budaya lokal, alam, dan pengaruh global dapat saling mendukung dalam membangun kesadaran dunia terhadap potensi wisata Indonesia.
Lihat postingan di Instagram