Dominasi yang menakutkan Philadelphia 76ers semakin tidak terbendung setelah mengalahkan Chicago Bulls dengan skor telak 126-107, sekaligus memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Wilayah Timur NBA musim 2026/2027.
Kemenangan besar ini terjadi di hadapan publik sendiri pada Senin (2/11/2026) malam waktu setempat, yang bukan hanya menjadi perayaan angka tetapi juga bukti kekuatan yang luar biasa dari skuad yang sedang dalam performa terbaiknya.
Atmosfer riuh di arena basket Philadelphia tiba-tiba berubah menjadi panggung yang menakutkan bagi Chicago Bulls sejak peluit pertama ditiup.
Tidak heran, Sixers kembali memainkan starting five terbaik mereka yang terdiri dari lima bintang sekaligus: LeBron James, Jaylen Brown, Joel Embiid, Tyrese Maxey, dan VJ Edgecombe.
Sebelumnya, lima pemain utama ini sempat absen bersamaan saat Sixers meraih kemenangan panjang atas New York Knicks dan Charlotte pada akhir pekan lalu.
Kembalinya lima pemain inti ini di atas lapangan langsung menciptakan rasa putus asa bagi tim tamu yang datang dalam kondisi mental yang goyah.
Keraguan publik yang sebelumnya memprediksi bahwa kehadiran banyak bintang akan mengganggu keharmonisan ruang ganti kini terbantahkan secara telak.
Sixers justru menunjukkan rasa lapar yang luar biasa, mengantongi empat kemenangan beruntun dan mencatatkan rekor impresif tujuh kemenangan dari delapan pertandingan pembuka musim.
Pertandingan ini menjadi sorotan utama pada ledakan performa Tyrese Maxey, yang tampil luar biasa sebagai penentu kemenangan.
Guard lincah ini menjadi pemain teratas dalam pencetak angka dengan 26 poin dan 11 assist, di mana 15 poin di antaranya ia lesakkan secara dingin pada kuarter keempat yang krusial.
Setiap penetrasi cepat dan tembakan akurat Maxey di pengujung laga seolah menjadi palu yang menghancurkan sisa-sisa perlawanan Bulls.
Ia mengambil alih komando serangan saat tim membutuhkan kepastian, mengubah momen genting menjadi panggung atraksi pribadi yang memukau seisi stadion.
Ketegangan sempat muncul terkait kondisi fisik Joel Embiid, yang sempat diragukan tampil akibat cedera kaki.
Namun, Embiid tetap turun bertarung selama tiga kuarter dengan mencatatkan 15 poin dan delapan rebound penting.
Melihat margin kemenangan yang sangat besar, tim pelatih memutuskan untuk mengistirahatkan Embiid sepenuhnya di kuarter terakhir.
Manajemen Sixers langsung menangani isu liar yang menyebut bahwa sang senter dipaksa bermain dalam kondisi nyeri, membuktikan rotasi pemain mereka sangat presisi.
Peran LeBron James sebagai maestro gaek juga tidak kalah memukau, dengan menunjukkan kecerdasan bola basket level dewa dalam mengatur tempo permainan tuan rumah.
Legenda tersebut mencatatkan statistik lengkap dengan 15 poin, sembilan assist, dan tujuh rebound, termasuk tujuh umpan yang akurat di babak pertama yang memberikan keuntungan bagi para penembak Sixers.
Visi permainan LeBron terlihat luar biasa ketika ia mengirim dua umpan pantul jarak jauh yang mampu menembus pertahanan lawan, yang diakhiri dengan dunk spektakuler oleh pemain muda sensasional VJ Edgecombe (21 poin).
Puncak momentum terjadi di kuarter ketiga, saat layup kuat LeBron membawa Sixers melonjak unggul jauh 85-68 dari keunggulan tipis lima poin saat jeda pertandingan.
Serangan Philadelphia semakin sempurna berkat agresivitas tak henti dari Jaylen Brown yang berhasil mencatatkan double-double dengan 25 poin dan 11 rebound.
Atmosfer pertandingan semakin memanas karena para bintang Sixers bermain dengan koneksi yang sangat solid, menghancurkan tudingan negatif dari para kritikus yang sebelumnya menyebut proyek ini akan gagal total.
Kemampuan meredam ego masing-masing pemain bintang menjadi kunci utama kekuatan tim asuhan Nick Nurse di awal musim, menurut berbagai ulasan dari para pengamat pasca-pertandingan.
Di sisi lain, pemandangan yang menyedihkan terlihat di lorong kamar ganti Chicago Bulls yang tampak lesu setelah menerima kekalahan kelima berturut-turut. Usaha keras debutan muda Caleb Wilson yang mencetak 24 poin serta dukungan 18 poin dari Norman Powell terasa sia-sia tanpa kemenangan tim.
Beberapa pihak internal Bulls mulai mengakui adanya beban mental dan frustrasi berat yang menghiasi ruang ganti tim berlogo banteng merah tersebut.
Mereka secara terbuka mengakui bahwa menghadapi tim dengan kedalaman skuad seperti Sixers membutuhkan keajaiban yang gagal mereka tunjukkan di lapangan.
Kini, persaingan di Wilayah Timur semakin ketat saat Philadelphia 76ers bersiap melakukan perjalanan ke Detroit untuk menghadapi Pistons pada Rabu (4/11) mendatang.
Sementara itu, Chicago Bulls harus segera memulihkan diri untuk menghadapi pertandingan penting yang menentukan nasib mereka saat melawat ke markas New York Knicks pada hari yang sama.