Franco Wellyjat Medjaya Kusumah, gitaris grup band Ungu yang akrab dipanggil Enda, mengungkapkan rasa deg-degan yang dirasakannya menjelang pelaksanaan konser perayaan 30 tahun band tersebut, yang digelar pada Jumat (30/10) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Ia menyebut ketegangan yang dirasakan sama besar dengan perasaan saat melakukan ijab kabul dalam pernikahannya beberapa tahun lalu.

Enda menjelaskan bahwa rasa gugup itu muncul secara tiba-tiba, meskipun ia dan band telah menjalani serangkaian latihan rutin selama beberapa bulan terakhir. Namun, konser di Jakarta yang juga menjadi pertama kalinya bagi mereka di tempat tersebut justru memicu peningkatan adrenalin yang cukup ekstrem, hingga menyebabkan kecemasan berlebih.

Bagi ayah dari Zara Leola ini, penampilan pada malam konser terasa tidak jauh berbeda dari ketegangan yang pernah dirasakannya saat melangsungkan ijab kabul. Ia menekankan bahwa momen tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga sebuah perayaan emosional yang sangat personal.

"“Aku tadi bilang sama anak-anak," "Gila gua grogi mau manggung ini nih sama kayak gua ijab kabul." "Gua pernah grogi di saat gua ijab kabul tuh grogi banget, ketemu penghulu tuh grogi. Nah ini gua rasain lagi nih grogi,"" ujar Enda saat ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).

Konser perayaan 30 tahun Ungu di Jakarta tidak hanya menjadi pencapaian musikal, tetapi juga merupakan wujud dari impian mendiang ayahnya, HM Syaifudin Kusumah. Enda secara pribadi menyampaikan bahwa tampil di venue besar seperti Senayan merupakan salah satu harapan terbesar sang ayah yang tidak sempat terwujud.

Sehari sebelum konser digelar, Enda bahkan melakukan ziarah ke makam sang ayah. Ia mengungkapkan bahwa selama sang ayah masih hidup, seringkali ia ditanya tentang rencana tampil di Senayan, Jakarta.

""Dulu Papaku suka ngomong gini," "Kamu kapan main di Senayan? Nggak pernah main-main. Yang lain udah main, kamu kok nggak main?" Maksudnya manggung. Tapi pas giliran Ungu manggung di Senayan, dianya udah nggak ada," ungkap Enda dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa ini mengingatkan Enda akan pentingnya waktu dan kesempatan untuk bersama keluarga. Ia menekankan bahwa momen kebersamaan dengan orang-orang terkasih akan menjadi lebih berharga jika sudah tidak lagi ada di dunia.

"“Ya rajin-rajinlah meluangkan waktu bersama dia (ayah). Karena nanti di saat sudah terpisah, ya nggak ada jalan lagi selain bersedih gitu. Apapun akan lu sangkut pautin dengan ayah lu. Lu akan sadar di saat dia nggak ada bahwa dialah satu-satunya orang yang paling menyayangi dirimu,"" pungkasnya.

Konser tersebut menampilkan sejumlah lagu ikonik milik Ungu, mulai dari "Ciuman Pertama", "Konser 30 tahun Ungu diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (30/10). Selama konser berlangsung, Ungu membawakan sejumlah lagu hits, seperti “Karena Dia Kamu", "Seperti Yang Dulu", "Kekasih Gelapku", hingga lagu terbaru mereka yang berjudul "Utara-Selatan". Setiap lagu dibawakan dengan penuh emosi dan kekhusyukan, mencerminkan perjalanan panjang band selama tiga dekade.

Penampilan ini tidak hanya menjadi momen kebanggaan bagi Enda dan rekan-rekan sesama anggota Ungu, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mendukung karier musik mereka sejak awal.

Melalui konser tersebut, Ungu berhasil menyampaikan pesan tentang nilai-nilai keluarga, kesetiaan, dan pentingnya merayakan pencapaian bersama, meskipun dalam konteks kehilangan.

Enda berharap, melalui pengalaman ini, masyarakat dapat lebih menyadari betapa berharganya waktu yang dihabiskan bersama orang-orang tercinta, sebelum terlambat untuk mengejar impian dan memperbaiki hubungan.

Konser 30 tahun Ungu di Tennis Indoor Senayan menjadi simbol keberhasilan yang tidak hanya diraih melalui kerja keras, tetapi juga didukung oleh ingatan dan doa dari keluarga yang telah tiada.

Meski demikian, Enda merasa lega lantaran antusias penggemar jauh lebih besar dari rasa grogi yang dialami. Apalagi, tiket konser kali ini dinyatakan habis terjual sehingga menambah kekuatan bagi dirinya dan juga rekan-rekan di Ungu.

Pas ngelihat antusias penonton, tiket sold out, ya tetap berjuang untuk melayakkan mental untuk tetap main bagus, tetap tampil,

Pencipta lagu “Demi Waktu

Cinta Dalam Hati