Air mata kepedihan dan masa-masa kelam yang menghantui karier Phil Foden mendadak terbayar lunas setelah sang playmaker meledak di panggung Eropa dengan memborong hattrick spektakuler ke gawang AEK Athens. Tampil tanpa kehadiran sang mesin gol utama Erling Haaland, Foden membuktikan bahwa dirinya belum habis dan siap merebut kembali kejayaan yang sempat menjauh dari genggamannya.
Panggung Stadion Etihad pada Selasa malam (20/10/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB menjadi saksi kebangkitan sang pemain andalan Manchester City. Dalam pertandingan ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027 tersebut, The Citizens meluluhlantakkan wakil Yunani, AEK Athens, dengan skor telak 5-1.
Kemenangan tersebut menjadi momen penting bagi Manchester City yang ingin menjaga konsistensi di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Selain membawa pulang tiga poin, hasil itu juga memberikan ruang bagi sejumlah pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka ketika tim tidak tampil dengan komposisi terbaik.
Di antara para pemain yang mencuri perhatian, Phil Foden tampil sebagai sosok utama. Gelandang serang berusia 26 tahun tersebut tidak hanya mencetak tiga gol, tetapi juga menyumbangkan satu assist yang membantu Manchester City mengamankan kemenangan besar di hadapan pendukungnya sendiri.
Penampilan itu terasa semakin berarti karena Foden sebelumnya melewati periode sulit dalam kariernya. Setelah sempat menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian besar berkat kontribusinya bersama Manchester City dan tim nasional Inggris, ia menghadapi tekanan ketika performanya menurun dan produktivitas golnya terhenti cukup lama.
Sebelum pesta gol di Etihad, perjalanan Foden sempat diselimuti keraguan. Pemain yang dikenal memiliki kemampuan mengolah bola, visi permainan, dan ketajaman di area serangan tersebut harus menghadapi masa-masa yang menguji kepercayaan dirinya selama dua musim terakhir.
Foden juga harus menerima kenyataan pahit ketika namanya tidak masuk dalam skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026. Situasi tersebut menjadi salah satu titik sulit dalam perjalanan kariernya, mengingat kesempatan membela negara di turnamen terbesar sepak bola dunia merupakan pencapaian penting bagi seorang pemain profesional.
Selain kehilangan tempat di tim nasional, Foden juga mengalami paceklik gol yang berlangsung selama 10 bulan. Kondisi tersebut membuat kontribusinya di lini serang menjadi sorotan, terutama karena publik terbiasa melihatnya tampil produktif dan menjadi salah satu pemain yang mampu menciptakan perbedaan dalam pertandingan.
Tekanan terhadap Foden semakin besar ketika sejumlah pihak mulai mempertanyakan kemampuannya mempertahankan performa terbaik. Keraguan itu muncul di tengah tingginya ekspektasi terhadap pemain yang telah lama menjadi bagian penting dari Manchester City.
Foden akhirnya memecah kebuntuan ketika menghadapi Ipswich Town dalam pertandingan domestik pada akhir pekan sebelumnya. Gol tersebut menjadi titik awal yang penting setelah ia cukup lama tidak mencatatkan namanya di papan skor.
Meski satu gol masih belum cukup untuk sepenuhnya menjawab keraguan sebelumnya, pencapaian ini menjadi motivasi bagi Foden untuk kembali memperbaiki ritme permainannya. Ia kemudian membawa momentum tersebut ke pertandingan Liga Champions melawan AEK Athens.
Laga di Etihad Stadium menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan bahwa kemampuannya tetap mampu memberikan kontribusi besar bagi tim. Tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarlini, ia juga tampil efektif ketika mendapatkan ruang yang tepat untuk menyelesaikan peluang.
Pertandingan melawan AEK Athens sekaligus menjadi ujian bagi Manchester City karena Erling Haaland tidak turun sebagai starter. Penyerang asal Norwegia itu diistirahatkan setelah mengalami cedera pada kakinya usai mencetak dua gol saat menghadapi Ipswich Town.
Keputusan tersebut membuat perhatian beralih ke kemampuan City dalam mempertahankan produktivitas lini serang tanpa pemain yang selama ini menjadi salah satu sumber gol utama mereka. Haaland memiliki peran penting dalam penyelesaian akhir, sehingga absensinya bisa memengaruhi pendekatan permainan tim.
Namun, Manchester City tetap memiliki sejumlah pemain lainnya yang mampu mengisi ruang di garis depan serta menciptakan peluang. Foden menjadi salah satu dari beberapa pemain yang mendapatkan kesempatan lebih besar untuk berperan penting dalam pertandingan tersebut.
Manajer Enzo Maresca juga melakukan delapan pergantian susunan pemain. Rotasi ini menunjukkan upayanya menjaga kebugaran skuad sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain lain untuk membuktikan kemampuan mereka di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Salah satu keputusan menarik adalah pemberian kesempatan tampil bagi Floyd Samba, seorang pemain muda berusia 17 tahun yang turun di posisi sayap. Kehadirannya memperkaya variasi dalam komposisi Manchester City saat menghadapi wakil Yunani tersebut.
Rotasi besar seperti itu tentu saja bisa menjadi tantangan tersendiri terutama ketika beberapa dari pemain yang dipanggil belum memiliki banyak pengalaman bermain bersama tim. Meski demikian, Manchester City tetap berhasil membangun permainan dan mencari jalan untuk menguasai jalannya pertandingan.
Keputusan Maresca akhirnya memberikan hasil positif. Para pemain yang mendapat kesempatan tampil mampu memberikan kontribusi, sementara Foden menjadikan laga ini sebagai panggung untuk menunjukkan kualitasnya.
Manchester City langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Tekanan kuat dari tuan rumah akhirnya berbuah gol pembuka pada menit ke-12 melalui Elliot Anderson.
Gol tersebut menjadi momen istimewa bagi Anderson karena merupakan gol perdananya setelah bergabung dengan Manchester City dari Nottingham Forest dalam bursa transfer musim panas yang lalu. Ia memanfaatkan situasi bola mati untuk membawa timnya unggul lebih dahulu.
Proses pencetakannya dimulai dari tendangan bebas Enzo Fernandez, yang mengarah ke mistar gawang. Bola pantulan kemudian jatuh di area berbahaya dan langsung disambar oleh Anderson ketika pertahanan AEK Athens belum sempat bereaksi terhadap situasi tersebut.
Gol itu membuat Manchester City berada dalam posisi yang lebih nyaman untuk melanjutkan permainan mereka. Keunggulan awal juga memberikan dorongan bagi para pemain lain untuk terus menekan pertahanan lawan serta mencari peluang tambahan.
AEK Athens berusaha menjaga organisasi pertahanan agar tidak kembali kebobolan. Namun, Manchester City memiliki banyak pilihan serangan, termasuk melalui pergerakan pemain dari lini kedua dan kombinasi umpan di sekitar kotak penalti.
Pada menit ke-34, Foden akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor. Ia bekerja sama dengan Rico Lewis sebelum melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke bagian atas gawang AEK Athens.
Gol tersebut memperbesar keunggulan Manchester City menjadi 2-0. Bagi Foden, gol itu juga menjadi bukti bahwa momentum positif yang diperolehnya ketika menghadapi Ipswich Town dapat berlanjut di panggung Eropa.
Manchester City mampu mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir. Foden dan rekan-rekannya memasuki ruang ganti dengan modal dua gol, sementara AEK Athens harus mencari cara untuk memperbaiki permainan setelah turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan sempat menghadirkan ketegangan bagi pendukung tuan rumah. AEK Athens berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-52 melalui Stavros Pilios.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka untuk sesaat. Manchester City yang sebelumnya memegang kendali harus segera merespons agar lawan tidak mendapatkan kesempatan membangun momentum.
AEK Athens berusaha memanfaatkan peluang yang tersedia untuk memberikan tekanan kepada pertahanan tuan rumah. Namun, Manchester City tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali memperlebar jarak.
Pada menit ke-57, Foden menunjukkan kontribusi lain melalui assist kepada Rayan Cherki. Umpan yang diberikan Foden membuka kesempatan bagi Cherki untuk menyelesaikan serangan dari tepi kotak penalti.
Cherki kemudian melakukan gerakan memutar untuk melewati penjagaan pemain lawan sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut gawang. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-1 dan mengembalikan keunggulan dua gol bagi Manchester City.
Assist itu memperlihatkan bahwa kontribusi Foden tidak terbatas pada penyelesaian akhir. Ia juga mampu menciptakan peluang bagi rekan setimnya dan membantu menjaga aliran serangan Manchester City tetap efektif.
Keunggulan tersebut membuat tuan rumah kembali berada dalam posisi yang lebih nyaman. AEK Athens harus menghadapi tekanan tambahan ketika Manchester City terus menemukan celah di lini pertahanan mereka.
Foden kembali mencetak gol pada menit ke-65. Kali ini, ia memanfaatkan rangkaian serangan yang melibatkan Rayan Cherki dan Rico Lewis sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Sepakan tersebut meluncur ke bagian atas gawang AEK Athens dan membawa Manchester City unggul 4-1. Gol keduanya dalam pertandingan itu sekaligus memperlihatkan ketajaman Foden ketika memperoleh ruang untuk melakukan penyelesaian.
Torehan tersebut semakin memperkuat penampilan impresif Foden pada malam itu. Ia berhasil mencetak dua gol dan memberikan satu assist, sehingga menjadi salah satu pemain yang paling menentukan dalam kemenangan Manchester City.
Namun, Foden belum menyelesaikan pekerjaannya. Pada menit ke-76, ia kembali mencetak gol untuk melengkapi hattrick sekaligus memastikan kemenangan Manchester City dengan skor 5-1.
Gol ketiga Phil Foden tercipta setelah ia menerima umpan silang mendatar dari pemain muda Ryan McAidoo. Berada dalam posisi yang tepat, Foden memanfaatkan peluang tersebut dari jarak dekat untuk menambah keunggulan timnya.
Hattrick yang dicetak Foden menjadi pencapaian penting bagi dirinya sendiri setelah melewati periode panjang tanpa produktivitas gol. Tiga gol dalam satu pertandingan memberikan jawaban kuat terhadap keraguan yang sebelumnya mengiringi penampilannya.
Selain mencatatkan hattrick, Foden juga menyumbangkan satu assist. Kombinasi kontribusi tersebut membuatnya terlibat langsung dalam empat dari lima gol Manchester City ke gawang AEK Athens.
Penampilan itu menunjukkan bahwa Manchester City tetap memiliki daya serang yang berbahaya meski Erling Haaland tidak menjadi starter. Pemain lain mampu mengambil tanggung jawab untuk menciptakan peluang dan menyelesaikannya menjadi gol.
Kemenangan 5-1 atas AEK Athens memberikan dorongan bagi Manchester City dalam perjalanan mereka di fase liga Liga Champions musim ini. Tambahan tiga poin membantu tim menjaga persaingan sekaligus memperbaiki kepercayaan diri setelah sebelumnya kalah dari Paris Saint-Germain pada pertandingan kedua.
Hasil tersebut juga menunjukkan kemampuan Manchester City merespons tekanan setelah mengalami hasil yang mengecewakan. Tim mampu tampil produktif dengan susunan pemain yang banyak berubah dan tanpa menurunkan Haaland sejak menit awal.
Di bawah arahan Mikel Arteta, Manchester City disebut telah mencatat 10 kemenangan dalam 11 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini. Catatan itu memperlihatkan konsistensi yang menjadi modal penting ketika tim harus menjalani jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Meski demikian, perjalanan di Liga Champions masih panjang. Manchester City perlu terus mempertahankan konsistensinya dalam pertandingan berikutnya agar dapat mengamankan posisi yang menguntungkan pada fase liga.
Bagi Foden, kemenangan atas AEK Athens memiliki arti yang lebih personal. Ia berhasil melewati pertandingan dengan tiga gol dan satu assist setelah menghadapi periode sulit yang membuat performanya dipertanyakan.
Hattrick tersebut menjadi salah satu momen penting dalam upayanya kembali menemukan kepercayaan diri. Ia membuktikan bahwa dirinya masih mampu menentukan hasil pertandingan serta memberikan kontribusi besar bagi Manchester City.
Kebangkitan Foden juga memberikan pilihan tambahan bagi Arteta dalam mengatur lini serang. Ketika Haaland harus beristirahat atau tidak dapat tampil, keberadaan pemain yang mampu mencetak gol sekaligus menciptakan peluang menjadi keuntungan bagi tim.
Pada akhirnya, kemenangan atas AEK Athens bukan hanya tentang skor besar di Stadion Etihad. Pertandingan tersebut menjadi panggung bagi Foden untuk menunjukkan kualitasnya setelah melewati masa sulit, sekaligus membuktikan bahwa Manchester City memiliki sejumlah pemain yang mampu mengambil tanggung jawab ketika tim membutuhkannya.
Tiga gol dan satu assist yang dicatatkan Foden menjadi bagian terpenting dari kemenangan tersebut. Setelah menghadapi paceklik gol selama 10 bulan dan kehilangan tempat di skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, ia kini memiliki alasan untuk kembali menatap pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri yang lebih besar.