Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara para profesional menjalankan aktivitas sehari-hari. Kini, proses mencatat rapat, menyusun transkrip percakapan, hingga membuat laporan kerja mulai dapat dilakukan secara otomatis melaluiperangkat berbasis AI.

Melihat kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi perekam berbasis kecerdasan buatan, Plaud, resmi menghadirkan dua perangkat andalannya ke pasar Indonesia, yakni Plaud Note Pro dan Plaud NotePin S.

Kedua perangkat ini dirancang untuk membantu para profesional meningkatkan produktivitas terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan sering terlibat dalam pertemuan bisnis wawancara diskusi maupun koordinasi pekerjaan.

Melalu integrasi perangkat keras dan lunak berbasis AI Plaud menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan informasi percakapan. Rekaman suara tidak hanya disimpan sebagai dokumentasi tetapi juga dapat diolah menjadi transkip teks ringkasan rapat hingga daftar poin pentingyang lebih mudah dipahami ditindaklanjuti.

Kehadiran kedua produk tersebut sekaligus menandai upaya Pl aud memperluas jangkaunya bisnisnya Indonesia Pasar Tanah Air dinilai memiliki potensi besar mengikuti meningkat kebutuhan terhadap teknologi yang bisa membantu pekerjaan menjadi praktis efisien.

Plaud Note Pro dan NotePin S Hadir dengan Desain Berbeda. Plaud hadirkan dua perangkat pendekatan desain berbeda untuk sesuai kebutuhan penggunanya .

Plaud Note Pin S usung konsep wearable ringkasringan fleksibel Perangkat dirancangkan agar digunakan sepanjang hari tanpa ganggu aktivitas pemakainya Pengguna dapat memilih cara menenakkannya mulai dikalungan leher dijepit pakaian atau tas sebagai gelang tangan hingga disemat kerah baju Fleksibilitas tersebut mungkin menggunakan Not ePinS dalam situasi seperti menghadiri rapat melakukan wawancara ikuti diskusi kelompok mencatat informasi penting ketika bekerja luar kantor.

Dengan desa in praktis penguna tidak perlu terus-menerus pegang untuk merekam percakapan Hal ini memberikan keleluasaan tetap berinteraksi lawan bicara tanpa harus sibuk menulis catatan .

Sebaliknya Plaud Note Pro dirancangkan pendekatan fokus pada perekaman secara langsung maupun panggilan telepon Perangkat dapat ditempelkan bagian belakang smartphone kompatibel menggunakan magnet MagSafe Desain membuat lebih praktis digunakan bersama smartphon aktivitas profesional Kedua perangkat memiliki tujuan sama membantu mendokumentasikan dengan mudah. Perbedaannya terletak bentuk fisik dan fleksibilitas penggunaan sesuai kebiasaan masing-masing.

Teknologi Pl aud Intelligence Ubah Rekam Menjadi Catat Pintar Salah satu fitur utama yang ditawarkan Plaud adalah ekosistem lunak bernama Plaud Intelligen Sist berbasis AI memungkan rekaman suara diolah menjadi informasi tertulis struktur Setelah percakapan direkam penguna dapat manfaatk teknologi ini menghasil transkip ringkasan eksktif serta daftar poin pentingyang keluar diskusi.

Kemampuan tersebut berpotensi membantu pekerja mengurangi waktu yang biasanya dihabiskan untuk memutar ulang rekaman dan menulis ulang hasil pembicaraan secara manual.

Dalam sebuah rapat, misalnya, peserta sering kali harus membagi perhatian antara mendengarkan penjelasan, menyampaikan pendapat, dan mencatat keputusan yang dihasilkan. Kondisi tersebut dapat membuat sejumlah informasi terlewat.

Dengan dukungan perangkat perekam dan pengolahan AI, pengguna dapat memiliki dokumentasi percakapan yang lebih mudah ditinjau kembali setelah kegiatan selesai.

Plaud Intelligence juga memungkinkan hasil rekaman diolah menjadi informasi yang dapat dicari kembali. Fitur ini membantu pengguna menemukan bagian percakapan tertentu tanpa harus mendengarkan seluruh rekaman dari awal.

Kemampuan pencarian tersebut dapat bermanfaat bagi pekerja yang menangani banyak pertemuan dalam sehari atau perlu mengakses kembali informasi dari diskusi yang berlangsung beberapa waktu sebelumnya.

Selain itu, pengguna dapat mengatur bahasa percakapan dan bahasa hasil rangkuman secara terpisah. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi profesional yang bekerja dengan mitra internasional atau mengikuti rapat dalam beberapa bahasa.

Plaud juga menyediakan fitur custom vocabulary yang memungkinkan pengguna memasukkan istilah teknis, singkatan, dan jargon khusus sesuai bidang pekerjaan.

Fitur tersebut ditujukan untuk membantu sistem mengenali kosakata yang mungkin tidak umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti istilah industri, nama produk, atau terminologi profesional.

Meski demikian, hasil transkripsi tetap perlu diperiksa kembali, terutama ketika menyangkut nama, angka, istilah teknis, dan keputusan penting yang membutuhkan ketepatan tinggi. Plaud Siapkan AI Agentic untuk Membantu Pekerjaan Lanjutan

Plaud juga merencanakan pengembangan kemampuan perangkat lunaknya melalui teknologi yang disebut AI agentric.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, pembaruan tersebut direncanakan hadir pada bulan berikutnya setelah peluncuran di Indonesia.

Teknologi ini ditujukan untuk membantu pengguna mengekstraksi informasi dari rekam jejak percakapan sebelumnya, kemudian mengolahnya menjadi materi yang dapat digunakan untuk pekerjaan lanjutan.

Contohnya, hasil pembicaraan dalam rapat dapat dimanfaatkan untuk menyusun draf surat elektronik atau email tindak lanjut, dokumen laporan kerja, hingga berkas penugasan.

Pendekatan tersebut berpotensi memperpendek proses yang biasanya membutuhkan beberapa tahapan manual. Setelah rapat selesai, pekerja tidak hanya memperoleh transkrip, tetapi juga dapat menggunakan informasi yang tersimpan untuk membantu menyusun pekerjaan berikutnya.

Plaud turut merencanakan integrasi dengan sejumlah platform produktivitas, termasuk Notion, Slack, dan Linear.

Integrasi semacam ini dapat membantu pengguna menghubungkan informasi hasil rapat dengan sistem pengelolaan pekerjaan yang telah digunakan oleh tim mereka.

Sebagai contoh, poin-poin tindak lanjut dari diskusi dapat menjadi bahan untuk menyusun tugas atau memperbarui dokumentasi proyek. Dengan begitu, informasi yang sebelumnya hanya tersimpan dalam rekaman berpeluang digunakan secara lebih aktif dalam alur kerja.

Namun, hasil yang dihasilkan AI tetap membutuhkan pemeriksaan manusia sebelum digunakan atau dikirimkan. Pengguna perlu memastikan isi laporan, konteks percakapan, dan penugasan yang dibuat sesuai dengan kesepakatan sebenarnya. Plaud Ingin Profesional Indonesia Punya Lebih Banyak Waktu

Head of APAC Marketing Plaud, Megumi Yoshinaga, menjelaskan bahwa kehadiran teknologi ini di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan otomatisasi pekerjaan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat mendukung hubungan antarmanusia.

Menurutnya, budaya kebersamaan dan semangat gotong royong yang kuat di Indonesia menjadi salah satu hal yang relevan dengan tujuan pengembangan perangkat produktivitas tersebut.

""“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong. Seiring dengan kehadiran Plaud di Indonesia, kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu,"" kata Megumi Yoshinaga.

"Ia menambahkan bahwa teknologi AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk berkolaborasi, mengambil keputusan, dan menjalankan pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan manusia.".

"Dengan mengurangi beban mencatat, membuat transkripsi, dan melakukan tindak lanjut secara manual, AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia, tetapi memberikan lebih banyak ruang untuk kolaborasi yang bermakna, pengambilan keputusan yang tepat, dan hal-hal yang benar-benar penting," lanjutnya.

Pandangan tersebut menempatkan AI sebagai alat bantu untuk menangani pekerjaan administratif yang berulang.

Dalam lingkungan profesional, pencatatan dan penyusunan ringkasan sering menjadi bagian penting dari dokumentasi. Namun, aktivitas tersebut juga dapat menyita waktu ketika dilakukan secara manual.

Dengan mengotomatisasi sebagian proses itu, pengguna diharapkan dapat memusatkan perhatian pada diskusi, analisis, serta penyelesaiahan masalah.

Di sisi lain, penggunaan perangkat perekam dalam rapat atau wawancara tetap perlu memperhatikan persetujuan pihak yang terlibat, perlindungan data pribadi, dan kebijakan kerahasiaan informasi di tempat kerja.

Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Prioritas Plaud di Asia Tenggara.

Keputusan Plaud menghadirkan produk terbarunya di Indonesia didukung oleh potensi pasar yang dinilai menjanjikan.

Indonesia disebut sebagai salah satu dari enam pasar prioritas Plaud di Asia Tenggara, bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Besarnya aktivitas ekonomi, luasnya pasar konsumen, serta kebutuhan terhadap teknologi produktivitas menjadi sejumlah faktor yang membuat Indonesia menarik bagi perusahaan teknologi global.

Berdasarkan data yang dicantumkan dalam materi perusahaan, Indonesia memiliki produk domestik bruto nominal sekitar US$1,45 triliun pada 2025.

Plaud memproyeksikan Indonesia dapat menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan terbaik bagi bisnisnya pada 2030. Perusahaan juga memperkirakan jumlah pengguna aktif perangkat Plaud di Tanah Air berpotensi melampaui satu juta pengguna.

Target tersebut menunjukkan besarnya ambisi perusahaan untuk memperluas adopsi perangkat perekam AI di kalangan profesional Indonesia.

Meski begitu, pencapaian proyeksi tersebut akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk penerimaan konsumen, kebutuhan nyata pengguna, harga perangkat, dan kemampuan perusahaan memberikan layanan yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Selain pekerja kantoran, perangkat seperti Plaud Note Pro dan NotePin S juga berpotensi digunakan oleh jurnalis, peneliti, konsultan, pelaku usaha, hingga tenaga profesional yang sering melakukan wawancara atau diskusi.

Bagi kelompok tersebut, kemampuan mengubah percakapan menjadi catatan terstruktur dapat membantu mempercepat proses dokumentasi dan pencarian informasi.

Bisnis Global Plaud Tumbuh Pesat.

Di tingkat internasional, Plaud menyebut perangkat perekam berbasis AI miliknya telah digunakan lebih dari 2,5 juta profesional di lebih dari 170 negara.

Angka tersebut menggambarkan jangkauan bisnis perusahaan yang telah berkembang melampaui satu pasar regional.

ARR merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur nilai pendapatan tahunan dari model bisnis langganan atau sumber pendapatan berulang lainnya. Angka ini berbeda dengan total penjualan perangkat keras dan tidak secara otomatis mencerminkan laba perusahaan.

Untuk menghadapi persaingan industri teknologi yang semakin ketat, Plaud menetapkan target penjualan global sebesar US$500 juta.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas penggunaan teknologi AI melalui perangkat keras khusus yang dirancang untuk mendukung aktivitas profesional.

Persaingan di sektor ini mendorong perusahaan agar terus meningkatkan kemampuan perangkat, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, serta menjaga kepercayaan konsumen dalam hal pengelolaan data.

Keunggulan sebuah perangkat perekam AI tidak hanya bergantung pada kualitas rekaman tetapi juga pada kemampuan sistem mengolah informasi, kemudahan penggunaannya, dan relevansinya dengan kebutuhan sehari-hari. Tersedia di Gramedia, iBox, dan Urban Republic

Untuk memperluas akses bagi konsumen di Indonesia, Plaud menerapkan strategi distribusi melalui saluran penjualan daring maupun luring.

Perangkat tersebut telah tersedia di hampir 70 gerai fisik berdasarkan kerja sama dengan jaringan ritel seperti Urban Republic, Gramedia, dan iBox.

Kehadiran perangkat di toko fisik memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk melihat bentuk perangkat secara langsung serta mempelajari cara penggunaannya sebelum melakukan pembelian.

Ini menjadi penting karena karakteristik penggunaan perangkat perekam AI berbeda dari merek konvensional. Konsumen harus memahami bagaimana perangkat dipasang, digunakan, dan terhubung ke sistem berbasis AI.

Sementara itu, bagi konsumen yang lebih suka belanja online, produk dapat ditemukan di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, serta situs resmi Plaud untuk wilayah Asia Tenggara.

Strategi multisaluran ini membantu perusahaan menjangkau konsumen dengan preferensi belanja yang bervariasi.

Ketersediaan di berbagai platform juga memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk membandingkan informasi tentang produk serta memeriksa ketentuan pembelian sebelum melakukan transaksi.

Harga Plaud Note Pro dan NotePin S di Indonesia ditetapkan oleh Plaud dengan kisaran lebih dari Rp3 juta per unit.

Berikut harga resmi yang telah diumumkan untuk masing-masing produk: Plaud Note Pro: Rp3.499.000 per unit, Plaud NotePin S: Rp3.449.000 per unit.

Dengan selisih harga sebesar Rp50.000, konsumen dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan desain serta kebutuhan penggunaan mereka.

Plaud Note Pro cocok bagi pengguna yang ingin memiliki perangkat perekam yang terintegrasi dengan ponsel, sedangkan NotePin S menawarkan bentuk wearable yang bisa dikenakan secara fleksibel.

Sebelum membeli, calon pengguna disarankan untuk memeriksa informasi mengenai fitur yang tersedia, ketentuan layanan AI, batasan paket, dan kemungkinan biaya langganan jika dibutuhkan.

Hal ini penting karena pengalaman menggunakan perangkat AI tidak hanya bergantung pada kualitas hardware tetapi juga pada dukungan dari software yang menyertainya.

Konsumen juga perlu memahami kebijakan penyimpanan dan pemrosesan data, terutama apabila perangkat akan digunakan untuk merekam rapat internal perusahaan, wawancara sensitif, atau percakapan yang mengandung informasi rahasia. Perubahan ini menunjukkan pentingnya kesadaran tentang privasi dalam era teknologi digital saat ini.

Perekam AI Berpotensi Mengubah Cara Kerja Profesional. Teknologi perekaman suara berbasis artificial intelligence (AI) semakin berkembang pesat sebagai alat pendukung produktivitas di lingkungan kerja modern.

Kehadiran Plaud Note Pro dan NotePin S memperlihatkan bagaimana perangkat perekam suara mulai berkembang dari alat dokumentasi sederhana menjadi bagian dari ekosistem produktivitas digital. Perusahaan-perusahaan kini menghadirkan solusi yang lebih canggih untuk mendukung kebutuhan bisnis saat ini.

Jika sebelumnya rekaman hanya berfungsi sebagai arsip yang perlu didengarkan kembali, teknologi AI memungkinkan informasi di dalamnya diolah menjadi transkrip, ringkasan, dan bahan tindak lanjut. Dengan demikian, pengguna dapat mengeksplorasi data secara efisien tanpa harus meluangkan waktu terlalu lama.

Perubahan ini berpotensi membantu pekerja menghemat waktu, terutama ketika harus menangani banyak pertemuan dan mengelola informasi dalam jumlah besar. Teknologi seperti ini memberikan manfaat nyata bagi profesional yang sibuk dengan aktivitas harian mereka.

Namun, teknologi tersebut tetap memiliki batasan. Hasil transkripsi dan rangkuman dapat mengandung kesalahan sehingga pengguna perlu melakukan verifikasi, terutama untuk informasi penting yang berkaitan dengan keputusan bisnis atau penugasan. Pengguna diharuskan waspada agar tidak membuat kesalahan berdasarkan data yang kurang akurat.

Penggunaan yang bertanggung jawab juga perlu memperhatikan privasi, keamanan informasi, dan persetujuan orang yang direkam. Aspek ini menjadi sangat krusial dalam penerapan teknologi AI secara luas tanpa melanggar norma etika maupun hukum yang berlaku.

Dengan menggabungkan desain perangkat yang fleksibel, dukungan pengolahan berbagai bahasa, serta rencana integrasi dengan aplikasi produktivitas, Plaud menawarkan alternatif bagi profesional yang ingin menyederhanakan proses dokumentasi kerja. Perusahaan tersebut terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar global dan lokal.