Penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) sukses menghadirkan kolaborasi ekonomi kreatif global. Gelaran ini dihadiri lebih dari 80 negara serta tujuh organisasi internasional.

Mengusung tema "Inclusively Creative: Collective Continuity", forum yang diinisiasi Indonesia sejak tahun 2018 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen global dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyoroti kontribusi signifikan ekonomi kreatif terhadap perekonomian global maupun nasional. Ia juga menggarisbawahi tema yang diangkat dengan melibatkan seluruh elemen dalam ekosistem hexahelix, yaitu pemerintah, kreator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, serta media untuk mewujudkan aksi nyata.

“"Delapan tahun lalu, di Bali, kita memulai sebuah gagasan yang berani, bahwa ekonomi kreatif layak mendapat kursinya sendiri di meja tempat dunia mengambil keputusan. Sejak saat itu, gagasan ini telah berkeliling dunia. Hari ini, ia pulang kembali ke Jakarta untuk penyelenggaraan Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif WCCE yang kelima,"” ujar Menteri Ekraf.

Tahun ini, WCCE menyambut delegasi dari lebih dari 80 negara dan tujuh organisasi internasional, termasuk sejumlah besar pejabat tinggi seperti 38 menteri dan perwakilan tingkat tinggi. Forum ini juga menghadirkan 183 pembicara dan moderator dengan menargetkan jumlah peserta mencapai lebih dari 6.000 orang yang akan bersama-sama membentuk masa depan ekonomi kreatif global.

Menteri Ekraf juga memberikan penekanan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan kebijakan dan strategi tetapi juga melibatkan manusia sebagai sumber gagasan serta karya-karya inovatif. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun ekosistem kreatif yang inklusif melalui Jakarta Vision on Creative Economy.

“"Kreativitas bukan sekadar hasil karya, melainkan cara kita saling berbicara ketika kata-kata biasa tidak lagi cukup. Selamat berkonferensi dan berkolaborasi. Semoga Jakarta Vision ini membuka babak baru dalam ekonomi kreatif global demi dunia yang Inclusively Creative,"” tegas Menteri Ekraf.

Rangkaian sesi pleno (plenary session) berlangsung selama dua hari, yaitu pada 22-23 Oktober 2026, dengan total sebanyak 33 sesi diskusi strategis yang ditutup melalui Closing Session.

Pembukaan sesi pleno dimulai dengan pertunjukan Pagelaran Sabang Merauke yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara. Setelah itu, Menteri Ekraf secara resmi membuka rangkaian diskusi tersebut.

Penyelenggaraan WCCE 2026 juga menjadi bagian dari peringatan Bulan Kreasi Nasional dan merupakan salah satu rangkaian menuju puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada tanggal 24 Oktober 2026.