Rasa haru dan nostalgia mendalam tiba-tiba melanda dunia basket setelah Oklahoma City Thunder secara resmi mengumumkan akan memensiunkan jersey nomor "0" milik Russell Westbrook pada 7 Februari 2027 mendatang.

Momen penting ini akan berlangsung saat Thunder menghadapi New York Knicks, menjadi upacara penghormatan tertinggi bagi sosok yang telah memberikan jiwa, raga, dan loyalitas tanpa batas kepada publik Oklahoma.

Keputusan bersejarah ini diambil setelah Westbrook, bintang legendaris berusia 37 tahun, mengumumkan pensiun pada Agustus 2026 setelah menyelesaikan 18 musim penuh drama dan perjuangan di NBA.

Selama kariernya, Westbrook menorehkan rekor abadi sebagai pemain dengan jumlah tripel-dobel terbanyak sepanjang masa, sebanyak 209 kali.

Bagi masyarakat Oklahoma City, nomor punggung 0 bukan sekadar angka di jersey, tetapi simbol perlawanan dan harga diri kota kecil yang pernah ditinggalkan bintang-bintang besar.

Westbrook memilih bertahan dan berjuang sendirian saat kota menghadapi tantangan, menjadikannya pahlawan yang dicintai melampaui batas olahraga.

Upacara pemensiunan jersey ini akan disiarkan secara global dan dipastikan menguras air mata ribuan penggemar yang hadir di arena.

Penghormatan ini layak diberikan kepada seorang ikon yang menghabiskan 11 musim pertamanya untuk mengubah sejarah klub dari nol.

Kisah cinta antara Westbrook dan Thunder dimulai pada malam Draft NBA 2008, ketika ia dipilih sebagai pilihan keempat sebelum klub pindah dari Seattle ke Oklahoma City.

Sejak hari pertama, Westbrook langsung menjadi jantung tim dengan energi meledak-ledak yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Bersama Kevin Durant dan James Harden, Westbrook menjadi motor utama yang membawa Thunder ke Final NBA 2012 dan menjalani perjalanan panjang di babak playoff.

Meski rekan-rekannya memilih hengkang, Westbrook tetap berdiri kokoh memeluk kota yang membesarkannya.

Pemilik Thunder, Clayton Bennett, menyampaikan pernyataan penuh kebanggaan dan penghormatan kepada mantan kaptennya.

"Kami sangat bangga memensiunkan nomor punggung Russell," kata pemilik Thunder, Clayton Bennett.

"Russell meninggalkan jejak yang abadi di kota dan negara bagian selama masa baktinya bersama tim, dan keterlibatannya dalam komunitas terus berlanjut lama setelah itu. Kami sangat berterima kasih atas kepeduliannya yang tulus terhadap masyarakat Oklahoma dan dia akan selalu dianggap sebagai bagian dari komunitas Oklahoma City," lanjutnya.

Hubungan emosional antara Westbrook dan masyarakat Oklahoma tidak pernah terputus oleh waktu atau jarak.

Westbrook membangun fondasi kemanusiaan kuat melalui aksi sosial di berbagai sudut kota.

Puncak kekuasaan Westbrook terjadi pada musim 2016-2017, setelah kepergian Kevin Durant yang memicu ketegangan di ruang ganti dan publik.

Di tengah kesendirian dan kritik, Westbrook bangkit mengamuk layaknya monster yang terluka.

Manajemen tim dan publik Oklahoma saat itu segera bersuara untuk membela bintang mereka dari kritik yang datang dari pengamat luar, yang menganggap gaya permainannya terlalu egois. Westbrook tidak tinggal diam dan membalas keraguan tersebut dengan mencatatkan rata-rata tripel-dobel sepanjang musim serta meraih penghargaan paling bergengsi, NBA MVP 2017.

Ia mencatatkan sejarah dengan mencetak 42 kali tripel-dobel dalam satu musim kompetisi, sekaligus memecahkan rekor legenda Oscar Robertson yang telah bertahan selama puluhan tahun. Isu-isu liar yang menyatakan Thunder akan runtuh setelah kepergian bintang lamanya berhasil ditangkal dengan etos kerja luar biasa dari Westbrook.

Pencapaian statistiknya bersama Thunder mencatatkan rekor yang hampir mustahil dipecahkan oleh generasi penerus. Ia pensiun sebagai pemimpin sepanjang masa Oklahoma City dalam jumlah pertandingan yang dimainkan (821), total poin (18.859), rebound (5.760), asis (6.897), steal (1.442), tembakan masuk (6.626), serta total menit bermain (28.329).

Warisan abadi Westbrook di langit-langit arena semakin diperkuat oleh prestasi mentereng lainnya, termasuk dua gelar juara pencetak poin NBA (2015 dan 2017), sembilan kali terpilih dalam NBA All-Star, serta tiga kali menjadi raja asis liga (2018, 2019, dan 2021).

Dari total 1.301 laga musim reguler yang ia lakoni, rata-rata kariernya mencapai angka fantastis: 20,9 poin, 8,0 asis, dan 6,9 rebound. Angka-angka ini membawanya masuk dalam jajaran Tim Ulang Tahun ke-75 NBA.

Menanggapi warisan yang abadi dan agung dari sang legenda, wakil presiden eksekutif dan manajer umum Thunder, Sam Presti, menyampaikan kekaguman mendalam terhadap mentalitas sang maestro.

"Banyak pemain memberikan dampak, tetapi hanya pemain hebat yang meninggalkan warisan. Warisan Russell Westbrook dibangun baik di lapangan maupun di komunitas," kata wakil presiden eksekutif dan manajer umum Thunder, Sam Presti.

"Pola pikirnya pantang menyerah, komitmennya mendalam. Karena semua alasan itu, warga Oklahoma menganggapnya sebagai bagian dari mereka dan nomor punggungnya akan diabadikan di langit-langit arena Oklahoma City selamanya."

Karakter pantang menyerah dan semangat yang tak pernah padam di dalam dada Westbrook telah menjadi bagian dari DNA permanen kultur bola basket di negara bagian tersebut, menurut pernyataan resmi klub. Kini, semua perseteruan masa lalu dan perdebatan statistik telah lenyap, digantikan oleh rasa hormat yang utuh. Pada 7 Februari 2027, publik Paycom Center akan menjadi saksi bersatunya kembali sang anak hilang dengan rumah sejatinya, menyaksikan nomor '0' terbang menuju keabadian di langit-langit arena.