Artis peran Michelle Ziudith mengungkapkan perjuangan yang berat selama masa syuting serial Alas Roban The Series. Ia menyebut bahwa kondisi fisiknya sangat terpapar akibat intensitas kerja yang tinggi selama proses produksi.
Menurut Michelle, syuting serial ini menuntut kesiapan fisik dan stamina yang luar biasa. Ia harus menjalani berbagai adegan yang menuntut tenaga ekstra, termasuk pengambilan gambar di lokasi berbahaya seperti sumur, danau, serta adegan yang dilakukan di bawah air.
Selain tantangan fisik, Michelle juga menghadapi perubahan rutinitas istirahat yang signifikan. Jadwal kerja yang tidak menentu menyebabkan waktu tidurnya bergeser secara drastis, sehingga ia merasa seperti menjalani kehidupan nokturnal.
"Lebih sulit tuh sebenarnya jaga stamina sih jujur ya. Benar-benar kayak aku udah jatuh sakit berapa kali, udah infus berjalan. Jadi menurutku itu adalah challenging-nya di dari para pemain sih," ujar Michelle, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (27/10).
Ia menekankan bahwa kurangnya waktu istirahat menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi selama produksi. Kondisi ini memengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya secara signifikan.
Michelle juga menyebut bahwa menjaga suasana hati tetap positif di tengah kondisi fisik yang sudah sangat lelah merupakan hal yang tidak mudah dilakukan.
Baginya, mempertahankan stamina menjadi aspek paling menantang selama syuting. Bahkan, kondisi tersebut sempat membuatnya jatuh sakit beberapa kali di tengah proses produksi.
Adegan yang melibatkan air menjadi salah satu tantangan terbesar dalam produksi Alas Roban The Series. Michelle menyebut bahwa ia harus berakting di berbagai lokasi berair, termasuk sumur dan danau.
"Oh iya, soalnya kan nyebur-nyebur ke sumur, danau, terus kita," ujar Michelle Ziudith.
Kondisi tersebut memerlukan persiapan fisik yang matang serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang tidak terduga di lokasi syuting. Ia harus tetap fokus meski dalam kondisi ekstrem.
Proses produksi yang dilakukan dengan pendekatan serial, bukan sinetron harian, menuntut kualitas visual yang tinggi. Hal ini membuat seluruh tim bekerja dengan standar yang lebih ketat.
Laura Theux membenarkan bahwa pengalaman syuting Alas Roban The Series sangat berbeda dibandingkan produksi sinetron biasa. Menurutnya, semua pemain dan kru bekerja seperti dalam produksi film.
"Kalau dari segi syuting benar kata Kak Michelle, kita setengah mati banget. Kita bukan treatment sinetron ya. Treatment-nya treatment series dan film seperti yang teman-teman lihat gambarnya kayak gimana," kata Laura.
Keterlibatan dalam proyek ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh pihak terkait, termasuk persiapan teknis dan emosional sebelum syuting dimulai.
"Pendekatan tersebut memang menuntut kerja keras, tetapi Laura menilai hasil akhirnya sebanding dengan usaha yang telah mereka keluarkan."
"Betul. Yes, betul, pastinya seperti itu. Ada yang dikorbankan tapi ada juga yang hasilnya ya, hasilnya yang bisa kita lihat," ujarnya.
Serial horor Alas Roban The Series mencatatkan pencapaian menonjol di layar kaca. Dalam periode 19–25 Oktober 2026, serial ini menjadi program nomor satu di ANTV dengan rata-rata TVR/share nasional sebesar 2,1/9,7.
Data Nielsen menunjukkan bahwa serial yang dibintangi Michelle Ziudith, Ben Joshua, Christ Laurent, Laura Theux, dan Fara Shakila telah menjangkau lebih dari 14 juta penonton di seluruh Indonesia.
Pencapaian ini membuktikan bahwa cerita horor yang mengangkat folklor dan legenda lokal masih memiliki daya tarik kuat di kalangan penonton televisi nasional.
Di wilayah Palembang, Alas Roban The Series juga meraih hasil positif. Serial tersebut menjadi pilihan utama pada jam tayangnya dengan perolehan TVR/share sebesar 4,4/17,4 persen.