Bagi warga Surabaya yang berencana melakukan perjalanan keluar rumah pada hari Minggu, tanggal 1 November 2026, disarankan untuk terlebih dahulu memperhatikan informasi mengenai kondisi lalu lintas di kota tersebut. Hal ini penting karena pada hari tersebut akan digelar acara Parade Surabaya Juang 2026 yang akan berlangsung di sejumlah ruas jalan utama di kawasan pusat Kota Pahlawan.
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran dan keamanan selama pelaksanaan parade. Informasi resmi mengenai hal ini telah disampaikan oleh Dishub melalui akun Instagram resminya, @dishubsurabaya.
Parade Surabaya Juang 2026 direncanakan dimulai pada pukul 14.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, sejumlah ruas jalan yang dilalui rombongan parade maupun wilayah di sekitarnya akan mengalami perubahan arus lalu lintas.
Untuk meminimalkan kemacetan dan menjamin kelancaran perjalanan, Dishub Surabaya telah menetapkan sejumlah pengalihan arus kendaraan dari berbagai rute menuju pusat kota. Masyarakat yang berencana melintasi area tersebut diharapkan memperhatikan aturan lalu lintas yang diberlakukan.
Kendaraan yang berasal dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo akan dialihkan melalui Jalan Embong Malang. Pengalihan ini bertujuan untuk menghindari kemacetan di ruas jalan utama yang menjadi lintasan parade.
Arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan juga akan diarahkan melalui Jalan Indrapura dan Jalan Semut sebagai alternatif rute. Pengalihan ini diberlakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi acara.
Kendaraan yang berangkat dari Jalan Veteran menuju Jalan Pahlawan akan dialihkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Semut. Rute alternatif ini dipilih untuk menghindari kepadatan di area pusat kota yang menjadi fokus parade.
Arus dari Jalan Jagalan menuju Jalan Pasar Besar akan diarahkan melalui Jalan Peneleh dan Jalan Sulung. Pengaturan ini diberlakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi parade.
Kendaraan yang berasal dari Jalan Wali Kota Mustajab menuju Balai Kota akan dialihkan melalui sisi barat Jalan Jaksa Agung Suprapto. Rute ini dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap jalur parade.
Arus dari Jalan Ambengan menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto akan diarahkan melalui sisi timur Jalan Ambengan, kemudian melalui Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Kusuma Bangsa. Pengalihan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pergerakan kendaraan.
Kendaraan dari Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso akan dialihkan melalui Jalan Panglima Sudirman. Rute alternatif ini dipilih karena lebih jauh dari lintasan parade utama.
Arus dari Jalan Genteng Kali menuju Siola akan diarahkan melalui Jalan Undaan. Pengalihan ini dimaksudkan untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi acara.
Pengendara diimbau untuk selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas lapangan yang berjaga di lokasi. Kepatuhan terhadap aturan sangat penting demi kelancaran acara.
Selain mengatur lalu lintas, Dishub Surabaya juga menyediakan sejumlah lokasi parkir bagi masyarakat yang ingin menyaksikan parade secara langsung. Lokasi ini disiapkan untuk menampung kendaraan secara teratur dan aman.
Salah satu lokasi parkir yang tersedia adalah Gedung Siola, yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan kendaraan bagi pengunjung acara.
Lokasi lainnya adalah eks Pasar Tunjungan, yang sebelumnya dikenal sebagai area Seiko. Lokasi ini juga menjadi pilihan bagi pengguna kendaraan yang ingin parkir dekat lokasi parade.
Jalan Embong Malang sisi utara juga disiapkan sebagai tempat parkir alternatif. Lokasi ini strategis karena berada di dekat pusat kota dan tidak terlalu jauh dari jalur parade.
Di Jalan Genteng Kali, terdapat dua titik parkir yang telah ditentukan: satu di depan masjid dan satu lainnya di depan Bank Mandiri serta Resto Bima. Kedua lokasi ini dapat digunakan oleh pengendara yang ingin menonton parade.
Jalan Gemblongan sisi kanan juga menjadi salah satu tempat parkir yang tersedia. Lokasi ini berada di sekitar area pusat kota dan mudah diakses dari berbagai arah.
Jalan Praban sisi kiri juga disediakan sebagai area parkir, dengan kapasitas yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung.
Lokasi parkir lainnya terletak di Jalan Genteng Besar sisi barat, tepat setelah pertigaan Pasar Genteng. Lokasi ini dipilih karena memiliki ruang yang cukup luas.
Jalan Kenari juga menjadi salah satu titik parkir yang tersedia. Lokasi ini berada di dekat area pusat kota dan dapat dijangkau dengan mudah.
Parkir Tugu Pahlawan juga disiapkan sebagai tempat penampungan kendaraan. Lokasi ini sangat strategis karena berdekatan dengan lokasi parade utama.
Jalan Bubutan sisi kanan juga menjadi salah satu pilihan parkir bagi pengunjung yang ingin menonton parade dari dekat.
Jalan Kebon Rojo disediakan sebagai lokasi parkir alternatif, terutama untuk kendaraan dari arah barat kota.
Jalan Pasar Besar Wetan juga menjadi salah satu titik parkir yang tersedia. Lokasi ini berada di sekitar pusat perbelanjaan dan mudah diakses.
Terakhir, Jalan Taman Apsari disiapkan sebagai lokasi parkir tambahan. Lokasi ini menawarkan akses yang nyaman ke area parade.
Masyarakat diimbau untuk memilih lokasi parkir yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan mereka. Selain itu, tetap memperhatikan petunjuk dari petugas lapangan agar tidak terjadi kesalahan arah atau penumpukan kendaraan.
Dishub Surabaya juga telah menyiapkan alur pembongkaran dan pengaturan rombongan peserta setelah parade selesai. Rombongan yang berangkat dari garis finis akan diarahkan menuju kawasan Jalan Wijaya Kusuma pojok serta Jalan Slamet.
Tujuan dari pengaturan ini adalah untuk memastikan pergerakan peserta setelah acara tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi parade. Hal ini juga bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat umum.
Dishub Surabaya mengimbau seluruh pengguna jalan yang akan melintasi area kegiatan untuk menyesuaikan rute perjalanan dengan rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan. Pengendara diminta bersikap disiplin dan patuh terhadap aturan.
Pengendara juga diharapkan tidak menerobos jalur parade, karena hal ini dapat membahayakan peserta dan penonton serta mengganggu kelancaran acara.
Bagi warga Surabaya yang tidak memiliki kepentingan khusus di kawasan pusat kota pada hari tersebut, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan yang dapat terjadi akibat pelaksanaan parade.
Parade Surabaya Juang 2026 diharapkan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Acara ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengenang semangat perjuangan yang telah ditunjukkan oleh Kota Pahlawan sejak masa lalu.
Bagi warga Surabaya yang berencana menyaksikan parade secara langsung, diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan yang sesuai dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Semoga seluruh masyarakat dapat menikmati acara ini dengan nyaman dan tetap menjaga kedisiplinan dalam berkendara serta mematuhi semua aturan lalu lintas yang berlaku.