Matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 menghadirkan malam penuh drama, kejutan, dan hujan gol. Dari sembilan pertandingan yang digelar pada Selasa (20/10/2026) waktu setempat tercatat sebanyak 40 gol tercipta. Sejumlah klub elite Eropa tampil gemilang dalam laga tersebut sementara Barcelona harus menelan kekalahan berat dari Paris Saint-Germain (PSG), sedangkan Liverpool sempat kewalahan namun akhirnya mampu meraih kemenangan dramatis atas Villarreal.
Rangkaian pertandingan ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Dengan rata-rata mencapai 4,44 gol per pertandingan, para penggemar sepak bola disuguhi aksi serangan yang agresif, kesalahan fatal di lini belakang, serta kebangkitan-kebangkitan mengejutkan yang mengubah jalannya pertandingan.
Lima tim bahkan mampu mencetak minimal empat gol dalam laga mereka masing-masing. PSG, Liverpool, Manchester City, Napoli, dan AS Roma menjadi beberapa klub yang berhasil mencuri perhatian melalui hasil pertandingan penuh cerita.
Namun sorotan utama justru terfokus pada kekalahan Barcelona dari PSG. Rekor kemenangan sempurna yang dibawa oleh tim asuhan Hansi Flick akhirnya berakhir setelah mereka harus menerima kekalahan 2-4 di markas PSG. Di tempat lain, Liverpool menghadapi tantangan besar ketika tertinggal dua gol lebih dahulu sebelum akhirnya bangkit untuk meraih kemenangan dramatis atas Villarreal.
PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona
Pertandingan antara Paris Saint-Germain dan Barcelona di Stadion Parc des Princes menjadi salah satu duel paling menarik pada matchday ketiga Liga Champions musim ini. Pertemuan tersebut memiliki nuansa emosional tersendiri bagi Luis Enrique yang pernah memimpin Barcelona menuju kesuksesan namun kali ini harus membawa PSG menghadapi mantan klubnya.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung tampil agresif dalam laga tersebut. Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan hasil sempurna sebelumnya sementara PSG berusaha mempertahankan tren positif dan membuktikan dominasi mereka di hadapan pendukung sendiri.
PSG lebih dahulu memberikan ancaman melalui Desire Doue yang berhasil merobek gawang Barcelona pada babak pertama. Gol itu membuat tuan rumah semakin percaya diri untuk menekan pertahanan Blaugrana.
Barcelona tidak tinggal diam, tim besutan Hansi Flick berupaya keras untuk merespons tekanan PSG dengan meningkatkan intensitas serangan. Xavi Espart menjadi salah satu pemain yang mampu membawa Barcelona kembali bersaing dalam pertandingan tersebut.
Lamine Yamal kemudian menunjukkan kualitasnya melalui penyelesaian akhir yang tenang. Gol dari pemain muda tersebut menjadi respons atas gol sundulan Lucas Hernandez dan membuat pertandingan semakin ketat serta penuh drama.
Kedua tim saling melancarkan serangan sementara Barcelona terus berusaha mempertahankan peluang untuk membawa pulang hasil positif dari Paris. Akan tetapi, upaya mereka mulai menghadapi kendala saat pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir.
PSG justru tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Vitinha melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti yang kembali memberikan tekanan kepada Barcelona.
Fabian Ruiz kemudian memperbesar keunggulan tuan rumah melalui penyelesaian di dekat gawang, membuat skor akhir menjadi 4-2 untuk PSG dan merusak rekor sempurna Barcelona.
Barcelona akhirnya harus menerima kekalahan 2-4 dalam laga yang mereka mainkan. Hasil tersebut menghentikan catatan kemenangan sempurna mereka di awal fase liga.
Sebaliknya, kemenangan atas Barcelona memperkuat posisi PSG sebagai salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan. Dengan tiga kemenangan beruntun, klub asal Paris itu menjadi satu-satunya tim yang masih mempertahankan rekor sempurna di fase liga sesuai dengan rangkaian pertandingan tersebut.
Kekalahan Barcelona juga menjadi peringatan bagi Hansi Flick. Meski mampu memberikan perlawanan, lini belakang Blaugrana tetap harus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap lawan-lawan yang memiliki kecepatan serta efektivitas tinggi dalam menciptakan peluang.
Drama besar lainnya terjadi di Stadion Anfield ketika Liverpool menghadapi Villarreal. Pertandingan berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan The Reds, namun jalan menuju tiga poin tidak mudah ditempuh oleh tim tuan rumah.
Liverpool bahkan langsung menghadapi situasi sulit pada menit keempat karena kesalahan dari kapten Virgil van Dijk. Sundulan yang gagal dilakukan Van Dijk memberi peluang kepada penyerang Villarreal, Georges Mikautadze, untuk membawa tim tamu unggul terlebih dahulu.
Kesalahan tersebut menjadi awal yang buruk bagi Liverpool. Situasi semakin memburuk ketika Santi Cardona mencetak gol kedua sebelum pertandingan memasuki setengah jam berjalan.
Dua gol cepat itu membuat pendukung Liverpool merasa cemas. Bermain di kandang sendiri, The Reds justru harus mengejar ketertinggalan dari lawan yang mampu memanfaatkan celah dalam lini pertahanan mereka.
Di bawah tekanan, Liverpool berusaha bangkit dan memperbaiki permainannya. Alexis Mac Allister menjadi salah satu pemain penting dalam upaya kebangkitan tersebut.
Gol dari Mac Allister membuka jalan bagi Liverpool untuk kembali masuk ke dalam pertandingan. Ronald Araujo kemudian mencetak gol melalui sundulan dekat sebelum babak pertama usai.
Dua gol itu menghidupkan harapan baru bagi Liverpool. Para pemain memasuki babak kedua dengan momentum yang lebih baik setelah berhasil menyamakan skor.
Selepas turun minum, Liverpool tampil lebih agresif dan menunjukkan perubahan signifikan dalam performa mereka. Mac Allister kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Florian Wirtz kemudian menambahkan satu gol lagi untuk membawa The Reds membalikkan keadaan menjadi unggul atas Villarreal.
Rentang waktu tiga menit menjadi momen penting dalam pertandingan tersebut. Dari posisi tertinggal dua gol, Liverpool mampu mengambil alih keunggulan dan membuat Villarreal berada dalam tekanan yang besar.
Meski demikian, pertandingan belum sepenuhnya aman bagi tuan rumah. Villarreal terus mencoba mencari celah dan berhasil menyokong perlawanan mereka melalui Oluwayesi di akhir laga.
Gol dari Oluwayesi memperkecil jarak skor kembali, sehingga suasana Anfield kembali menegangkan. Liverpool harus tetap menjaga fokus agar tidak kehilangan keunggulan lagi pada masa-masa akhir pertandingan.
Beruntung bagi The Reds, keunggulan 4-3 berhasil dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Liverpool sekaligus membuktikan bahwa kesalahan di awal pertandingan tidak selalu mengarah kepada kekalahan jika tim mampu merespons tekanan secara efektif.
Manchester City berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 5-1 atas AEK Athens dalam laga Liga Champions di Etihad Stadium. Hasil ini membuktikan bahwa The Citizens memiliki opsi serangan yang kuat meskipun Erling Haaland dicadangkan sejak awal pertandingan.
Keputusan Pep Guardiola untuk tidak memainkan Haaland sempat menimbulkan tanda tanya mengenai performa lini depan Manchester City. Striker asal Norwegia tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pencetak gol utama bagi tim.
Namun, Phil Foden berhasil menjawab keraguan itu dengan penampilan gemilang. Pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan hattrick dalam pertandingan tersebut dan menjadi sorotan utama karena kontribusi besar yang ia berikan.
Foden menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan peluang sekaligus mempercepatnya menjadi gol. Pergerakannya memberi tekanan signifikan pada pertahanan AEK Athens yang kesulitan mengimbangi intensitas serangan tuan rumah.
Selain Foden, Elliot Anderson juga turut andil dalam kemenangan Manchester City. Ia berhasil mencetak satu gol setelah memanfaatkan bola muntah dari tendangan bebas Enzo Fernandez.
Rayan Cherki juga menyumbang satu gol untuk melengkapi keunggulan besar The Citizens atas tim asal Yunani tersebut. Dengan demikian, skor akhir berakhir 5-1.
AEK Athens hanya mampu merespons dengan satu gol dan gagal menahan dominasi kuat yang ditunjukkan oleh Manchester City sepanjang pertandingan.
Hasil ini menggarisbawahi kedalaman skuad Manchester City. Ketergantungan pada satu pemain dapat diminimalkan ketika para pemain lainnya mampu menjalankan perannya secara efektif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol.
Bagi Pep Guardiola, kemenangan telak atas AEK Athens menjadi modal positif untuk melanjutkan perjalanan tim di Liga Champions musim ini. Sementara itu, Phil Foden semakin memperkuat posisi pentingnya sebagai salah satu pilar utama dalam skema permainan The Citizens.
Di Italia, pertandingan antara Napoli dan Bodo/Glimt juga menyuguhkan drama yang menarik. Berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, laga tersebut berakhir dengan skor 4-3 setelah kedua tim saling menghadirkan tujuh gol sepanjang pertandingan.
Napoli harus bekerja keras untuk meraih kemenangan atas lawannya dari Norwegia ini. Pertandingan terasa ketat karena Bodo/Glimt memberikan perlawanan sengit kepada para pemain tuan rumah.
Scott McTominay menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Gelandang asal Skotlandia itu mencetak dua gol penting yang membantu Napoli mempertahankan keunggulan di hadapan pendukungnya sendiri.
Penampilan McTominay memiliki makna tersendiri mengingat ia baru saja melewati masa sulit setelah pulih dari masalah kesehatannya, termasuk kondisi jantung yang sempat membuatnya absen beberapa waktu lalu.
Kontribusinya di lapangan memberikan cerita emosional bagi pertandingan ini dan menjadi bukti bahwa semangat serta tekadnya tetap kuat meskipun melalui tantangan besar dalam hidup pribadinya.
Napoli juga memperoleh keuntungan awal sejak menit pertama berkat gol cepat Matteo Politano. Gol tersebut membuka peluang tuan rumah untuk meraih kemenangan atas Bodo/Glimt.
Meski unggul lebih dulu, Napoli harus terus bekerja keras karena lawannya tidak pernah mengurangi intensitas serangan mereka. Pertandingan tetap berjalan terbuka hingga akhir laga.
Kedua tim saling menciptakan peluang dan skor terus berubah selama pertandingan ini. Meskipun demikian, Napoli mampu mempertahankan keunggulan hingga menit akhir dan meraih hasil yang diharapkan.
Gol bunuh diri di akhir pertandingan memperbesar peluang Napoli untuk meraih kemenangan. Hasil 4-3 tersebut merupakan kemenangan perdana mereka di kompetisi Eropa musim ini sesuai dengan rangkaian laga yang telah dimainkan.
Tambahan tiga poin menjadi hal penting bagi Napoli karena membantu meningkatkan posisi serta kepercayaan diri tim. Namun, pertandingan juga menunjukkan bahwa lini belakang masih perlu diperbaiki mengingat tekanan besar dari lawan.
Dari Italia, AS Roma mendapatkan hasil positif setelah mengalahkan Slovan Bratislava dalam pertandingan yang berlangsung di markasnya sendiri. I Giallorossi berhasil meraih kemenangan telak 4-0 melawan tamu mereka.
Kemenangan ini merupakan momentum penting bagi Roma sebab sebelumnya mereka belum mampu memperoleh poin di Liga Champions musim ini. Hasil tersebut membantu tim untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik.
Mario Hermoso menjadi pemain pertama yang mencetak gol bagi Roma, disusul oleh Nahuel Molina serta Niccolo Pisilli. Donyell Malen kemudian menyempurnakan hasil dengan mengubah penalti menjadi gol.
Empat gol tanpa balas dari Roma menunjukkan bahwa tim tuan rumah sangat efektif dalam memanfaatkan peluang sekaligus menjaga tekanan terhadap lini belakang Slovan Bratislava.
Bagi AS Roma, kemenangan ini tidak hanya sekadar tambahan tiga poin tetapi juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan posisi mereka di fase grup yang persaingannya semakin ketat.
Di sisi lain, Slovan Bratislava harus melakukan evaluasi performa setelah gagal mengimbangi permainan kuat dari I Giallorossi. Roma mampu mengendalikan pertandingan hingga akhir dan memperoleh hasil maksimal.
Matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 menunjukkan bahwa kompetisi musim ini masih sangat terbuka dengan banyak kejutan dalam berbagai laga. Total sebanyak 40 gol dicetak oleh tim-tim elite Eropa selama sembilan pertandingan yang dimainkan.
PSG berhasil mempertahankan kemenangan di markas sendiri, sehingga menghentikan laju sempurna Barcelona. Liverpool harus melewati situasi sulit sebelum mampu membalikkan keadaan melawan Villarreal.
Manchester City membuktikan ketajaman mereka meskipun tidak menggunakan Haaland dari awal pertandingan. Napoli dan AS Roma juga meraih hasil penting untuk persiapan menghadapi laga berikutnya.
Meski demikian, satu kali pertandingan saja belum cukup menentukan nasib sebuah tim dalam fase grup Liga Champions. Konsistensi, efektivitas penyelesaian akhir, serta kemampuan menjaga pertahanan menjadi faktor utama untuk mencapai posisi yang aman menuju babak gugur.
Bagi Barcelona, kekalahan dari PSG memberikan peringatan bahwa mereka harus segera memperbaiki kelemahan di lini belakang agar tidak kembali terjebak dalam situasi sulit.
Liverpool juga perlu melakukan evaluasi atas kesalahan-kesalahan yang membuat mereka tertinggal dua gol di markas sendiri selama pertandingan melawan Villarreal.
Sebaliknya, PSG semakin percaya diri setelah mampu menjaga rekor kemenangan sempurna. Manchester City menunjukkan bahwa kekuatannya tidak hanya bergantung pada satu pemain saja.
Dengan persaingan yang semakin ketat, matchday berikutnya akan menjadi tantangan baru bagi klub-klub besar yang ingin maju lebih jauh dalam kompetisi ini. Liga Champions terus membuktikan betapa dinamis dan penuh drama perjalanan sebuah tim di babak grup.
Liga Champions kembali menghadirkan momen-momen penting seperti pesta kemenangan, kesalahan fatal, serta bangkitan dramatis dalam waktu singkat selama pertandingan tersebut.