Vicky Prasetyo memberikan klarifikasi terkait kritiknya terhadap deklarasi Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2026.
Setelah sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kehadiran sejumlah figur publik dalam acara tersebut, Vicky kini mengungkapkan permintaan maaf kepada Raffi Ahmad.
Permintaan maaf ini disampaikan Vicky melalui unggahan di akun Threads pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan informasi baru mengenai kehadiran Raffi dalam kegiatan yang menjadi perhatian publik tersebut.
"Setelah diketahui faktanya ternyata Raffi Ahmad tidak terlibat apapun, dia datang hanya sebatas tamu undangan," tulis Vicky Prasetyo.
Ia kemudian mengakui bahwa sebelumnya terlalu cepat mengambil kesimpulan, sehingga merasa perlu menyampaikan permintaan maaf kepada Raffi Ahmad.
"Maafin ya jon terlalu cepat menyimpulkan," sambungnya.
Vicky menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan publik tetap diperlukan. Namun, ia menilai kritik harus disampaikan secara tepat dan tidak serta-merta menyalahkan orang yang belum tentu mengetahui persoalan sebenarnya.
"Mengkritik kebijakan itu keharusan tapi memaksakan kesalahan pada orang yg tidak tahu apa2 adalah kekeliruan yg harus berani kita luruskan," tulisnya lagi.
Polemik ini bermula dari deklarasi Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2026. Sejumlah figur publik hadir dalam acara tersebut, seperti Raffi Ahmad, Willie Salim, Chika Jessica, Umar Lubis, Gunawan, Okan Cornelius, dan Intan RJ.
Acara tersebut menjadi sorotan karena digelar sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Pada waktu yang sama, perhatian masyarakat juga tertuju pada dinamika sosial dan aksi demonstrasi yang sedang berlangsung.
Selain kehadiran para figur publik, perhatian juga muncul terhadap sejumlah orang yang disebut sebagai massa bayaran.
Situasi ini mendorong Vicky untuk menyampaikan pendapatnya. Dalam unggahan sebelumnya, ia mempertanyakan kehadiran para artis dan influencer di tengah kondisi sosial yang sedang menjadi perhatian publik.
Vicky menyatakan bahwa dirinya tidak takut menghadapi musuh, termasuk orang-orang di lingkaran pertemanannya sendiri. Baginya, menyuarakan kepentingan masyarakat lebih penting daripada menjaga hubungan dengan pihak tertentu.
Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan validasi dari siapa pun untuk menyampaikan pendapat tentang kondisi Indonesia.
Namun, setelah mendapatkan informasi bahwa Raffi hanya hadir sebagai tamu undangan dan tidak terlibat dalam penyelenggaraan acara, Vicky mengubah sikapnya.
Permintaan maaf Vicky kepada Raffi tidak luput dari perhatian warganet. Sebagian dari mereka menilai sikap Vicky kali ini berbeda dengan pernyataannya sebelumnya yang menegaskan keberpihakan kepada masyarakat.
Salah satu warganet menyindir Vicky karena dianggap berubah sikap setelah Raffi memberikan penjelasan tentang kehadirannya dalam deklarasi tersebut.
"Kemaren lu bilang bersuara untuk rakyat, tapi giliran centong nasinya takut kosong dia malah belok haha. Besok2 dia kalo nyalon lagi ga usah dipilih omongannya ga bisa dipegang," tulis netizen.
Komentar tersebut menunjukkan kekecewaan warganet yang menganggap permintaan maaf Vicky sebagai perubahan sikap yang patut dipertanyakan.
Warganet lain menyinggung kedekatan Vicky dengan Raffi. Mereka juga mengingatkan bahwa Raffi bukan hanya dikenal sebagai figur publik, tetapi juga memiliki jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
"Katanya mau berdiri bersama rakyat, preet bgt, begitu RA update status terkait mana temen yg beneran temen, goyah kau bang? RA itu utusan khusus presiden, masa di undang cuma dtg ngga tau konteks nya, ngga tanya penyelenggara nya, aneh. Klo dia cuma influencer oke lah klo cuma di undang, dia itu punya jabatan loh di negara ini," sahut netizen lain.