Omar Daniel mengakui siap menerima berbagai respons dari penonton, baik itu rasa gemas, kesal, atau ingin menegur layar televisi saat menonton sinetron terbaru SCTV, Kesetiaan. Dalam sinetron ini, ia memerankan Pram, seorang kepala keluarga yang penyayang namun sulit mengendalikan emosi dan cemburu berlebihan. Alih-alih takut dibenci, Omar justru melihat respons penonton sebagai bagian dari perjalanan sebagai aktor.

Karakter Pram dalam Kesetiaan menarik perhatian karena sifatnya yang kompleks. Meski tampak ideal sebagai suami dan ayah yang mencintai keluarga, pekerja keras, dan ingin memberikan yang terbaik bagi istri serta anaknya, Pram memiliki masalah besar dalam mengendalikan emosi. Kecemburuan berlebihannya sering memicu pertengkaran dengan Nadya, istri yang diperankan oleh Anggika Bolsterli.

Di balik sifat penyayangnya, Pram menjadi karakter yang menarik sekaligus menyebalkan. Ia bukan tokoh jahat sejak awal, tetapi tindakannya bisa menyakiti orang di sekitarnya. Hal ini membuat karakternya memiliki dimensi yang menarik untuk ditampilkan.

Omar memiliki alasan khusus menerima peran ini. Menurutnya, Kesetiaan menawarkan pendekatan cerita yang berbeda dari kebanyakan sinetron. Tidak hanya mengandalkan pertengkaran antartokoh, cerita ini menekankan masalah komunikasi, kecemburuan, dan salah paham yang diperlihatkan secara jujur.

"Memang aku ngerasa ini beda dari sinetron yang lain, karena di sini banyak mainin psychological-nya juga. Jadi bukan cuma sekedar marah-marah tanpa alasan gitu," ungkap Omar dalam wawancara virtual bersama para pemain Kesetiaan.

"Bagi Omar, sisi psikologis itu menjadi daya tarik utama. Ia melihat Pram memiliki latar belakang emosi dan persoalan yang perlu dipahami, supaya setiap tindakannya terasa masuk akal, bukan sekadar ledakan amarah tanpa sebab.Rumah Tangga Tanpa" "Coating".

"Omar juga menyoroti cara sinetron ini menggambarkan kehidupan rumah tangga. Menurutnya, ceritanya tidak dipoles terlalu manis."

"Sinetron ini juga menggambarkan tentang rumah tangga yang tidak di-coating, maksudnya tidak dikasih manis-manis gitu. Kayak ini apa adanya, memang konflik ini tuh sangat lazim untuk terjadi di kehidupan rumah tangga," jelasnya.

Istilah "tidak di-coating" di sini merujuk pada cerita yang tidak dibungkus manis, tetapi ditampilkan apa adanya. Hal ini menjadi ciri khas Kesetiaan yang ingin menunjukkan realitas kehidupan.

Tantangan terbesar Omar dalam memerankan Pram adalah menampilkan emosi kuat tanpa membuat karakter terlihat berlebihan. Setiap tindakan Pram harus memiliki dasar cerita yang jelas.

Omar mengakui bahwa peran ini tidak mudah meskipun ia sudah berpengalaman di dunia akting. Ia harus membangun pria yang mudah marah dan cemburu dengan alasan yang logis.

Untuk memastikan kualitas penampilannya, Omar sering berdiskusi dengan sutradara Maruli Ara. ""Makanya banyak sharing juga sama Bang Maruli (Ara - sutradara), kayak penginnya tuh karakter ini mau di-build seperti apa, jadi banyak sharing," ungkap Omar."

Selain tantangan emosional, Omar juga menghadapi tantangan fisik. Hampir semua adegan yang ia mainkan membutuhkan tenaga ekstra karena Pram terus berada dalam situasi emosional.

Ia harus menjaga stamina agar tetap prima selama proses syuting. ""Persiapan tenaganya juga pasti, karena hampir semua scene aku marah-marah melulu, pakai tenaga dong pastinya, capek," tuturnya."

"Siapa pun yang pernah marah besar tentu tahu, emosi yang meledak-ledak memang menguras energi. Bayangkan melakukannya berulang kali di depan kamera, adegan demi adegan.Siap Di-""hate" Penonton

Omar menyadari bahwa Pram bukan karakter yang selalu menarik simpati. Sifat cemburunya dan emosionalnya berpotensi membuat penonton kesal dan memberi komentar negatif.

Namun, ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut. ""Terus juga persiapan mental karena pasti juga banyak orang yang bakal nge-hate si Pram dan bakal komen-komen negatif tentang Pram. Tapi aku ambil positifnya aja pastinya.""

Sikap Omar masuk akal karena dalam dunia sinetron, tokoh yang dibenci sering kali menunjukkan keberhasilan aktor dalam menciptakan karakter yang hidup. Jika penonton ikut geram, berarti perannya berhasil.

Menjadi tokoh yang dibenci bukanlah hal mudah. Aktor harus berani tampil tidak disukai demi cerita, sambil menjaga agar karakter tetap manusiawi dan tidak hanya menjadi antagonis satu dimensi.

Kerja sama dengan sutradara dan lawan main, termasuk Anggika Bolsterli, sangat penting dalam membangun karakter Pram yang kompleks.

Karakter pencemburu seperti Pram sering memicu reaksi kuat dari penonton karena sifatnya yang kontradiktif. Ia bisa menyayangi keluarga namun juga menyakiti mereka.

Ini menjadi tantangan bagi aktor untuk menyeimbangkan sisi baik dan buruk karakter agar tetap menarik dan realistis.

Tokoh suami pencemburu bukan hal baru di layar kaca. Karakter seperti ini hampir selalu memancing reaksi, karena penonton bisa membandingkannya dengan pengalaman nyata: ada yang pernah melihat pasangan teman bersikap serupa, ada pula yang merasa kisahnya terlalu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya perdebatan di kolom komentar media sosial sering lebih ramai daripada ceritanya sendiri.

Dengan pendekatan psikologis yang dijanjikan Omar, Pram diharapkan tidak hanya jadi 'suami galak', tetapi tokoh yang punya latar dan alasan, sehingga penonton bisa ikut bertanya: dari mana rasa cemburu itu muncul, dan di titik mana ia berubah menjadi masalah?

Tontonan Boleh Seru, Tapi Hubungan Nyata Tetap Perlu Batas Sehat. Satu hal yang perlu diingat, kecemburuan yang menguasai dan mengontrol pasangan bukanlah gambaran hubungan yang sehat. Sinetron bisa membesar-besarkan konflik demi hiburan, sedangkan kehidupan nyata membutuhkan komunikasi terbuka dan rasa saling percaya.

Jika ada yang merasa hubungan dirinya mulai penuh tekanan atau kekerasan, berbicara dengan orang tepercaya atau lembaga layanan perlindungan setempat bisa menjadi langkah awal yang baik. Sekilas Cerita dan Pemain Kesetiaan.

Kesetiaan dijadwalkan tayang mulai 30 Oktober 2026 di SCTV dan dapat disaksikan pula lewat Vidio. Selain Omar Daniel sebagai Pram dan Anggika Bolsterli sebagai Nadya, sinetron ini dibintangi Rionaldo Stokhorst, Keysha Angelica, Reynold Surbakti, Ine Dewi, Sylvia Menul, Ratu Dewi Imasy, Almeera Quinn, dan Fanny Fadillah.

Menurut sinopsis yang beredar di media, Nadya digambarkan sebagai dosen yang sudah tujuh tahun menikah dengan Pram dan memiliki seorang putri. Rumah tangga mereka mulai bermasalah ketika Pram kehilangan pekerjaan dan gagal dalam usaha, sehingga Nadya menjadi tulang punggung keluarga. Dari sinilah sikap Pram yang posesif disebut makin terlihat.

Konflik lain muncul seiring hadirnya tokoh-tokoh baru dalam kehidupan mereka. Perlu dicatat, deskripsi awal karakter menyebut Pram sebagai pekerja keras, sementara sinopsis menyebut ia kemudian kehilangan pekerjaan. Dua hal ini bisa dibaca sebagai perkembangan karakter seiring jalannya cerita.

Pesan di Balik Ceritanya. Lewat perjalanan rumah tangga Pram dan Nadya, Kesetiaan ingin memperlihatkan bahwa cinta dan tanggung jawab saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan keharmonisan keluarga. Kemampuan mengendalikan emosi, membangun komunikasi, memahami pasangan, dan menjaga kepercayaan sama pentingnya. Jadi, kalau nanti Pram bikin kamu emosi di depan layar, anggap saja itu tanda Omar Daniel sedang menjalankan tugasnya dengan baik. Dan untuk Omar sendiri, caranya sederhana: terima komentar apa adanya, ambil sisi positifnya.