Gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 secara resmi ditutup setelah melalui seluruh rangkaian agenda utamanya di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026. Penutupan forum tingkat dunia ini dilakukan dengan menandatangani kesepakatan strategis yang bertujuan untuk memperkuat fondasi industri dan ekosistem ekonomi kreatif internasional secara berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengemban tugas langsung dalam sesi penutupan konferensi berskala internasional yang telah diadakan selama tiga hari berturut-turut tersebut. Dalam kesempatan penting itu, Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bahwa Kota Glasgow di Inggris Raya akan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan WCCE pada tahun 2028 mendatang.
Capaian utama dari forum internasional bergengsi ini adalah disahkan-nya Jakarta Vision on Creative Economy sebagai dokumen panduan global baru. Dokumen strategis ini dirancang khusus guna memperkuat fondasi, arah kebijakan serta kerja sama antarnegara dalam menghadapi tantangan era digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif di berbagai belahan dunia.
Proses panjang pembuatan dokumen Jakarta Vision dilakukan secara komprehensif melalui konsultasi publik terbuka sejak bulan April hingga Mei 2026. Tahapan tersebut kemudian diteruskan dengan tiga putaran diskusi intensif selama sesi FCE Square pada bulan Agustus sampai September. Pembahasan ketat yang melibatkan perwakilan lintas sektor dari 42 negara akhirnya difinalisasi dalam FCE Meeting dan resmi disahkan pada tingkat Ministerial Meeting.
Pengesahan dokumen historis ini diharapkan dapat mewujudkan semua aspirasi serta kepentingan industri kreatif global ke tingkat kebijakan internasional yang lebih tinggi dan berkekuatan hukum. Menteri Ekraf menekankan pentingnya kedudukan hasil kesepakatan tersebut sebagai dasar untuk mendukung arah pembangunan dunia di masa depan.
'"Hari ini menjadi tonggak bersejarah dengan disahkannya Jakarta Vision on Creative Economy. Ini adalah warisan bersama kita. Saya berharap gagasan dan komitmen yang telah disepakati dapat menjadi bagian dari resolusi mendatang di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga ekonomi kreatif memiliki suara yang semakin kuat dalam pembangunan global," ujar Menteri Ekraf dalam sesi penutupan WCCE 2026 di Jakarta, Jumat (23/10).
Dokumen Jakarta Vision secara substantif memuat empat pilar prioritas utama kerja sama internasional. Pilar-pilar ini mencakup komitmen perluasan akses inklusif terhadap teknologi dan infrastruktur digital, perlindungan hak kekayaan intelektual, pemenuhan skema remunerasi yang adil bagi para kreator serta pembukaan akses pendanaan dan investasi lebih luas untuk mendukung kelangsungan hidup pelaku ekonomi kreatif di tingkat global.
Langkah strategis serta diplomasi ekonomi kreatif tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah nasional dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sektor kreatif ditempatkan sebagai mesin penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Ekraf meminta setiap delegasi dan perwakilan negara yang hadir segera menerapkan hasil kesepakatan konferensi ini secara nyata ketika mereka kembali ke tanah air masing-masing.
'"Ketika kita kembali ke negara masing-masing, mari terus melanjutkan komitmen yang telah dibangun di Jakarta. Kita harus bekerja sama untuk memastikan ekonomi kreatif memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dunia. Melalui upaya kolektif, kita dapat mengubah visi bersama ini menjadi kenyataan," tegas Menteri Ekraf.
Penyelenggaraan WCCE 2026 dengan tema besar Inclusively Creative: Collective Continuity berhasil mencatat rekor partisipasi tingkat menteri terbesar dalam sejarah pelaksanaannya. Forum tersebut dihadiri oleh lebih dari 82 negara serta tujuh organisasi internasional, melingkupi 38 kepala delegasi dan 183 pembicara serta moderator yang berbagi gagasan serta strategi pengembangan sektor kreatif global.
Secara keseluruhan, konferensi ini diikuti oleh 7.639 peserta yang terdaftar sementara area pameran Creativillage mencatatkan angka kunjungan luar biasa dengan menembus lebih dari 20.000 pengunjung. Pameran tersebut tetap dibuka untuk umum hingga Minggu, 25 Oktober 2026, dalam rangkaian Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) pada tanggal 24 Oktober.