LambeTurahBali - Di tengah seruan boikot terhadap Raffi Ahmad, satu tangkapan layar pesan langsung (DM) Instagram menyebar di media sosial. Isinya percakapan singkat yang bernada tegang, dan dikaitkan netizen dengan Desta.
Dalam tangkapan layar itu, nama kontak yang terlihat adalah "Deddy Mahendr...", terpotong di bagian ujung. Desta memang memiliki nama lengkap Deddy Mahendra Desta. Pengirim pesan juga menyapanya dengan “kak Desta”. Namun keaslian akun dan percakapan ini belum terverifikasi.
Isi percakapan. Percakapan dimulai dengan pesan dari pengirim yang tidak terlihat identitasnya: "Tinggalin raffi n gank!!!".
Balasannya panjang. Pihak yang disebut Desta menulis bahwa Raffi menyumbang untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) “3M lebih”, dan "dudas patungan 2M dari kocek pribadi". Ia menambahkan bahwa Raffi juga menggalang donasi, lalu menutup dengan harapan lawan bicaranya sudah berbuat sesuatu juga. "Sekecil apa pun berguna pasti," tulisnya.
Pengirim menjawab, "ini bukan masalah sumbang nyumbang kak desta, rakyat juga gotong royong buat donasi kesana. Kedzaliman penguasa itu yg bikin segalanya tampak lebih menyakitkan bagi kami rakyat kecil.".
Balasan berikutnya lebih tajam. "Ya terus kenapa tinggalin raffi? Apa hubungan nya? Memang dia yg buat kebijakan? Ini udh soal kemanusiaan.. Bukan soal pemilu lagi..".
Lalu satu pertanyaan penutup: "Saya tanya kamu udah berbuat sesuatu atau belum? Bukan rakyat disana.". Dan satu kalimat pendek: "Kalo sudah alhamdulillah.".
Konteks: kenapa Raffi diboikot. Percakapan ini muncul setelah Raffi Ahmad menjadi sorotan karena hadir di deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Sejumlah peserta acara itu disebut mengaku dibayar dan bukan mahasiswa. Raffi menyatakan ia datang sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan acara.
Seruan boikot lalu menyebar, dan RANS Carnival di Sleman ikut terdampak, dengan sejumlah musisi dan UMKM dilaporkan mundur.
Istilah “dudas” dalam pesan itu merujuk pada The Dudas, lingkar pertemanan Raffi yang pernah diberitakan ikut menggalang bantuan bencana bersama dirinya.
Insight: dua garis yang tidak bertemu. Perdebatan di DM ini sebenarnya sederhana, tetapi dua pihaknya berbicara di dua level berbeda.
Pengirim pesan marah pada penguasa dan memakai Raffi sebagai simbol kedekatan dengan kekuasaan. Pihak yang disebut Desta menarik garis: Raffi bukan pembuat kebijakan, jadi menjauhinya tidak menyentuh akar persoalan, dan bantuan kemanusiaan tidak boleh disamakan dengan urusan politik.
Dua argumen itu sama-sama masuk akal bagi pendukungnya, dan itu yang membuat tangkapan layar ini cepat menyebar.
Percakapan ini muncul setelah Raffi Ahmad menjadi sorotan karena hadir di deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Sejumlah peserta acara itu disebut mengaku dibayar dan bukan mahasiswa. Raffi menyatakan ia datang sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan acara.