Diana Pungky akhirnya menemukan proyek film yang membuatnya kembali bersemangat menjalani proses syuting. Pemeran Jinny dalam sinetron Jinny Oh Jinny akan ikut bermain dalam film 5cm: Revolusi Hati.
Diana mengaku sudah cukup lama menantikan cerita yang mampu membangkitkan keinginannya untuk kembali berakting di depan kamera. Baginya, memilih proyek yang tepat menjadi hal penting agar ia bisa menikmati kembali proses produksi film.
Kesempatan tersebut akhirnya datang melalui 5cm: Revolusi Hati. Film ini menarik perhatian Diana bukan hanya karena cerita yang ditawarkan, tetapi juga karena memiliki hubungan dengan film 5cm yang menjadi salah satu favoritnya.
"Saya menunggu cerita yang bikin kangen syuting lagi. Dan kebetulan 5cm, saya senang dengan ceritanya dan kebetulan zaman dulu 5cm memang favorit film aku," ucap Diana Pungky, di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (1/11).
Bagi Diana, cerita yang ditawarkan menjadi pertimbangan utama sebelum menerima sebuah pekerjaan. Ia ingin terlibat dalam proyek yang bisa membuatnya kembali menikmati kegiatan syuting, bukan sekadar mengambil kesempatan untuk tampil dalam sebuah film.
Ketika mengetahui dirinya mendapat tawaran bermain dalam 5cm: Revolusi Hati, Diana merasa proyek tersebut sesuai dengan apa yang selama ini dinantikannya. Terlebih, film 5cm sudah lebih dahulu menarik perhatiannya.
"Jadi enggak ada kata milih-milih lagi, langsung oke," cetus Diana.
Keputusan Diana menerima tawaran 5cm: Revolusi Hati menjadi langkahnya untuk kembali terlibat dalam produksi layar lebar. Ia sebelumnya telah menantikan proyek yang mampu membangkitkan antusiasmenya terhadap dunia akting.
Keinginan tersebut tidak muncul begitu saja. Diana membutuhkan cerita yang membuatnya merasa tertarik untuk kembali menjalani berbagai tahapan produksi, mulai dari persiapan hingga proses pengambilan gambar.
Karena itu, kehadiran proyek yang memiliki keterkaitan dengan film favoritnya menjadi kesempatan yang sulit dilewatkan. Ketertarikan terhadap cerita 5cm membuatnya merasa lebih yakin untuk menerima peran yang ditawarkan.
Selain cerita, Diana juga menikmati kesempatan untuk bekerja bersama para pemain muda yang terlibat dalam produksi 5cm: Revolusi Hati. Kehadiran mereka menjadi bagian lain yang membuat proyek tersebut menarik baginya.
Diana mengaku menikmati pengalaman bekerja bersama para pemain yang sebagian besar berasal dari generasi muda. Suasana syuting bersama para aktor dan aktris tersebut memberikan pengalaman menyenangkan baginya.
Diana bahkan merasa seperti kembali ke masa muda ketika berada di tengah para pemain yang lebih muda darinya. Pengalaman itu membuat proses syuting terasa lebih segar dan berkesan.
"Senang, senang banget. Serasa jadi umurnya muda lagi," ujar Diana Pungky sambil tertawa.
Kehadiran Diana dalam film ini juga menambah warna tersendiri dalam cerita yang berpusat pada persahabatan dan perjalanan menuju kedewasaan. Ia memerankan karakter orang tua yang memiliki hubungan dekat dengan anaknya.
Dalam 5cm: Revolusi Hati, Diana berperan sebagai ibu Astri, tokoh yang dimainkan oleh Olivia Morrison. Karakter yang diperankannya digambarkan sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi putri semata wayangnya.
"Aku jadi mamanya Astri yang sangat sayang sama anaknya karena anaknya cuma satu-satunya, dan sangat posesif sebenarnya," bebernya.
Diana menjelaskan bahwa Astri adalah anak yang cerdas. Tanpa perlu terus-menerus didorong oleh ibunya untuk belajar, Astri mampu meraih nilai yang baik di sekolah.
Meski demikian, rasa kasih sayang yang besar dari ibunya membuat sang ibu tetap memberikan perhatian berlebihan kepada anaknya. Sifat ini menjadi salah satu aspek menarik dari karakter yang diperankan Diana.
"Tapi anaknya juga pintar, tanpa disuruh belajar dia juga sudah nilainya bagus. Tapi apa ya, sangat memanjakan anaklah," tutur Diana.
Film 5cm: Revolusi Hati diproduseri oleh Sunil Soraya dan disutradarai oleh Emil Heradi. Naskah film ini ditulis oleh Donny Dhirgantoro, Rza Kumar, dan Sunil Soraya.
Berbeda dari film sebelumnya, produksi terbaru ini menampilkan petualangan yang lebih mengeksplorasi keindahan laut Indonesia. Salah satu lokasi yang digunakan dalam produksi adalah Banyuwangi, Jawa Timur.
Keindahan alam Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan para tokoh. Latar ini tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya cerita, tetapi juga memperkaya pengalaman petualangan keempat sahabat.
Kisah film ini berpusat pada empat siswa SMP, yaitu Zafran yang diperankan oleh Roman King, Riko oleh Ronggo Verkammer, Asep oleh Ali Fikri, serta Ari Wibowo yang diperankan oleh Bima Sena.
Keempat sahabat ini memiliki janji untuk melanjutkan pendidikan ke SMA yang sama. Mereka ingin mempertahankan kebersamaan yang telah terjalin dan berkomitmen tidak membiarkan apa pun memisahkan persahabatan mereka.
Namun, memasuki masa remaja menimbulkan tantangan baru dalam hubungan mereka. Kehadiran cinta pertama mulai memengaruhi dinamika persahabatan, sementara keinginan dan pandangan masing-masing tokoh perlahan berkembang.
Perjalanan yang membawa mereka jauh dari Jakarta memberikan kesempatan untuk melihat kehidupan dari perspektif berbeda. Mereka mulai memahami bahwa bertambah dewasa bukan hanya tentang mengejar cita-cita, tetapi juga belajar menghadapi perubahan dan menerima kenyataan.
Menjelang akhir masa SMP, janji yang pernah mereka buat justru menjadi awal dari petualangan yang menguji kesetiaan, keberanian, dan kekuatan hubungan mereka. Keempat sahabat harus menghadapi berbagai tantangan untuk mengetahui apakah ikatan persahabatan mereka mampu bertahan di tengah perubahan.
Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2026.