Perdebatan sengit antara kubu pencinta mandi pagi versus penganut mandi malam mendadak kembali meledak di media sosial. Perbedaan pilihan ini membelah opini generasi muda yang mencari rutinitas self-care paling sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Menengahi perdebatan tersebut, pakar dermatologi dari New York Dermatology Group membongkar fakta ilmiah di balik manfaat kedua waktu mandi bagi kesehatan kulit dan kestabilan ritme tubuh. Berdasarkan data riset dari Sleep Foundation, tercatat sekitar 41,8 persen orang memilih ritual membersihkan diri pada pagi hari sebelum menyongsong padatnya rutinitas harian.
Dokter spesialis kulit, Carmen Castilla, MD, menegaskan bahwa mandi pagi maupun malam sama-sama dapat membawa dampak positif bagi tubuh jika disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kunci utamanya terletak pada pemilihan temperatur air dan waktu mandi yang tepat. Kedua hal tersebut dapat membantu tubuh memperoleh manfaat yang berbeda, mulai dari rasa segar pada pagi hari hingga relaksasi menjelang waktu istirahat.
Bagi kamu yang kerap kesulitan mengumpulkan nyawa saat bangun tidur, mandi pagi bisa menjadi cara untuk membilas keringat dan sel-sel kulit mati yang menumpuk semalaman. Membersihkan tubuh setelah bangun tidur juga membantu menghilangkan sisa keringat yang dapat memicu aroma tubuh tak sedap.
Sensasi guyuran air bersuhu dingin pada pagi hari bekerja layaknya stimulan alami yang membantu membangunkan sistem saraf. "Mandi air dingin dapat meningkatkan kortisol, hormon stres, yang dapat memberi energi sehingga menjadi pilihan yang lebih baik di pagi hari," kata Castilla memberitahukan.
Selain membuat mata terasa lebih segar, keramas pada pagi hari juga mempermudah penataan rambut agar tampak bervolume dan rapi sebelum berangkat beraktivitas. Meski begitu, Castilla mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mempercayai klaim aroma produk perawatan rambut. "Tidak ada bukti ilmiah bahwa aroma yang berbeda akan memberikan manfaat lebih pada waktu yang berbeda dalam sehari,"
Di sisi lain, bagi pejuang komuter yang harus berjibaku dengan polusi jalanan, debu, dan keringat sepanjang hari, mandi malam dapat menjadi pilihan untuk membersihkan tubuh sebelum beristirahat. Mandi sebelum naik ke peraduan membantu mengangkat residu kotoran dan partikel dari lingkungan yang menempel di kulit.
Menyiram tubuh dengan air hangat sebelum tidur dapat membantu mengendurkan ketegangan otot setelah seharian duduk di depan laptop atau menjalani aktivitas padat. Efek relaksasi ini berkaitan dengan perubahan suhu tubuh. Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah di kulit sehingga panas tubuh lebih mudah dilepaskan setelah seseorang keluar dari kamar mandi. "Secara kontraintuitif, ini membantu mendinginkan tubuh dengan melebarkan pembuluh darah di kulit. Begitu anda keluar dari kamar mandi, panas akan cepat dilepaskan melalui kulit, menyebabkan penurunan suhu tubuh yang merupakan salah satu sinyal yang memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur,"
Meski air hangat terasa nyaman untuk mengusir lelah, hindari mandi dengan suhu terlalu panas. Air yang terlalu panas dapat mengikis lapisan minyak alami kulit. Kondisi tersebut berisiko mengganggu skin barrier dan membuat kulit menjadi kering, bersisik, atau terasa tidak nyaman. Karena itu, gunakan suhu air yang nyaman dan hindari berlama-lama mandi dengan air panas.
Bagi pemilik kulit kering atau sensitif, Castilla menyarankan perhatian ekstra terhadap kelembapan kulit setelah mandi. Oleskan losion pelembap ketika kulit masih agak lembap, terutama setelah mandi malam. Langkah sederhana ini membantu mengunci hidrasi sehingga kulit tidak cepat kehilangan kelembapan selama beristirahat.
Pada akhirnya, keputusan untuk mandi pagi atau malam sepenuhnya kembali pada ritme kesibukan dan kenyamanan masing-masing. Tidak ada satu waktu mandi yang harus dianggap paling benar untuk semua orang. Kamu dapat menyesuaikannya dengan aktivitas, kondisi kulit, serta kebiasaan sehari-hari. Namun, satu hal yang ditekankan Castilla adalah pentingnya menjaga kebersihan tubuh secara rutin. Jangan melewatkan mandi, karena penumpukan keringat dan kotoran dapat membuat kulit terasa kering, kusam, serta gatal.