Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mencatat realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hampir menembus Rp 2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Capaian tersebut disampaikan Anindya saat menghadiri Taklimat Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026), sekaligus menyoroti pentingnya keterlibatan pengusaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah," tutur Anindya.

Menurut Anindya, keterlibatan pengusaha kelas menengah menjadi salah satu fondasi penting bagi perekonomian nasional.

Partisipasi aktif sektor swasta dalam negeri diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

"Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat," kata Anindya dalam siaran pers Sekretariat Presiden, Minggu (1/11/2026).

Ketua Umum Kadin Indonesia itu juga mendorong pelaku usaha agar tidak hanya berfokus pada sektor industri konvensional.

Pria yang akrab disapa Anin tersebut mengingatkan pentingnya mengembangkan bisnis di sektor-sektor strategis yang memiliki prospek pada masa depan.

"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak," paparnya.

"Arah pengembangan investasi tersebut juga sejalan dengan agenda besar Kadin yang mengusung tema ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia. Anindya menyampaikan komitmen dunia usaha tersebut secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto."

"Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia," tegasnya.

"Anindya menilai prinsip ekonomi kerakyatan sebenarnya telah lama berjalan dalam aktivitas dunia usaha. Menurut dia, kegiatan bisnis yang dilakukan para pengusaha turut menggerakkan perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan."

"Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha," ungkap Anindya.

"Dia kemudian menjelaskan besarnya kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian nasional jika dibandingkan dengan anggaran belanja negara. Anindya menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencakup sebagian dari keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia."

"Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN," ucapnya.

"Dengan demikian, Anindya memperkirakan sekitar 85 persen aktivitas ekonomi nasional berada di luar porsi APBN dan menjadi ruang kontribusi dunia usaha. Dia berharap pengusaha daerah maupun anggota asosiasi dapat berkembang bersama, meningkatkan kapasitas bisnis, hingga mampu bersaing sebagai pemain besar."

"Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari," ungkap Anindya.

"Anindya juga menyoroti ketahanan fundamental ekonomi Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global. Dia mengungkit pengakuan lembaga keuangan internasional yang menilai Indonesia sebagai salah satu titik terang perekonomian dunia."

“"Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot,"” terang Anindya.

"Menurut Anindya, ketahanan tersebut terlihat dari kemampuan Indonesia melewati berbagai krisis moneter dan gejolak ekonomi selama sekitar 25 tahun terakhir. Dia menilai pengalaman menghadapi sejumlah guncangan justru memperlihatkan kemampuan ekonomi nasional untuk bertahan dan semakin kuat."

"Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient," pungkas Anindya.

"Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan taklimat kepada sekitar 400 calon pemimpin muda peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 dan 250 tokoh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di kediaman pribadinya. Dalam momen itu, Prabowo memberikan arahan sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi dan kontribusi sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional."

"Investasi PMDN mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

"Teddy menjelaskan, kalangan pengusaha nasional menunjukkan komitmen untuk mendukung transformasi ekonomi melalui pengembangan industri hijau dan teknologi tinggi. Sektor swasta juga menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam berbagai proyek strategis nasional."

"Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri masa depan. Seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal," jelas Teddy.

"Selain membahas perkembangan ekonomi, pertemuan tersebut juga mendapat perhatian dari kalangan pengusaha yang hadir. Pengusaha senior James Riady mengaku terkesan dengan kepemimpinan Prabowo, terutama komitmen Presiden dalam mendorong pembangunan manusia."

"Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia. Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter dan dia menceritakan ini semua dengan satu hati yang luar biasa, tulus, tapi dia ingin supaya Indonesia ini negara yang maju, negara yang dihormati oleh semua," ucap James.