Shinta Bachir mengaku sudah membuka hati untuk kembali menjalin hubungan asmara.
Ia menekankan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara terburu-buru.
Baginya, hubungan baru harus membawa kebahagiaan, bukan justru menghadirkan persoalan dalam kehidupan yang sudah ia bangun bersama anaknya.
Status sebagai seorang ibu membuatnya semakin berhati-hati dalam menentukan pilihan.
Ia tidak ingin sekadar menjalin hubungan hanya karena merasa membutuhkan pendamping.
"Aku bilang, enggak ada ceritanya perempuan mati menjadi janda, tapi perempuan mati di tangan suami sendiri itu banyak kalau salah memilih suami ya," ujar Shinta sambil tertawa.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pandangannya mengenai pentingnya memilih pasangan secara cermat.
Bagi Shinta, membangun hubungan baru bukan perkara sederhana karena keputusan itu juga berkaitan dengan kehidupan anaknya.
Ia menegaskan bahwa dirinya sudah lama membuka hati.
Meski demikian, ia ingin memastikan pria yang hadir dalam kehidupannya benar-benar bisa memberikan kebahagiaan.
"Hati dari dulu aku buka terus, tapi harus cari yang benar ya. Karena takutnya kita mendatangkan orang dalam hidup kita, kita enggak jadi bahagia, buat apa? Lebih baik hidup sendiri kita bahagia, kenapa kita harus mendatangkan orang lain?" tuturnya.
Harus Menyayangi Anak dan Menerima Masa Lalunya.
Shinta memiliki kriteria tersendiri untuk pria yang ingin menjadi pasangannya.
Salah satu hal terpenting adalah kesediaan pria tersebut menerima dirinya secara utuh, termasuk masa lalu dan kehidupannya saat ini.
Calon pasangan Shinta juga harus bisa menyayangi anaknya.
Ia menilai penerimaan terhadap anak menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari hubungan mereka.
"Kriterianya ya harus sayang sama anakku dan menerima semua masa laluku dan masa sekarang, gitu," kata Shinta.
Ia juga tidak menjadikan status ekonomi sebagai syarat utama dalam memilih pasangan.
Menurutnya, kekayaan tidak akan berarti apabila seseorang tidak memiliki sikap yang baik dalam hubungan.
"Bukan masalah pengusaha, sekarang enggak harus tajir juga. Tajir kalau pelit buat apa, ya kan? Yang ada kita buat keset nanti ya," ujarnya sambil tertawa.
Bagi Shinta, pasangan hidup bukan hanya tentang materi atau pekerjaan.
Ia lebih mengutamakan seseorang yang mampu menerima dirinya, menyayangi anaknya, serta memberikan kenyamanan dalam menjalani kehidupan bersama.
Banyak Pria yang Mendekat.
Shinta mengungkapkan bahwa anaknya sudah memberikan izin apabila suatu saat ia memutuskan untuk memiliki pasangan lagi.
Dukungan tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya lebih leluasa mempertimbangkan kemungkinan membangun hubungan baru.
Meski begitu, izin dari anak tidak lantas membuat Shinta ingin segera menentukan pilihan.
Ia tetap ingin memastikan bahwa pria yang mendekatinya memang sesuai dengan kriteria yang telah ia tetapkan.
"Oke, anak. Ya boleh kalau aku nanti punya pasangan lagi sudah boleh sama anak. Ya sudah makasih ya," ujarnya.
Shinta juga mengaku sudah cukup sering mendapatkan pendekatan dari pria yang ingin menjalin hubungan lebih serius dengannya.
Bahkan, menurutnya, ada orang-orang yang berusaha menjodohkannya dengan sejumlah pria.
"Yang jodoh-jodohin, ngelamar tuh sudah banyak," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai latar belakang pria yang mendekatinya, Shinta menyebut bahwa mereka datang dari berbagai kalangan.
Namun, ia memilih tidak mengungkapkan secara terperinci identitas ataupun pekerjaan mereka.
"Semua kalangan ada," katanya.